POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Gen Z Nepal: Dari Flexing di Medsos Hingga Revolusi Sosial

RedaksiOleh Redaksi
September 11, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Novita Sari Yahya

Demonstrasi yang awalnya damai di Nepal, dipicu oleh larangan pemerintah terhadap 26 platform media sosial seperti Twitter, Facebook, dan Instagram, berujung pada tragedi. Sekitar 30 pemuda tewas dan lebih dari 1.000 orang terluka dalam bentrokan dengan aparat keamanan pada September 2025.

Gerakan Gen Z.

Gerakan ini digerakkan oleh Generasi Z, yang lahir antara tahun 1997 dan 2012, berusia 13 hingga 28 tahun pada 2025. Mereka adalah generasi yang akrab dengan dunia digital dan menggunakan media sosial sebagai alat ekspresi serta mobilisasi. 

Ketiga anak saya, berusia 28, 25, dan 23 tahun, termasuk dalam kelompok Gen Z. Kehidupan sehari-hari mereka tak lepas dari media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Twitter. Bagi mereka, media sosial bukan hanya sarana hiburan, tetapi juga sumber penghasilan melalui personal branding dan peluang kerja. Pengalaman mereka menginspirasi saya untuk memahami lebih dalam dinamika Gen Z, termasuk peristiwa di Nepal.

Dunia Gen Z: Ekspresi Diri dan Media Sosial

Gen Z dikenal sebagai generasi yang aktif di media sosial. Mereka sering berbagi momen keseharian, mulai dari sarapan pagi hingga aktivitas sepanjang hari. Di Indonesia, figur seperti Awkarin menjadi contoh Gen Z yang memanfaatkan keviralan di media sosial untuk membangun karier. Drama pribadinya yang viral di media sosial berhasil diubah menjadi peluang bisnis, menunjukkan bagaimana Gen Z mampu mengkapitalisasi kehadiran daring mereka.

Namun, ekspresi diri di media sosial sering kali berujung pada “flexing”—memamerkan barang branded, gaya hidup mewah, atau prestasi. Meski tak selalu negatif, flexing bisa menjadi bumerang, terutama bagi anak-anak pejabat. Di Nepal, pamer kemewahan oleh anak-anak elit politik memicu kemarahan publik, yang kemudian memicu revolusi sosial.

Flexing dan Ketimpangan Sosial: Pemicu Revolusi di Nepal.

Kerusuhan di Nepal tidak hanya dipicu oleh larangan media sosial, tetapi juga oleh kemarahan terhadap korupsi dan ketimpangan sosial. Anak-anak pejabat memamerkan gaya hidup mewah di media sosial, sementara banyak pemuda Nepal menghadapi pengangguran (tingkat pengangguran pemuda mencapai 20,8% pada 2024 menurut World Bank) dan rakyat hidup dalam kemiskinan. 

Video dan foto yang menunjukkan kontras antara kehidupan rakyat biasa dan kemewahan anak pejabat beredar luas di TikTok, memicu kemarahan global. Publik mulai menyelidiki sumber kekayaan pejabat, mengungkap dugaan korupsi yang sebelumnya tersembunyi. Seperti pepatah, “Anak membawa orang tua ke penjara.”

Pada 4 September 2025, pemerintah Nepal melarang 26 platform media sosial, termasuk Facebook, Instagram, dan YouTube, dengan alasan ketidakpatuhan terhadap regulasi baru. Namun, banyak yang melihat larangan ini sebagai upaya membungkam kritik terhadap korupsi dan nepotisme, terutama setelah tren “Nepo Kids” yang menyoroti privilege anak pejabat menjadi viral.

Demonstrasi meletus pada 8 September, dipimpin oleh Gen Z yang menuntut transparansi, akuntabilitas, dan pencabutan larangan media sosial. Bentrokan dengan polisi mengakibatkan korban jiwa, dan protes meningkat dengan pembakaran gedung-gedung pemerintah seperti Singha Durbar dan Parlemen. Pada 9 September, Perdana Menteri K.P. Sharma Oli mengundurkan diri di tengah tekanan besar.

Analisis Psikologi Flexing: Mengapa Orang Memamerkan Kekayaan?

