• Latest
Menuju Satu Abad Kemerdekaan, Keadilan Sosial Masih Menjadi Tanda Tanya Besar

Menuju Satu Abad Kemerdekaan, Keadilan Sosial Masih Menjadi Tanda Tanya Besar

September 3, 2025
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Menuju Satu Abad Kemerdekaan, Keadilan Sosial Masih Menjadi Tanda Tanya Besar

Redaksi by Redaksi
September 3, 2025
in Artikel
Reading Time: 3 mins read
0
Menuju Satu Abad Kemerdekaan, Keadilan Sosial Masih Menjadi Tanda Tanya Besar
592
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Rahmat Firman Hafrizal

Di tengah kota kolaborasi, dalam  kerumunan makhluk sosial, aku duduk sambil meneguk segelas kopi pahit khas Aceh. Berbicara banyak hal  dengan teman seperjuanganku, membahas berbagai isu panas yang baru-baru ini terjadi di bumi Indonesia, mulai dari isu politik, sosial, anarkisme, sampai bagaimana menciptakan pendidikan yang efektif pun kami bicarakan.

Ya, pendidikan. Pendidikan yang tidak lagi feodal, pengajar yang tertindas karena gaji yang kurang pantas, kesejahteraan guru dan segala macam permasalahan di dalamnya. Hematnya itu yang coba kami diskusikan.

Namun seketika aku tersentak oleh wanita paruh baya yang tiba-tiba berhadapan lurus denganku.  Wanita yang mungkin umurnya sudah menyentuh setengah abad lebih. Sambil menenteng sebuah alat musik dan keranjang kecil, wanita tua itu bernyanyi, berupaya menghibur kerumunan yang ada di dekatnya.

Lalu aku menghela nafas panjang dengan dilanjutkan mengambil sebatang rokok legal yang cukainya sudah lumayan mahal. Perlahan aku menghisap dan berfikir,  betapa kasihannya wanita setua itu harus menjalani kehidupan demikian, hanya untuk makan esok hari. Kenapa hal seperti ini masih juga belum selesai di umur negara yang sudah hampir satu abad?  Mengapa hal seperti ini pula masih ada di tengah glamournya kota kolaborasi saat ini?

Tidak lama aku kembali dikagetkan oleh salah satu temanku yang mengetuk pundakku pelan, dengan nada kecil dan sidikit menahan tangis ia berbicara “dimana keadilan sosial itu? Mengapa masih ada wanita setua itu yang menjalankan hari tuanya dengan cara begitu?, Apakah membeli mobil dinas yang mahal lebih penting dari pada melihat wanita tua itu bisa kenyang di esok hari?”  Sontak aku langsung menatap temanku pelan, sambil menyeruput lagi kopi yang mulai dingin di depanku.

“Begitulah,  terkadang kita punya banyak konsep sebelum kita menjadi pemimpin, namun gampang lupa ketika kita memimpin,” ucapku santai, seakan hal seperti ini sudah sangat sering terjadi.

Begitulah demokrasi berjalan, demokrasi tidak seutuhnya akan melahirkan sosok pemimpin yang memang bisa memimpin, sering orang yang tak paham kerap menduduki jabataan penting itu, yang dampaknya dirasakan oleh banyak kalangan proletar. Ini tentu menjadi salah satu cabang, atau bahkan akar dari masalah mengapa keadilan sosial tidak dirasakan oleh semua orang. 

Kemudian ada satu hal lain yang kiranya perlu ada dari seorang pemimpin yang bodoh dalam memimpin sekalipun, ialah rasa kemanusiaan. Mereka lebih memikirkan perut rakyat dari pada membeli mobil dinas mewah contohnya. 

Baca Juga

20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026

Tahun 1789-1799 di Perancis, itu menjadi pembelajaran bagi seluruh manusia, bahwasanya penting bagi seluruh pemimpin untuk peduli terhadap rakyat, memiliki rasa kemanusiaan dan bisa terus membangun untuk keberlangsungan rakyat. bukan hanya omong belaka, tapi juga harus ada bentuk implementasi nyata.

Tak terasa waktu di jam tanganku sudah menunjukkan pukul satu pagi, bergegas aku menghabiskan kopi yang hanya tersisa sedikit lagi, dan sebelum kami beranjak, temanku berjalan ke arah wanita paruh baya itu, mengambil beberapa rupiah di kantong jeans belakang, lalu memberikannya kepada wanita itu sambil tersenyum dan berkata “sehat-sehat ibu” dan wanita itupun tersenyum tipis dengan kerutan di ujung bibirnya.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 337x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 298x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 248x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 238x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 192x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare237Tweet148
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5
Puisi

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff
# Kebijakan Trump

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542
Artikel

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518
Artikel

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
Next Post

Ketika Wajah Perempuan Muncul di Tengah Demonstrasi: Potret Perjuangan dan Resistensi

HABA Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Desember 5, 2025
Majalah POTRET pun Penting dan Perlu Untuk Melihat Wajah Batin dan Spiritualitas Diri Kita

Tema Lomba Menulis Maret 2025

Maret 22, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    886 shares
    Share 354 Tweet 222
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    872 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com