POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home #Cerpen

Rumus yang Tak Pernah Selesai

Redaksi by Redaksi
Agustus 12, 2025
in #Cerpen, Kumpulan cerpen
0
Rumus yang Tak Pernah Selesai - 2025 08 12 14 27 17 | #Cerpen | Potret Online

Oleh Hoesna


Hidup, bagiku, selalu seperti buku matematika yang tebalnya tak habis-habis. Sejak kecil, aku terbiasa menuliskan angka, mencari pola, menemukan jawaban. Matematika membuatku percaya bahwa dunia ini tertib; dua tambah dua selalu empat, garis sejajar tak akan pernah bertemu, dan setiap soal punya satu jawaban pasti.


Tapi itu sebelum aku mengenalmu.
Pertemuan kita seperti coretan tinta di tepi buku pelajaran—tak masuk rumus, tapi entah bagaimana justru membuat halaman itu hidup. Di hadapanmu, semua teorema yang kukenal runtuh satu per satu.

Baca Juga
  • Rumus yang Tak Pernah Selesai - 1001063250_11zon | #Cerpen | Potret Online
    #Cerpen
    Trio Buron Menertawakan KPK Usai Dipermalukan Prabowo
    27 Nov 2025
  • 02
    #Cerpen
    Saat Mentari Menunggu
    26 Jul 2025


“Manusia bukanlah matematika yang bisa dijelaskan secara logika,” katamu suatu sore, ketika hujan menitik di luar jendela. Kata-katamu membuatku terdiam. Aku terbiasa menyelesaikan masalah dengan kepala, tapi sejak bersamamu, aku dipaksa belajar menggunakannya dengan hati.


Kamu adalah soal yang kutemui di lembar terakhir ujian—rumit, penuh tanda tanya, tapi justru membuatku ingin mencoba berulang kali. Aku menambahkan perhatian, mengurangi jarak, mengalikan doa, bahkan mencoba membagi bebanmu. Namun hasilnya selalu sama: kamu tetap satu, utuh, tak terbagi.

Baca Juga
  • Rumus yang Tak Pernah Selesai - 8644bb2e dc66 415e aaab b72f88ea8434 | #Cerpen | Potret Online
    #Cerpen
    Laki-Laki dari Tanah Zamrud
    10 Mar 2026
  • Rumus yang Tak Pernah Selesai - IMG_8731 | #Cerpen | Potret Online
    #Cerpen
    Dari Kampung yang Terisolasi, Cinta Tetap Sampai
    30 Des 2025


“Esensi matematika terletak pada kebebasannya,” ucapmu suatu malam, ketika kita membicarakan cita-cita. Saat itu aku sadar, bahkan matematika yang paling ketat pun memberi ruang untuk kebebasan berpikir. Begitu pula dirimu—tak bisa dimiliki sepenuhnya, tapi bisa dinikmati kehadirannya.


Ada kalanya aku mencoba menjelaskan rasaku dengan logika, tapi selalu gagal. “Cinta itu soal hati, bukan soal fisika ataupun soal matematika,” katamu, sambil menatap bintang. Dan aku percaya. Cinta bukan persamaan linear yang bisa diuraikan langkah demi langkah. Ia lebih mirip integral tak tentu: sulit dipecahkan, penuh kemungkinan, dan tak semua jawabannya bisa dibuktikan.

Baca Juga
  • Rumus yang Tak Pernah Selesai - IMG_9775 | #Cerpen | Potret Online
    #Cerpen
    Kisah Cinta Di Bumi Aceh
    06 Feb 2026
  • Rumus yang Tak Pernah Selesai - users_477a7f8f 49cb 4d45 b370 8abaf854d446_generated_ada6b819 44bc 40b6 9680 01bc277eee46_generated_video mp4 image | #Cerpen | Potret Online
    Cerpen
    Pergi dan Kembali
    14 Mar 2026


Kamu seperti rumus yang tak bisa dihafal—bukan karena sulit, tapi karena harus dipahami dengan rasa. Dan aku, yang dulu terbiasa menghafal pola, kini belajar menulis tanpa kalkulator, menghitung dengan intuisi.
Suatu kali kamu bertanya, “Kalau aku hilang, apakah kamu akan tetap mencariku?” Aku ingin menjawab ya tanpa ragu. Tapi aku ingat satu hal: hati manusia tidak seperti soal matematika yang punya satu jawaban tepat.

Cinta bisa bertahan, tapi bisa juga lenyap dihapus waktu.
Hari itu akhirnya datang. Kita duduk di bangku taman, saling diam. Angin sore membawa aroma perpisahan yang tak perlu diucapkan. Kamu berkata, “Cinta bukanlah ilmu matematika. Tidak perlu penjelasan rasional dan rumus untuk menjabarkannya.” Lalu kamu pergi, meninggalkan aku dengan buku catatan yang penuh coretan tak selesai.


Sejak itu, aku memandang hidup bukan lagi sebagai buku matematika, tapi sebagai kumpulan teka-teki tanpa kunci jawaban. Kamu adalah salah satunya—rumit, indah, dan sepenuhnya bebas.


Dan mungkin, di situlah letak segalanya: beberapa soal memang tidak diciptakan untuk dijawab. Mereka hanya ada untuk mengajarkan kita betapa indahnya proses memahami, meski tak pernah benar-benar mengerti. Kamu adalah rumus yang tak pernah selesai kupecahkan. Dan aku… adalah murid yang tak pernah lelah mencoba…

Previous Post

Slow Productivity

Next Post

Anak Tuli dan Buta yang Berhasil Menjadi Penulis Terkenal

Next Post
Rumus yang Tak Pernah Selesai - 2025 08 12 18 38 43 | #Cerpen | Potret Online

Anak Tuli dan Buta yang Berhasil Menjadi Penulis Terkenal

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah