POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Kehancuran Ada Di Tangan Anak Bangsa

RedaksiOleh Redaksi
August 16, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh : Aisha Widyana
Siswa Kelas: XI SMK Negeri 1 Peusangan


Jurusan: Desain Komunikasi Visual

Awal mula hancurnya sebuah negara karena anak bangsanya sendiri. Anak bangsa yang melupakan perjuangan para pahlawan, sehingga bersikap semena-mena pada Pendidikan. Budaya malas telah menjadi makanan sehari-hari. Sehingga ada banyak sekali remaja Indonesia yang kehilangan minatnya terhadap belajar. Mereka terlalu sibuk dengan dunia maya.

Setiap saat hanya asik berselancar di media sosial. Sibuk membuat tren yang sedang ramai dibicarakan. Tidak kenal lelah dan waktu, hanya memikirkan kesenangan yang bersifat fana.

Masa depan tidak dipikirkan, tetapi untuk dilakukan. Kita bisa ke perpustakaan. Perpustakaan adalah akses untuk mendapatkan pengetahuan yang tak terbatas. Tempat kita mulai mengukir masa depan. Tetapi, itu hanya menjadi tempat singgah saat bolos pelajaran. Pergi ke sekolah hanya bentuk formalitas dan mendapatkan uang jajan. Bagi mereka, buku hanyalah sebuah benda mati yang tiada berarti. Mencoret, merobek, melempar, bahkan menginjaknya. Di manakah letaknya harga diri buku? Apakah ada yang peduli? Tidak. Meniatkannya saja mustahil.

Bahkan, para pahlawan rela gugur di medan perang. Bersimbah darah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Merebut kembali hak kita dari tangan penjajah, tanpa pamrih. Demi apa? Ya demi Indonesia Merdeka. Mereka berharap, kelak, anak bangsa Indonesia meneruskan perjuangan mereka, serta mendapatkan kehidupan yang layak di negerinya sendiri.

Namun, melihat kondisi Indonesia sekarang, sungguh memprihatikan. Pelajar tidak berminat lagi untuk belajar. Menganggap remeh pendidikan. Menyia-nyiakan ilmu yang didapat. Merasa malu ketika membuka buku. Mereka takut dijauhi teman karena belajar setiap saat, oleh karena itu, mereka merasa malas membaca buku. Tidak hanya membaca buku, bahkan sesuatu yang disuka pun tidak lagi dilakukan. Apa penyebabnya? Tentu saja karena malas.

Mengapa bisa seperti itu? Ini disebabkan karena ada berbagai faktor sehingga anak kehilangan minat belajarnya. Faktor internal (faktor yang timbul dari dalam diri anak itu sendiri) dan faktor eksternal (faktor yang berasal dari lingkungan sekitar).

📚 Artikel Terkait

Perempuan Perkasa

Masyarakat Beutong Ateuh Banggalang Kecewa Terhadap Sikap Plt Gubernur Aceh

Kemenangan Miss Universe: Satu Dekade Advokasi dan Figur Inspiratif

Gerimis Malam ini

Faktor internal:


Rendahnya motivasi belajar. Kurangnya rasa percaya diri, anak merasa takut gagal atau tidak mampu sehingga enggan untuk mencoba. Anak sering merasa rendah pada kemampuannya sendiri. Mereka tidak sadar bahwa setiap anak pasti memiliki suatu hal yang unik dalam dirinya masing-masing. Itulah yang disebut perbedaan kemampuan.

Faktor eksternal:


Lingkungan belajar yang tidak mendukung. Seperti kekurangan fasilitas dan sumber belajar dapat menghambat proses pembelajaran. Kurangnya dukungan dari orang tua. Sering terjadi konflik dalam keluarga. Masalah di rumah dapat mengganggu konsentrasi dan semangat belajar.

Memiliki masalah dengan teman atau guru. Ini juga dapat memicu gangguan konsentrasi dari anak, sehingga menyebabkan anak stres dan frustasi. Selanjutnya penggunaan teknologi yang tidak terkontrol dan berlebihan. Jangankan anak-anak, orang dewasa pun, sering keliru menggunakannya. Seperti gawai, akan menjadi masalah jika digunakan ke arah yang negatif.

Contoh penggunaan negatif seperti bermain judi online, membuat tren velocity, menyebarkan berita-berita hoaks, ujaran kebencian di media sosial, dan juga pemborosan waktu dengan menggulir media sosial selama berjam-jam tanpa manfaat yang jelas.

Kita sering melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat dalam kehidupan kita. Jika negara sudah Merdeka, sekarang coba tanyakan pada diri sendiri “sudahkah aku merdeka?”

Adapun solusi agar Indonesia tidak hancur di tangan anak bangsa adalah menanamkan pendidikan karakter sejak dini, meningkatkan kualitas pendidikan, generasi muda harus dibimbing untuk menggunakan teknologi dengan bijak. Selain itu, pemerintah perlu menyediakan ruang berkarya dan lapangan kerja agar anak bangsa dapat berkonstribusi positif. Dengan dukungan keteladanan dari pemimpin, Indonesia akan tetap kuat dan maju.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 84x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 64x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share4SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

Ragam Pesan Sarat Makna pada Acara PAKARMARU 2025 Fakultas Pertanian USK, Banda Aceh

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00