Oleh: Novita Sari Yahya Pagi di kota itu selalu datang bersama deru kendaraan dan kilau kaca gedung tinggi. Matahari memantul...
Read moreDetailsOleh: Novita Sari Yahya Sore itu rumah terasa tenang. Angin bergerak pelan dari jendela ruang tamu yang terbuka setengah. Cahaya...
Read moreDetailsOleh Hoesna Hidup, bagiku, selalu seperti buku matematika yang tebalnya tak habis-habis. Sejak kecil, aku terbiasa menuliskan angka, mencari pola,...
Read moreDetailsOleh Hendriyatmoko Guru SMK Muda Cepu dan Anggota Satupena Kabupaten Blora Namaku Heru. Sejak SMA, hidupku tak pernah lepas dari...
Read moreDetailsOleh HendriyatmokoGuru SMK Muda Cepu dan Anggota Satupena Kabupaten Blora Malam itu, kota kecil di kaki gunung Merbabu baru saja...
Read moreDetailsOleh Hendriyatmoko Guru SMK Muda Cepu dan (Anggota Satupena Kabupaten Blora) Matahari sudah sepenggalah saat Lena selesai membantu ibunya memanen...
Read moreDetailsOleh HendriyatmokoGuru SMK Muda Cepu dan Anggota Satupena Blora Langit sore itu kelabu, seperti hatinya. Angin meniup ranting-ranting basah, membuat...
Read moreDetailsOleh Hendriyatmoko(Guru SMK Muda Cepu dan Anggota Satupena Blora) Ronald menatap jendela ruang kerjanya yang dibasahi hujan. Sudah larut, namun...
Read moreDetailsOleh Luhur Susilo “Mangun Kusumo Jati”(Guru Bahasa Indonesia SMPN 1 Sambong, Blora) “Pakne, Parno anakmu besok akan rekreasi. Uang saku...
Read moreDetailsOleh Afridal Darmi Aku mengenal Agam lebih lama dari siapa pun. Sejak kecil, kami tumbuh bersama, berbagi mimpi, dan menghafal...
Read moreDetails