POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Teuku Markam Saudagar Aceh Penyumbang Emas di Puncak Monas

RedaksiOleh Redaksi
July 23, 2025
Teuku Markam Saudagar Aceh Penyumbang Emas di Puncak Monas
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Hamdani Mulya


Guru SMAN 1 Lhokseumawe, Pemerhati Sejarah, dan Pegiat Literasi di Forum Penulis Aceh


Kisah pembangunan Monumen Nasional (Monas) sebagai lambang kemerdekaan dan kebesaran bangsa Indonesia tidak lepas dari peran serta berbagai pihak, termasuk para putra daerah yang memiliki jiwa patriotisme tinggi. Salah satu nama yang kerap disebut dalam kontribusi material untuk kemegahan Monas, khususnya lapisan emas pada lidah apinya, adalah Teuku Markam, seorang saudagar kaya raya asal Aceh.


a. Siapakah Teuku Markam?


Teuku Markam lahir sekitar tahun 1925 di Seuneudon, Aceh Utara, dan wafat tahun 1985 adalah seorang pengusaha sukses berdarah Aceh. Sejak muda, ia telah menunjukkan bakat dalam berbisnis. Setelah Indonesia merdeka, ia merantau dan mengembangkan usahanya di berbagai bidang, mulai dari ekspor-impor komoditas hingga konstruksi dan perkapalan.


Pada era pemerintahan Presiden Soekarno, Teuku Markam dikenal sebagai salah satu pengusaha pribumi yang dekat dengan lingkaran kekuasaan dan mendapatkan kepercayaan untuk mengelola berbagai proyek vital. Ia mendirikan PT Karkam yang bergerak di banyak sektor dan berhasil mengumpulkan kekayaan yang signifikan. Kedekatannya dengan Soekarno didasari oleh kesamaan visi dalam membangun bangsa yang mandiri dan berdaulat.


b. Sumbangan Emas untuk Monas


Pembangunan Monas, yang dimulai pada 17 Agustus 1961, merupakan salah satu proyek mercusuar Presiden Soekarno yang bertujuan untuk menjadi pengingat abadi perjuangan kemerdekaan Indonesia. Salah satu elemen paling ikonik dari Monas adalah lidah api di puncaknya yang dilapisi emas murni, melambangkan semangat perjuangan yang tak pernah padam.

📚 Artikel Terkait

Menanam Iman di Lumpur dan Gambut

Pendidikan Memerdekakan – Ulasan Artikel

TANGIS dan DOA untuk GAZA

Sarana dan Prasarana Sekolah; Fondasi Utama Pendidikan Berkualitas


Dalam proses pengadaan emas untuk lidah api tersebut, Teuku Markam disebut-sebut memberikan sumbangan yang sangat besar. Dari total berat emas yang melapisi lidah api Monas (awalnya sekitar 35-38 kg, kemudian ditambah hingga sekitar 50 kg), Teuku Markam dikabarkan menyumbangkan emas seberat 28 kilogram.


Sumbangan ini merupakan wujud nyata dari patriotisme dan dukungannya terhadap visi Presiden Soekarno. Sebagai seorang pengusaha sukses, Teuku Markam merasa terpanggil untuk berkontribusi dalam pembangunan simbol nasional yang akan menjadi kebanggaan seluruh rakyat Indonesia. Kontribusi ini tidak hanya berbentuk materi, tetapi juga menunjukkan kepercayaan dan dukungan moral kepada pemerintah saat itu.


Sumber emas yang disumbangkan Teuku Markam seringkali dikaitkan dengan kekayaan pribadinya dan hasil dari usaha-usaha yang dikelolanya melalui PT Karkam. Kedermawanannya ini sejalan dengan tradisi masyarakat Aceh yang dikenal gigih dalam berjuang dan murah hati dalam bersedekah, terutama untuk kepentingan umum dan agama.


c. Nasib Tragis di Akhir Hayat


Sayangnya, nasib Teuku Markam berubah drastis setelah pergantian rezim ke Orde Baru. Ia dituduh terlibat dalam berbagai kegiatan yang dianggap merugikan negara dan dekat dengan rezim lama. Akibatnya, Teuku Markam dipenjara tanpa proses pengadilan yang adil selama bertahun-tahun, sekitar tahun 1966 hingga 1974. Seluruh aset perusahaan dan kekayaan pribadinya pun disita oleh negara.


Setelah dibebaskan, Teuku Markam hidup dalam kondisi yang jauh berbeda dari masa kejayaannya. Meskipun demikian, namanya tetap terukir dalam sejarah sebagai salah satu putra bangsa yang memberikan kontribusi signifikan bagi pembangunan Monas.


d. Warisan dan Pengakuan


Meskipun kontroversi dan tuduhan menyelimuti akhir hidupnya, sumbangan Teuku Markam berupa emas untuk lidah api Monas tetap menjadi bagian dari narasi sejarah pembangunan monumen tersebut. Kisah ini menjadi pengingat bahwa di balik kemegahan Monas, ada jerih payah dan kemurahan hati dari berbagai anak bangsa, termasuk seorang saudagar Aceh yang patriotik.


Sumbangan emas dari Teuku Markam menjadi simbol bagaimana kekayaan yang dimiliki dapat diarahkan untuk kepentingan bangsa dan negara, serta menjadi warisan abadi yang dapat disaksikan oleh generasi penerus. Ini juga merefleksikan kontribusi Aceh yang tidak hanya berupa perjuangan fisik, tetapi juga dukungan material dalam menegakkan dan mengisi kemerdekaan Republik Indonesia.


Hingga kini, lidah api Monas yang berkilauan emas terus menjadi saksi bisu kemurahan hati Teuku Markam, seorang putra Aceh yang cintanya pada Indonesia diwujudkan dalam bentuk sumbangan nyata untuk simbol kebanggaan nasional.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 77x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 69x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share5SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya
Memaknai Kekhususan Hari Jum’at

Abu Muhammad Zamzami; Ulama Kharismatik Aceh Besar yang Istiqamah

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00