POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Awal Mula Kehancuran Pelajar Indonesia

RedaksiOleh Redaksi
August 5, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh: Naura Safira

Siswi SMAN 3 BIREUEN 

________________________

Pembullian, Judi online, dan Geng Motor di kalangan pelajar saat ini benar-benar membuat miris, dimana judi sudah dianggap hal yang wajar di kalangan mereka, bahkan banyak dari mereka yang menganggap judi sebagai pintu dari kekayaan, bukan sebagai hal haram yang haram dihindari.

Sedangkan pembullyan dan geng motor liar sudah tidak asing didengar pada masa kini. Pelaku bully masih sering berlindung di balik kata “bercanda”,. Sampai saat ini saya belum benar-benar melihat seorang pembully itu jera sepenuhnya, malahan setelah ketahuan membully, mereka akan kembali membully korban secara parah dengan dalih balas dendam. Lantas apa penyebab hal itu terjadi?

📚 Artikel Terkait

KISAH CINTAKU

Kyai Tiga Kitab

Guru

Tgk. Joel Buloh Guru MTsN 6 Aceh Utara Penulis 10 Buku Bergabung Ke PGRI

Penyebab utamanya adalah pergaulan bebas. Lalu kurangnya perhatian dari orang tua, dan sifat sok jagoan ataupun feodalisme. Mereka mengikuti geng motor karena menganggap itu keren, merusuh di mana mana, memukuli orang yang mereka tidak suka, dan haus akan cap jagoan.

Lalu dari pengamatan saya, alasan mereka berjudi adalah untuk mendapatkan uang secara instan dan menganggap judi sebagai pintu dari kekayaan, disertai dengan hasutan dari orang yang sudah lebih dulu berjudi, tidak jarang pula mereka tertarik dengan iklan judi yang sering muncul di gadget mereka.

Jadi, faktor banyaknya pelajar yang terjerat pembullyan, Judol dan geng motor liar adalah karena orang tua yang masih kurang mengawasi anaknya serta kurangnya perhatian orang tua kepada anak, kurangnya literasi dan kesadaran terhadap dampak buruk dari hal yang mereka lakukan juga menjadi faktor penting. Keinginan untuk menjadi kaya secara instan, serta kurangnya aksi nyata dari penegak hukum yang membuat mereka jera, ikut berkintribusi.

Jika hal ini terus berlanjut, maka akan sangat berdampak buruk bagi generasi Indonesia ke depannya, di mana geng motor liar dianggap keren, judi dianggap sebagai pintu kekayaan dan bully sebagai candaan semata. Hal ini jelas akan merusak moral bangsa.

Oleh sebab itu, realitas ini harus disikapi dan diantisipasi. Harus ada upaya untuk mengatasi hal ini.

Nah, hal yang harus dilakukan adalah memberi pengawasan dan perhatian yang cukup kepada anak. Orang tua harus lebih peduli terhadap apa yang dilakukan oleh anaknya di luar sana, kemudian masyarakat dan juga penegak hukum  harus memberikan sanksi yang sepadan kepada pelaku, agar pelaku jera dan remaja-remaja yang lain tidak berani mengikuti langkah yang diambil oleh pelaku.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 85x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 64x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share7SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

Perempuan Desa

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00