POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

“Janji Nikah” di Ujung Nafsu

RedaksiOleh Redaksi
July 23, 2025
“Janji Nikah” di Ujung Nafsu
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Ini lanjutan kisah pengasuh pondok pesantren yang jadi predator anak. Hal terbaru, si kiyai untuk menutup dosanya, mau menikahi tiga santriwati yang telah direguknya. Simak kisahnya sambil seruput kopi liberika, wak!

Di negeri yang katanya penuh iman, pernikahan sering dianggap seperti air zamzam, bisa menyucikan apa saja, bahkan jika sebelumnya tangan itu dipakai mencemari masa depan anak manusia.

Itulah yang terjadi di sebuah pondok pesantren di Sungai Belidak, Kubu Raya.

Tiga santri, masih belia, masih ingusan, masih bercita-cita menjadi penghafal Quran atau guru ngaji, justru harus menjadi korban. Bukan korban perang, bukan korban kemiskinan. Tapi korban dari janji manis bertudung syariah, “Bapak nikahi nanti.”

Kalimat itu diucapkan oleh NK, seorang pemimpin pondok pesantren, guru spiritual, sosok yang seharusnya membimbing. Tapi ternyata, ia hanya menggunakan jubah keagamaan sebagai pembungkus nafsu purba. Ia tidak merayu dengan rayuan murahan ala pujangga cinta, tapi dengan dalil-dalil manipulatif, disusupi ayat, diselipkan hadis, dikemas syar’i.

Lalu, santriwati yang masih polos itu? Mereka percaya. Karena dari kecil mereka diajari, “Kalau sudah dinikahi, halal. Kalau sudah halal, ridho Allah pun turun.”

Di sinilah letak tragedinya.

Pernikahan, yang seharusnya sakral, berubah menjadi tameng. Sebuah lem perekat dosa yang dianggap ampuh. Bahkan di luar sana, masih ada yang berkomentar, “Yah, mungkin pelaku memang berniat nikahi, jadi jangan digoreng berlebihan.”

📚 Artikel Terkait

🚩🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

Prestasi Diraih SMKN 1 Teunom Selama Tahun 2023.

Perempuan, Berekspresilah dengan Alam Semesta

Perjalanan

Ini bukan soal nikah. Ini soal kekuasaan.

Kekuasaan atas tubuh dan pikiran anak-anak yang belum selesai memahami dunia. Kekuasaan yang dibungkus tafsir agama sepihak. Karena di negeri ini, sering kali yang lebih tua, lebih pintar agama, lebih lantang bicara Tuhan, berhak menyetir logika dan menggiring moral.

Pernikahan? Telah menjadi kata suci yang bisa membungkam polisi, memadamkan empati, dan menyulap predator jadi pahlawan.

Bayangkan, wak! Jika kasus ini tidak terungkap. NK mungkin benar-benar menikahi salah satu korban. Lalu hidup “bahagia”, membuka pengajian, dan berceramah soal akhlak di TV lokal. Sementara trauma korban hanya dianggap fase, ujian, ladang pahala.

Inilah saatnya kita mengoreksi, nikah bukan pelindung dosa. Pernikahan bukan spons untuk menyeka kebejatan. Menikahi korban kejahatan seksual bukan solusi, tapi justru penegasan kekuasaan pelaku atas korban, kini secara legal.

Jika kita masih diam, besok akan lahir lebih banyak NK, lebih banyak janji “aku akan nikahi nanti”, lebih banyak anak-anak suci yang mengira mereka sedang menjalani takdir ilahi, padahal sedang digiring ke kandang trauma.

Agama tidak pernah membenarkan pernikahan yang lahir dari paksaan, tipu daya, apalagi pemaksaan atas nama cinta bertabur dalil.

Kita harus bicara. Harus melawan. Harus mendidik generasi bahwa, “Menikahi bukan menebus dosa. Menikahi bukan pembenaran. Jika niatmu adalah dosa, akad pun tak akan menyucikanmu.”

“Enak dong, Bang. Bisa menikahi cewek belia sampai tiga orang lagi.”

“Hus, itu budak enak, namanya. Melainkan azab. Tak boleh dilegalkan atas nama ikatan suci nikah.”

Kepada semua lembaga pendidikan agama, bersihkanlah dirimu. Bukan demi citra, tapi demi amanah. Karena kalau pesantren sudah tak aman, lalu kepada siapa lagi kita titipkan anak-anak kita untuk belajar tentang Tuhan?

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 68x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya
Doa Tanah Aceh

Doa Tanah Aceh

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00