Puisi

Setelah Sepuluh Hari

September 2025
Oleh: Redaksi

SETELAH SEPULUH HARI
Delia Rawanita

“Aku Pulang “
Bu aku pulang
Hoy lihat aku pulang

Sepi
Pandanganku mengitari ruang
Terlihat beberapa tikar masih terbentang
Di sudut kiri sedikit ada tumpukan piring dan di kanannya kardus berisi air mineral

Sepi
Langkahku ringan melayang memasuki kamar
Terlihat ibu terkulai di ranjang
Matanya sembab memerah
Air matanya jatuh satu satu

“Bu aku pulang” bisikku
Ibu diam saja seolah tidak mendengar
Ku cium lembut pipinya
ku pijit kakinya perlahan
Bibirnya terus menggumam

Seandainya anakku tidak terjebak dikeramaian hari itu
Seandainya anakku tidak masuk melewati jalan itu
Seandainya aku mampu menyekolahkan dia dengan keringatku
Pasti anakku sudah mendapat pekerjaan di kantor bukan pekerja Ojol
Pasti anakku masih hidup sekarang

Anakku tidak mati mengenaskan
Anakku tidak dilindas barakuda laknat itu
Anakku pulang dengan selamat

Tiba tiba Ibu meraung
berteriak memanggil namaku
” Ibu, aku disini” bisikku
” Ibu ini aku anakmu”

Namun Ibu terus menyebut namaku tanpa melihatku pulang

B. Aceh, 9 Sept 2025

Tentang Penulis
Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Puisi terbaru untuk dibaca

Populer

Puisi yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir