Dengarkan Artikel
Oleh: Naura Safira
Siswi SMAN 3 BIREUEN
________________________
Pembullian, Judi online, dan Geng Motor di kalangan pelajar saat ini benar-benar membuat miris, dimana judi sudah dianggap hal yang wajar di kalangan mereka, bahkan banyak dari mereka yang menganggap judi sebagai pintu dari kekayaan, bukan sebagai hal haram yang haram dihindari.
Sedangkan pembullyan dan geng motor liar sudah tidak asing didengar pada masa kini. Pelaku bully masih sering berlindung di balik kata “bercanda”,. Sampai saat ini saya belum benar-benar melihat seorang pembully itu jera sepenuhnya, malahan setelah ketahuan membully, mereka akan kembali membully korban secara parah dengan dalih balas dendam. Lantas apa penyebab hal itu terjadi?
📚 Artikel Terkait
Penyebab utamanya adalah pergaulan bebas. Lalu kurangnya perhatian dari orang tua, dan sifat sok jagoan ataupun feodalisme. Mereka mengikuti geng motor karena menganggap itu keren, merusuh di mana mana, memukuli orang yang mereka tidak suka, dan haus akan cap jagoan.
Lalu dari pengamatan saya, alasan mereka berjudi adalah untuk mendapatkan uang secara instan dan menganggap judi sebagai pintu dari kekayaan, disertai dengan hasutan dari orang yang sudah lebih dulu berjudi, tidak jarang pula mereka tertarik dengan iklan judi yang sering muncul di gadget mereka.
Jadi, faktor banyaknya pelajar yang terjerat pembullyan, Judol dan geng motor liar adalah karena orang tua yang masih kurang mengawasi anaknya serta kurangnya perhatian orang tua kepada anak, kurangnya literasi dan kesadaran terhadap dampak buruk dari hal yang mereka lakukan juga menjadi faktor penting. Keinginan untuk menjadi kaya secara instan, serta kurangnya aksi nyata dari penegak hukum yang membuat mereka jera, ikut berkintribusi.
Jika hal ini terus berlanjut, maka akan sangat berdampak buruk bagi generasi Indonesia ke depannya, di mana geng motor liar dianggap keren, judi dianggap sebagai pintu kekayaan dan bully sebagai candaan semata. Hal ini jelas akan merusak moral bangsa.
Oleh sebab itu, realitas ini harus disikapi dan diantisipasi. Harus ada upaya untuk mengatasi hal ini.
Nah, hal yang harus dilakukan adalah memberi pengawasan dan perhatian yang cukup kepada anak. Orang tua harus lebih peduli terhadap apa yang dilakukan oleh anaknya di luar sana, kemudian masyarakat dan juga penegak hukum harus memberikan sanksi yang sepadan kepada pelaku, agar pelaku jera dan remaja-remaja yang lain tidak berani mengikuti langkah yang diambil oleh pelaku.
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






