Dengarkan Artikel
Oleh Taufik
Setiap tahun ajaran baru, selalu membawa wajah-wajah penuh semangat ke dunia kampus. Di Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK) 2025 menjadi pintu masuk bagi 307 mahasiswa baru untuk memulai perjalanan akademik mereka.
Lebih dari sekadar seremonial, kegiatan ini adalah investasi awal dalam membentuk karakter dan integritas generasi muda.
Bagi sebagian masyarakat, PBAK sering dipandang hanya sebagai acara penyambutan atau rutinitas tahunan. Mahasiswa baru dikumpulkan, diberi pengarahan, lalu selesai. Namun sesungguhnya, PBAK jauh lebih penting dari itu. Ia adalah ruang perkenalan mahasiswa dengan dunia baru bernama “kampus” yang sangat berbeda dengan sekolah menengah.
Di sinilah mereka belajar tentang nilai-nilai akademik, tradisi intelektual, serta tanggung jawab moral sebagai calon intelektual muda. Pesan Dekan FDK, Prof. Kusmawati, untuk bijak menyaring informasi terasa sangat relevan. Kita hidup di zaman banjir informasi, di mana kabar benar dan bohong kerap bercampur di media sosial.
Mahasiswa harus kritis, mampu menimbang, dan berani menyaring. Kampus berperan sebagai “filter” sekaligus “laboratorium” bagi mereka untuk belajar cara berpikir yang lebih sistematis, rasional, dan mendalam.
Hal lain yang patut dicatat adalah pentingnya kegiatan di luar kelas. Dunia kampus tidak sebatas kuliah, ujian, dan skripsi. Organisasi mahasiswa, komunitas, dan kegiatan sosial adalah bagian integral dari pendidikan. Banyak tokoh lahir dari ruang-ruang ekstra kampus ini. Di sanalah mahasiswa belajar kepemimpinan, kerja sama, komunikasi, serta keberanian menghadapi tantangan. Mahasiswa yang melibatkan diri dalam aktivitas ini akan memperoleh pengalaman berharga yang memperkaya perjalanan akademiknya.
📚 Artikel Terkait
Dukungan alumni seperti Dr. Nasir Jamil juga menjadi bukti bahwa jejaring FDK terus hidup dan memberi manfaat. Ini penting bagi mahasiswa baru, mereka tidak berjalan sendirian. Ada teladan nyata dari senior yang telah lebih dulu melewati jalan yang sama. Alumni bukan sekadar simbol, tetapi jembatan inspirasi yang menunjukkan bahwa ilmu yang ditempuh di kampus memang bisa diimplementasikan dalam kehidupan nyata.
Dengan mengusung slogan “Mencetak Generasi Unggul, Berintegritas, dan Berdaya Saing,” FDK menegaskan arah pendidikannya. Unggul berarti berprestasi, berintegritas berarti berpegang pada nilai moral, dan berdaya saing berarti siap menghadapi tantangan global. Inilah tiga pilar yang harus dijalani mahasiswa sejak awal.
PBAK menjadi langkah pertama untuk menanamkan pilar-pilar itu agar tidak hanya menjadi jargon, tetapi benar-benar terwujud dalam perilaku mahasiswa sehari-hari.
Kegiatan PBAK tahun ini juga menunjukkan bahwa pendidikan tinggi bukan tujuan akhir, melainkan proses persiapan. Bagi mahasiswa baru, empat tahun ke depan akan menjadi periode penempaan diri yang menentukan. Di sinilah mereka belajar disiplin, kemandirian, serta cara menghadapi kegagalan dan bangkit kembali. Semua proses ini adalah bekal berharga yang kelak berguna bagi diri mereka sekaligus masyarakat.
Bagi khalayak umum, momentum seperti PBAK seharusnya dilihat lebih jauh daripada sekadar kegiatan kampus. Inilah salah satu bentuk ikhtiar perguruan tinggi dalam menyiapkan generasi penerus bangsa.
Pendidikan tinggi berperan membentuk karakter, moralitas, dan tanggung jawab sosial. Masyarakat pada akhirnya akan merasakan buah dari proses pendidikan ini, apakah generasi muda mampu menghadirkan solusi atau justru menambah masalah.
Oleh karena itu, dukungan semua pihak sangat dibutuhkan. Dosen, tenaga kependidikan, alumni, orang tua, hingga masyarakat luas, semuanya memiliki peran dalam mendampingi mahasiswa menjalani proses akademiknya. Pendidikan adalah kerja kolektif. Kampus menjadi salah satu ruangnya, sementara nilai-nilai yang dibawa mahasiswa berasal dari lingkungan yang lebih luas.
Pada akhirnya, PBAK hanyalah awal. Pintu gerbang itu kini telah terbuka bagi 307 mahasiswa baru FDK UIN Ar-Raniry. Pertanyaannya, apakah mereka siap melangkah lebih jauh untuk menulis kisah besar mereka sendiri? “Dari PBAK inilah kita belajar, bahwa setiap langkah kecil di kampus bisa menjadi awal perubahan besar bagi masyarakat di masa depan.”
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini





