POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Warisan Cinta dalam 289 HalamanUntuk Anak-cucuku

RedaksiOleh Redaksi
August 16, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Malika Dwi Ana

Harta benda, meski berharga, sering kali hanya bersifat sementara. Uang bisa saja habis, properti pun bisa rusak dan usang, juga barang berharga lainnya mungkin akan hilang seiring waktu. Namun, ada satu warisan yang tak lekang oleh zaman, yang mampu melintasi generasi dan menyentuh hati anak cucu, yakni tulisan. Sebuah buku, dengan setiap kata yang dipilih dengan penuh makna, adalah cerminan jiwa, pemikiran, dan cinta seorang penulis. Inilah alasan saya memilih untuk menulis—untuk meninggalkan warisan abadi (legacy) bagi mereka yang akan datang setelah saya.

Mengingat, tulisan adalah jembatan antara masa kini dan masa depan. Ketika saya menulis, saya tidak hanya mencurahkan pikiran, tetapi juga menanamkan nilai-nilai, mimpi, dan pelajaran hidup yang telah saya petik. Buku adalah kapsul waktu yang menyimpan esensi diri saya—cerita tentang kegagalan yang menguatkan, keberhasilan yang menginspirasi, dan cinta yang tak pernah pudar untuk anak-anak dan keluarga saya.

Bayangkan suatu hari, ketika saya sudah tiada, anak atau cucu saya memegang buku yang saya tulis. Mereka membaca kata-kata yang saya tulis dengan tangan penuh kasih, merasakan kehadiran saya melalui setiap barisnya. Mereka mungkin tersenyum membaca anekdot lucu tentang dunia politik atau menitikkan air mata saat memahami Indonesia yang kacau balau karena korupsi, yang mencuri masa depan anak-anak bangsa, negeri kaya raya yang kehilangan kedaulatannya, kehilangan banyak sumber daya alamnya, yang tersangkut utang menggunung, dan banyak kepentingan oligarki (gerombolan) orang kaya yang semena-mena. Dalam tulisan, saya akan terus hidup, berbicara kepada mereka, meski ruang dan waktu nantinya memisahkan.

Di dalam 289 halaman yang saya tulis, dengan angka; 17, 8, dan 19 (44 tulisan) yang saya tulis bersama Mas Agung Marsudi (45 tulisan), sebagai wujud perayaan HUT Indonesia, setiap kata adalah curahan hati seorang Malika—seorang ibu, seorang nenek, yang gelisah menyaksikan perpolitikan Indonesia. Bukan sekadar kritik, tetapi tangisan jiwa yang merindu keadilan, persatuan, kejujuran, kemerdekaan, kedaulatan, dan kebaikan untuk negeri ini. Ketika anak cucu saya kelak membaca buku ini, saya bertanya-tanya: apa yang akan bergema di hati mereka? Akankah mereka merasakan getar cinta dan luka yang saya tuang dalam setiap barisnya? Ini bukan hanya warisan tulisan, tetapi potongan hati saya untuk mereka—agar mereka mengenal saya, merasakan saya, dan melanjutkan harapan saya.

Buku ini bukan hanya tentang kegelisahan politik, tetapi tentang cinta yang tak pernah padam. Ibu ingin kalian tahu bahwa Indonesia adalah bagian dari darah kalian, seperti ia adalah bagian dari darah Ibu. Saya rungkepi negeri ini dengan setiap napas, dengan setiap doa, agar kalian tak pernah lupa akar kalian, perjuangan kalian, dan tanggung jawab kalian. Ketika kalian membaca, Ibu ingin kalian merasa api itu pmenyala di dada kalian—api untuk memperbaiki, untuk bersuara, untuk mencintai negeri ini seperti Ibu.

📚 Artikel Terkait

POTRET

Puasa dan Kuasa

Struktur Politik Republik Islam Iran

Siswa SDN Paya Laba Kluet Timur Raih Juara Satu OSN Tingkat Kabupaten Aceh Selatan

Mungkin kalian akan bertanya, “Bun, apakah kami sudah membuatmu bangga? Apakah Indonesia sudah seperti yang kau impikan?” Apapun jawabannya, ketahuilah bahwa kalian adalah mimpi Ibu yang mewujud. Jika carut marut politik masih tetap ada, ambillah suara kalian, menulislah, bersuaralah, dan lanjutkan perjuangan ini.

Ketika kalian membaca, rasakan Ibu menggenggam tangan kalian, berbisik dengan suara yang penuh rindu, “Kalian adalah Indonesiaku. Lanjutkan mimpiku, lanjutkan cintaku.”

Peluk buku ini erat-erat, karena itu adalah pelukan Ibu yang tak pernah usai. Bawa Indonesia di hati kalian, seperti juga Ibu membawanya. Dan ketahuilah, anak cucuku, bahwa cinta Ibu untuk kalian—dan untuk tanah tumpah darah kita—akan hidup selamanya, nganti tumekaning pati.

Warisan ini bukan harta yang bisa habis, tetapi hati yang terus hidup di setiap kata. Peluk buku ini, peluk Ibu, dan lanjutkan mimpi-betapa saya merindu Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur, atau tersenyum kecil saat saya ceritakan tentang diskusi di warung kopi, ketika saya dengan penuh semangat berdebat tentang harapan untuk negeri ini. Kalian akan merasakan saya, bukan hanya sebagai ibu atau nenek, tetapi sebagai seorang perempuan yang mencintai kalian dengan cara yang tak bisa diukur.

Buku ini bukan sekadar cerita tentang politik, tetapi tentang hati yang tak pernah menyerah. Saya ingin kalian tahu bahwa kegelisahan saya adalah bukti cinta saya. Saya menulis agar kalian tak pernah lupa; kalian adalah bagian dari cerita besar, dari perjuangan untuk keadilan, dari mimpi untuk Indonesia yang lebih baik. Ketika kalian membaca, saya ingin kalian merasa darah saya mengalir di nadi kalian—semangat saya, harapan saya, dan cinta saya. (MDA)

SorPapringan, 16 Agustus 2025

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 69x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya

Kemerdekaan Apalagi yang Kau Tanamkan?

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00