POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Rumus yang Tak Pernah Selesai

RedaksiOleh Redaksi
August 12, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Hoesna


Hidup, bagiku, selalu seperti buku matematika yang tebalnya tak habis-habis. Sejak kecil, aku terbiasa menuliskan angka, mencari pola, menemukan jawaban. Matematika membuatku percaya bahwa dunia ini tertib; dua tambah dua selalu empat, garis sejajar tak akan pernah bertemu, dan setiap soal punya satu jawaban pasti.


Tapi itu sebelum aku mengenalmu.
Pertemuan kita seperti coretan tinta di tepi buku pelajaran—tak masuk rumus, tapi entah bagaimana justru membuat halaman itu hidup. Di hadapanmu, semua teorema yang kukenal runtuh satu per satu.


“Manusia bukanlah matematika yang bisa dijelaskan secara logika,” katamu suatu sore, ketika hujan menitik di luar jendela. Kata-katamu membuatku terdiam. Aku terbiasa menyelesaikan masalah dengan kepala, tapi sejak bersamamu, aku dipaksa belajar menggunakannya dengan hati.


Kamu adalah soal yang kutemui di lembar terakhir ujian—rumit, penuh tanda tanya, tapi justru membuatku ingin mencoba berulang kali. Aku menambahkan perhatian, mengurangi jarak, mengalikan doa, bahkan mencoba membagi bebanmu. Namun hasilnya selalu sama: kamu tetap satu, utuh, tak terbagi.

📚 Artikel Terkait

Besarnya Pengaruh COVID-19 Terhadap Sektor Perdagangan Di Masa Pandemi

Pameran Tunggal Sketsa Batu Nisan Aceh: Menguak Jejak Sejarah Lewat Batee Jeurat

Menanti Pagi

Ketika Manusia Dianggap Tak Lagi Perlu, AI Mengambil Alih


“Esensi matematika terletak pada kebebasannya,” ucapmu suatu malam, ketika kita membicarakan cita-cita. Saat itu aku sadar, bahkan matematika yang paling ketat pun memberi ruang untuk kebebasan berpikir. Begitu pula dirimu—tak bisa dimiliki sepenuhnya, tapi bisa dinikmati kehadirannya.


Ada kalanya aku mencoba menjelaskan rasaku dengan logika, tapi selalu gagal. “Cinta itu soal hati, bukan soal fisika ataupun soal matematika,” katamu, sambil menatap bintang. Dan aku percaya. Cinta bukan persamaan linear yang bisa diuraikan langkah demi langkah. Ia lebih mirip integral tak tentu: sulit dipecahkan, penuh kemungkinan, dan tak semua jawabannya bisa dibuktikan.


Kamu seperti rumus yang tak bisa dihafal—bukan karena sulit, tapi karena harus dipahami dengan rasa. Dan aku, yang dulu terbiasa menghafal pola, kini belajar menulis tanpa kalkulator, menghitung dengan intuisi.
Suatu kali kamu bertanya, “Kalau aku hilang, apakah kamu akan tetap mencariku?” Aku ingin menjawab ya tanpa ragu. Tapi aku ingat satu hal: hati manusia tidak seperti soal matematika yang punya satu jawaban tepat.

Cinta bisa bertahan, tapi bisa juga lenyap dihapus waktu.
Hari itu akhirnya datang. Kita duduk di bangku taman, saling diam. Angin sore membawa aroma perpisahan yang tak perlu diucapkan. Kamu berkata, “Cinta bukanlah ilmu matematika. Tidak perlu penjelasan rasional dan rumus untuk menjabarkannya.” Lalu kamu pergi, meninggalkan aku dengan buku catatan yang penuh coretan tak selesai.


Sejak itu, aku memandang hidup bukan lagi sebagai buku matematika, tapi sebagai kumpulan teka-teki tanpa kunci jawaban. Kamu adalah salah satunya—rumit, indah, dan sepenuhnya bebas.


Dan mungkin, di situlah letak segalanya: beberapa soal memang tidak diciptakan untuk dijawab. Mereka hanya ada untuk mengajarkan kita betapa indahnya proses memahami, meski tak pernah benar-benar mengerti. Kamu adalah rumus yang tak pernah selesai kupecahkan. Dan aku… adalah murid yang tak pernah lelah mencoba…

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Anak Tuli dan Buta yang Berhasil Menjadi Penulis Terkenal

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00