• Latest
Aceh Selatan: Kaya Potensi, Tapi Terjebak dalam Ketertinggalan yang Sistemik

Kemerdekaan Hanya Sebuah Seremoni: Kita Masih Dijajah oleh Bangsa Sendiri”

Agustus 7, 2025
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Kemerdekaan Hanya Sebuah Seremoni: Kita Masih Dijajah oleh Bangsa Sendiri”

Rivaldiby Rivaldi
Agustus 8, 2025
Reading Time: 2 mins read
Aceh Selatan: Kaya Potensi, Tapi Terjebak dalam Ketertinggalan yang Sistemik
609
SHARES
3.4k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Rivaldi

Setiap tahun, sangsaka merah putih berkibar megah. Lagu kebangsaan Indonesia Raya menggema di berbagai pelosok negeri. Upacara sakral digelar, penuh dengan rasa haru dan kebanggaan. Tapi setelah itu, apa? Apakah kita benar-benar merdeka?

Kemerdekaan seolah hanya menjadi rutinitas tahunan. Sebuah seremoni simbolik tanpa makna yang benar-benar membumi. Kita menyanyikan lagu “Indonesia Raya”, tetapi tak sedikit rakyat yang masih hidup dalam keterpurukan—miskin, terpinggirkan, dan tak dianggap.

Kita bilang sudah tidak dijajah bangsa asing, tapi banyak di antara kita masih dijajah oleh sistem yang dibangun oleh bangsa sendiri—oleh birokrasi yang korup, hukum yang tumpul ke atas tapi tajam ke bawah, pendidikan yang mahal, lapangan kerja yang sempit, hingga pelayanan publik yang diskriminatif.

Kita dijajah oleh janji-janji kosong para elite, oleh regulasi yang hanya menguntungkan segelintir orang, oleh kapitalisme yang membunuh keadilan sosial. Bahkan suara rakyat pun sering kali dibungkam atas nama stabilitas dan keamanan.

Bukankah itu bentuk penjajahan? Hanya saja kali ini bukan dengan senjata, tapi dengan kebijakan. Bukan oleh orang asing, tapi oleh bangsa sendiri.

Jika begitu, untuk siapa sebenarnya kemerdekaan ini? Apakah kemerdekaan hanya milik mereka yang punya jabatan dan uang? Apakah rakyat kecil hanya diminta untuk berdiri tegak dan di jemur di dalam teriknya matahari di setiap 17 Agustus tanpa pernah benar-benar merasakan arti merdeka?

Baca Juga

db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026

Maka, selagi rakyat masih tertindas oleh ketidakadilan sistemik, kemerdekaan sejati belum kita miliki. Kemerdekaan yang sesungguhnya bukan hanya tentang bebas dari penjajahan fisik, tapi juga tentang keberpihakan negara kepada rakyatnya sendiri.

Dan selama itu belum terwujud, 17 Agustus hanyalah seremoni. Sebuah pertunjukan tahunan yang menutupi luka-luka yang belum sembuh.

Kami tidak anti dengan nasionelisme tapi miris melihat umur indonesia yang hampir masuk 80 tahun kemerdekaan itu hanya sebatas janji dan omongan kosong, dengan segala bukti dan rakyat yang masih berhampuran lapar dan tempat tinggal yang belum layak, maka bagi kami negri ini belum merdeka, negri ini masih dalam nuansa penjajahan.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 344x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 306x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 256x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 251x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 196x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Rahasia Di Balik Pulau Terpencil

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com