POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

PBAK FDK 2025: Investasi Karakter Generasi Muda

RedaksiOleh Redaksi
August 29, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Taufik

Setiap tahun ajaran baru, selalu membawa wajah-wajah penuh semangat ke dunia kampus. Di Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK) 2025 menjadi pintu masuk bagi 307 mahasiswa baru untuk memulai perjalanan akademik mereka. 

Lebih dari sekadar seremonial, kegiatan ini adalah investasi awal dalam membentuk karakter dan integritas generasi muda.

Bagi sebagian masyarakat, PBAK sering dipandang hanya sebagai acara penyambutan atau rutinitas tahunan. Mahasiswa baru dikumpulkan, diberi pengarahan, lalu selesai. Namun sesungguhnya, PBAK jauh lebih penting dari itu. Ia adalah ruang perkenalan mahasiswa dengan dunia baru bernama “kampus” yang sangat berbeda dengan sekolah menengah. 

Di sinilah mereka belajar tentang nilai-nilai akademik, tradisi intelektual, serta tanggung jawab moral sebagai calon intelektual muda. Pesan Dekan FDK, Prof. Kusmawati, untuk bijak menyaring informasi terasa sangat relevan. Kita hidup di zaman banjir informasi, di mana kabar benar dan bohong kerap bercampur di media sosial. 

Mahasiswa harus kritis, mampu menimbang, dan berani menyaring. Kampus berperan sebagai “filter” sekaligus “laboratorium” bagi mereka untuk belajar cara berpikir yang lebih sistematis, rasional, dan mendalam.

Hal lain yang patut dicatat adalah pentingnya kegiatan di luar kelas. Dunia kampus tidak sebatas kuliah, ujian, dan skripsi. Organisasi mahasiswa, komunitas, dan kegiatan sosial adalah bagian integral dari pendidikan. Banyak tokoh lahir dari ruang-ruang ekstra kampus ini. Di sanalah mahasiswa belajar kepemimpinan, kerja sama, komunikasi, serta keberanian menghadapi tantangan. Mahasiswa yang melibatkan diri dalam aktivitas ini akan memperoleh pengalaman berharga yang memperkaya perjalanan akademiknya.

📚 Artikel Terkait

Perjuangan Tanpa Henti Sang Pengemis di Simpang Jambo Tape

Refleksi 2 Dekade Damai Aceh Antara GAM dan RI

Top dan Kekuatan Doa Ibu

Dana Riset Bukan Alat Membungkam Mahasiswa

Dukungan alumni seperti Dr. Nasir Jamil juga menjadi bukti bahwa jejaring FDK terus hidup dan memberi manfaat. Ini penting bagi mahasiswa baru, mereka tidak berjalan sendirian. Ada teladan nyata dari senior yang telah lebih dulu melewati jalan yang sama. Alumni bukan sekadar simbol, tetapi jembatan inspirasi yang menunjukkan bahwa ilmu yang ditempuh di kampus memang bisa diimplementasikan dalam kehidupan nyata.

Dengan mengusung slogan “Mencetak Generasi Unggul, Berintegritas, dan Berdaya Saing,” FDK menegaskan arah pendidikannya. Unggul berarti berprestasi, berintegritas berarti berpegang pada nilai moral, dan berdaya saing berarti siap menghadapi tantangan global. Inilah tiga pilar yang harus dijalani mahasiswa sejak awal. 

PBAK menjadi langkah pertama untuk menanamkan pilar-pilar itu agar tidak hanya menjadi jargon, tetapi benar-benar terwujud dalam perilaku mahasiswa sehari-hari.

Kegiatan PBAK tahun ini juga menunjukkan bahwa pendidikan tinggi bukan tujuan akhir, melainkan proses persiapan. Bagi mahasiswa baru, empat tahun ke depan akan menjadi periode penempaan diri yang menentukan. Di sinilah mereka belajar disiplin, kemandirian, serta cara menghadapi kegagalan dan bangkit kembali. Semua proses ini adalah bekal berharga yang kelak berguna bagi diri mereka sekaligus masyarakat.

Bagi khalayak umum, momentum seperti PBAK seharusnya dilihat lebih jauh daripada sekadar kegiatan kampus. Inilah salah satu bentuk ikhtiar perguruan tinggi dalam menyiapkan generasi penerus bangsa. 

Pendidikan tinggi berperan membentuk karakter, moralitas, dan tanggung jawab sosial. Masyarakat pada akhirnya akan merasakan buah dari proses pendidikan ini, apakah generasi muda mampu menghadirkan solusi atau justru menambah masalah.

Oleh karena itu, dukungan semua pihak sangat dibutuhkan. Dosen, tenaga kependidikan, alumni, orang tua, hingga masyarakat luas, semuanya memiliki peran dalam mendampingi mahasiswa menjalani proses akademiknya. Pendidikan adalah kerja kolektif. Kampus menjadi salah satu ruangnya, sementara nilai-nilai yang dibawa mahasiswa berasal dari lingkungan yang lebih luas.

Pada akhirnya, PBAK hanyalah awal. Pintu gerbang itu kini telah terbuka bagi 307 mahasiswa baru FDK UIN Ar-Raniry. Pertanyaannya, apakah mereka siap melangkah lebih jauh untuk menulis kisah besar mereka sendiri? “Dari PBAK inilah kita belajar, bahwa setiap langkah kecil di kampus bisa menjadi awal perubahan besar bagi masyarakat di masa depan.”

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 85x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 64x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share4SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
Merangkai Kata, Menghidupkan Rasa: Cipta Puisi & Wawasan Kebangsaan Republik Rakyat Literasi RRL Kreatif Menggetarkan Hati & Jiwa

Merangkai Kata, Menghidupkan Rasa: Cipta Puisi & Wawasan Kebangsaan Republik Rakyat Literasi RRL Kreatif Menggetarkan Hati & Jiwa

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00