POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Menuju Satu Abad Kemerdekaan, Keadilan Sosial Masih Menjadi Tanda Tanya Besar

RedaksiOleh Redaksi
September 3, 2025
Menuju Satu Abad Kemerdekaan, Keadilan Sosial Masih Menjadi Tanda Tanya Besar
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rahmat Firman Hafrizal

Di tengah kota kolaborasi, dalam  kerumunan makhluk sosial, aku duduk sambil meneguk segelas kopi pahit khas Aceh. Berbicara banyak hal  dengan teman seperjuanganku, membahas berbagai isu panas yang baru-baru ini terjadi di bumi Indonesia, mulai dari isu politik, sosial, anarkisme, sampai bagaimana menciptakan pendidikan yang efektif pun kami bicarakan.

Ya, pendidikan. Pendidikan yang tidak lagi feodal, pengajar yang tertindas karena gaji yang kurang pantas, kesejahteraan guru dan segala macam permasalahan di dalamnya. Hematnya itu yang coba kami diskusikan.

Namun seketika aku tersentak oleh wanita paruh baya yang tiba-tiba berhadapan lurus denganku.  Wanita yang mungkin umurnya sudah menyentuh setengah abad lebih. Sambil menenteng sebuah alat musik dan keranjang kecil, wanita tua itu bernyanyi, berupaya menghibur kerumunan yang ada di dekatnya.

Lalu aku menghela nafas panjang dengan dilanjutkan mengambil sebatang rokok legal yang cukainya sudah lumayan mahal. Perlahan aku menghisap dan berfikir,  betapa kasihannya wanita setua itu harus menjalani kehidupan demikian, hanya untuk makan esok hari. Kenapa hal seperti ini masih juga belum selesai di umur negara yang sudah hampir satu abad?  Mengapa hal seperti ini pula masih ada di tengah glamournya kota kolaborasi saat ini?

📚 Artikel Terkait

Reposisi Banda Aceh Menuju Kota Global

Kabut Alaska

The Obon Festival, Japan’s Ghost Festival

Framing Politik Penetapan Separatis Teroris di Papua oleh Pemerintah Sejak 2021: Antara Konflik, Ideologi, dan Keamanan Nasional (1)

Tidak lama aku kembali dikagetkan oleh salah satu temanku yang mengetuk pundakku pelan, dengan nada kecil dan sidikit menahan tangis ia berbicara “dimana keadilan sosial itu? Mengapa masih ada wanita setua itu yang menjalankan hari tuanya dengan cara begitu?, Apakah membeli mobil dinas yang mahal lebih penting dari pada melihat wanita tua itu bisa kenyang di esok hari?”  Sontak aku langsung menatap temanku pelan, sambil menyeruput lagi kopi yang mulai dingin di depanku.

“Begitulah,  terkadang kita punya banyak konsep sebelum kita menjadi pemimpin, namun gampang lupa ketika kita memimpin,” ucapku santai, seakan hal seperti ini sudah sangat sering terjadi.

Begitulah demokrasi berjalan, demokrasi tidak seutuhnya akan melahirkan sosok pemimpin yang memang bisa memimpin, sering orang yang tak paham kerap menduduki jabataan penting itu, yang dampaknya dirasakan oleh banyak kalangan proletar. Ini tentu menjadi salah satu cabang, atau bahkan akar dari masalah mengapa keadilan sosial tidak dirasakan oleh semua orang. 

Kemudian ada satu hal lain yang kiranya perlu ada dari seorang pemimpin yang bodoh dalam memimpin sekalipun, ialah rasa kemanusiaan. Mereka lebih memikirkan perut rakyat dari pada membeli mobil dinas mewah contohnya. 

Tahun 1789-1799 di Perancis, itu menjadi pembelajaran bagi seluruh manusia, bahwasanya penting bagi seluruh pemimpin untuk peduli terhadap rakyat, memiliki rasa kemanusiaan dan bisa terus membangun untuk keberlangsungan rakyat. bukan hanya omong belaka, tapi juga harus ada bentuk implementasi nyata.

Tak terasa waktu di jam tanganku sudah menunjukkan pukul satu pagi, bergegas aku menghabiskan kopi yang hanya tersisa sedikit lagi, dan sebelum kami beranjak, temanku berjalan ke arah wanita paruh baya itu, mengambil beberapa rupiah di kantong jeans belakang, lalu memberikannya kepada wanita itu sambil tersenyum dan berkata “sehat-sehat ibu” dan wanita itupun tersenyum tipis dengan kerutan di ujung bibirnya.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 69x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share4SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya

Ketika Wajah Perempuan Muncul di Tengah Demonstrasi: Potret Perjuangan dan Resistensi

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00