POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Agama dan Musuh-Musuhnya

RedaksiOleh Redaksi
September 4, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh ReO Fiksiwan

„Klaim kebenaran mutlak, kepatuhan buta, menetapkan waktu yang ‘ideal’, tujuan menghalalkan segala cara, dan mendeklarasikan perang suci.” —Charles Kimbal(72), When Religion Becomes Evil: Five Warning Signs(2002)

Di tengah kedigdayaan sains dan ledakan teknologi digital, agama tidak lenyap. Ia justru mengalami mutasi: dari ruang sakral menjadi algoritma, dari doa menjadi data, dari komunitas menjadi followers.

Namun, dalam transformasi ini, agama juga menghadapi musuh-musuhnya—bukan hanya dari luar, tetapi dari dalam dirinya sendiri.

Karl R. Popper(1902-1994) dalam The Open Society and Its Enemies(1945) mengingatkan bahwa setiap sistem tertutup, termasuk agama yang menolak kritik dan pembaruan, berisiko menjadi alat totalitarianisme.

Ketika agama menutup diri dari dialog dan hanya menyuarakan dogma, ia tidak lagi menjadi jalan pencarian makna, melainkan benteng kekuasaan yang menolak keterbukaan.

Anthony Giddens(87) dan Jonathan H. Turner(82) dalam refleksi sosiologis mereka, Social Theory Today(Pustaka Pelajar, 2008), menunjukkan bahwa masyarakat modern bergerak dalam ketidakpastian yang terus-menerus.

Agama, yang dahulu menjadi jangkar identitas dan stabilitas, kini ditantang oleh logika jaringan, oleh kecepatan informasi, dan oleh tuntutan transparansi.

Tantangan-tantangan ini bukan sekadar teknis, melainkan eksistensial.

Ketika agama tidak mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan baru tentang tubuh, gender, lingkungan, dan keadilan digital, ia terancam menjadi relik masa lalu yang hanya dipertahankan oleh nostalgia.

Dalam dunia yang menuntut refleksi kritis dan adaptasi, agama yang statis adalah agama yang perlahan mati.

Sigmund Freud(1856-1939) dalam Civilization and Its Discontents(Edisi Jerman: Das Unbehagen in der Kultur, 1930), menempatkan agama sebagai ilusi yang lahir dari ketegangan antara dorongan naluriah dan tuntutan peradaban.

Agama, menurut Freud, adalah mekanisme sublimasi, pelipur lara atas penderitaan yang tak terhindarkan.

📚 Artikel Terkait

TELAH MERDEKAKAH KITA

ZAMAN EDAN, ZAMAN GILA

IMPIAN ITU JADI KENYATAAN

Cecah Ries Makanan Tradisional Khas Aceh Tengah

Namun, dalam masyarakat yang semakin mengandalkan teknologi untuk mengatasi penderitaan—dari terapi digital hingga spiritualitas instan—fungsi agama sebagai penghibur mulai digantikan oleh sistem yang lebih cepat dan lebih personal.

Di sinilah muncul “agama digital,” sebuah bentuk spiritualitas yang tidak lagi membutuhkan komunitas, ritus, atau bahkan Tuhan.

Ia cukup dengan notifikasi, meditasi terpandu, dan algoritma yang tahu kapan kita gelisah.

Musuh agama hari ini bukan hanya sains yang mengklaim kebenaran empiris, tetapi juga spiritualitas yang terfragmentasi, yang tidak lagi membutuhkan institusi atau tradisi.

Dalam masyarakat terbuka seperti yang dibayangkan Popper, agama seharusnya menjadi bagian dari dialog, bukan monolog.

Ia harus bersedia diuji, dikritik, dan diperbarui. Jika tidak, ia akan menjadi musuh dari keterbukaan itu sendiri.

Giddens menekankan bahwa institusi sosial, termasuk agama, harus mampu menjawab tantangan-tantangan baru dengan refleksi dan inovasi.

Ketika agama gagal memahami perubahan sosial, ia tidak hanya kehilangan relevansi, tetapi juga kepercayaan.

Freud mungkin benar bahwa agama lahir dari kebutuhan akan makna dan penghiburan. Namun, dalam dunia yang semakin rasional dan terhubung, kebutuhan itu berubah bentuk.

Agama yang tidak mampu mengikuti perubahan ini akan ditinggalkan, bukan karena manusia tidak lagi mencari makna, tetapi karena mereka menemukannya di tempat lain.

Dalam era pasca-kebenaran, agama harus kembali menjadi ruang pencarian, bukan kepastian. Ia harus menjadi tempat bertanya, bukan menjawab dengan dogma.

Musuh agama bukanlah sains, teknologi, atau kritik, melainkan ketakutan untuk berubah.

Agama yang hidup adalah agama yang berani menghadapi musuh-musuhnya—baik yang datang dari luar maupun yang bersembunyi di dalam dirinya sendiri.

Ia tidak takut pada sains, karena tahu bahwa kebenaran tidak hanya satu.

Ia tidak gentar pada digitalisasi, karena tahu bahwa spiritualitas tidak bisa direduksi menjadi data. Ia tidak menolak kritik, karena tahu bahwa iman yang tidak diuji adalah iman yang rapuh.

Dalam dunia yang terus berubah, agama hanya akan bertahan jika ia menjadi bagian dari perubahan itu sendiri.

Jika tidak, maka ia akan menjadi monumen sunyi dari masa lalu yang pernah percaya, tetapi tak lagi didengar.

coverlagu: Bimbo, Ada Anak Bertanya pada Bapaknya(1974). Dirilis ulang dalam album bertajuk Qasidah Bimbo pada tahun 2007,

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 68x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya

BIMBO

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00