Secara psikologis, flexing sering kali mencerminkan kebutuhan akan validasi eksternal. Berikut adalah beberapa motif di balik perilaku ini:

Insecurity dan Validasi Eksternal:  Flexing bisa menjadi cara untuk mengatasi rasa tidak aman atau rendah diri. Individu mungkin mencari pengakuan melalui “like” atau pujian di media sosial untuk merasa berharga. Ini adalah mekanisme pertahanan untuk menutupi keraguan diri.

Narsisme dan Citra Diri:  

Flexing sering dikaitkan dengan sifat narsistik, di mana seseorang merasa superior dan haus akan kekaguman. Orang dengan kecenderungan narsistik atau gangguan kepribadian histrionik menggunakan flexing untuk mempertahankan citra diri yang megah.

Dampak Sosial dan Mental: Flexing berlebihan dapat mengganggu hubungan sosial dan keseimbangan mental. Orang lain mungkin memandang pelaku flexing sebagai sombong atau tidak autentik, sehingga sulit membangun hubungan yang tulus. Dalam kasus ekstrem, ketergantungan pada citra palsu dapat menunjukkan masalah psikologis yang lebih dalam.

📚 Artikel Terkait

Smart boys

Hujan Pagi ini

MEMBELAH LANGIT MALAM

Teknologi Membawa Nikmat

Kesimpulan: Pelajaran dari Nepal.

Revolusi Gen Z di Nepal menunjukkan kekuatan media sosial sebagai alat untuk menyuarakan ketidakadilan, tetapi juga bahaya dari pamer kemewahan yang tidak sensitif terhadap kondisi sosial. Flexing oleh anak-anak pejabat menjadi katalis yang mengungkap korupsi dan memicu perubahan politik, termasuk pengunduran diri Perdana Menteri Oli. 

Namun, kekerasan dalam protes—dengan 30 kematian dan lebih dari 1.000 cedera—menggarisbawahi perlunya menyalurkan energi Gen Z ke arah perubahan yang konstruktif, bukan destruktif.

Bagi Gen Z, termasuk anak-anak saya, media sosial adalah cerminan identitas dan peluang. Namun, peristiwa di Nepal mengajarkan bahwa ekspresi diri harus dilakukan dengan bijak, karena dampaknya bisa melampaui dunia maya dan mengguncang dunia nyata. Untuk individu yang gemar flexing, introspeksi diri dan pemahaman motif pribadi sangat penting agar perilaku ini tidak merusak hubungan atau memicu konflik sosial.

Sumber:

World Bank. (2024). Nepal Economic Overview: GDP Per Capita and Youth Unemployment Data.

Reuters. (2025). Nepal Protests: 30 Dead, Over 1,000 Injured in Clashes Over Social Media Ban Triggers Violent Clashes In Nepal; 30 Dead 

The Himalayan Times. (2025). Social Media Ban Triggers Violent Clashes in Nepal, 30 Dead

Al Jazeera. (2025). Nepal’s Gen Z Protests: From Social Media Ban to Political Upheaval.

Bagaimana Demo Gen Z di Nepal Berhasil Menggulingkan Pemerintahan? | tempo.co 

diakses dari https://www.tempo.co/internasional/bagaimana-demo-gen-z-di-nepal-berhasil-menggulingkan-pemerintahan–2068503

kabarterkini24 – Mirip di Indonesia Demo Berdarah di Nepal Dipicu Pejabat ‘Flexing’, Pesertanya Pelajar diakses dari https://kabarterkini24.com/2025/09/10/mirip-di-indonesia-demo-berdarah-di-nepal-dipicu-pejabat-flexing-pesertanya-pelajar/

American Psychiatric Association. (2013). Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5)

Twenge, J. M., & Campbell, W. K. (2009). The Narcissism Epidemic: Living in the Age of Entitlement.-

Novita sari yahya

Kegiatan sehari-hari penulis dan peneliti.

Penulis buku

1..Romansa Cinta 

2.Padusi: Alam Takambang Jadi Guru

3. Novita & Kebangsaan

4. Makna di setiap rasa antologi 100 puisi bersertifikat lomba nasional dan internasional

5. Siluet cinta, pelangi rindu

6. Self Love : Rumah Perlindungan Diri.

Kontak pembelian buku : 089520018812

Instagram: @novita.kebangsaan

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 73x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 73x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 61x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 57x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 52x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

Dari Warung Gampong ke Seulawah: Demokrasi Ekonomi dan Politik Pancasila di Aceh

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00