• Latest
Menulis Halus di Era Digital

Menulis Halus di Era Digital

Juli 19, 2025
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Menulis Halus di Era Digital

Gunawan Trihantoro by Gunawan Trihantoro
Juli 19, 2025
in Artificial Intelligence, Artikel, Menulis
Reading Time: 3 mins read
0
Menulis Halus di Era Digital
589
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Gunawan Trihantoro


Sekretaris Kreator Era AI Jawa Tengah dan Ketua Satupena Kabupaten Blora

Di tengah derasnya arus kecanggihan teknologi dan kecerdasan artifisial (AI), keterampilan menulis Latin tegak bersambung, atau yang dulu kita kenal sebagai “menulis halus”, kian tersisih dari ruang-ruang belajar anak. Padahal, di balik lekuk-lekuk huruf yang terhubung itu, tersimpan pelajaran kesabaran, keindahan, dan kedisiplinan yang sangat mendalam.

Kini, anak-anak lebih luwes mengetik di gawai daripada menorehkan huruf dengan tangan. Di sekolah-sekolah pun, pelajaran menulis halus mulai ditinggalkan, dianggap tidak relevan di tengah kebutuhan literasi digital dan penguasaan coding.

Namun, mungkinkah kita telah melupakan bahwa belajar menulis halus bukan sekadar soal estetika, melainkan juga sarana membangun karakter anak? Karena dalam tiap tarikan dan kaitan huruf itu, ada latihan konsentrasi, motorik halus, hingga pembiasaan ketelitian yang sangat fundamental.

Menulis dengan tangan, terutama model tegak bersambung, juga terbukti memberi pengaruh positif terhadap perkembangan kognitif anak. Studi neurosains menunjukkan bahwa aktivitas motorik seperti menulis tangan merangsang konektivitas otak yang lebih kompleks dibanding mengetik.

Sayangnya, perkembangan AI dan digitalisasi perlahan menggeser semua kecepatan dan efisiensi. Mesin kini bisa menuliskan ulang apa pun yang kita ucapkan. AI mampu mengubah suara menjadi teks, dan teks menjadi suara kembali. Dalam logika ini, mengapa anak harus bersusah payah menulis dengan rapi dan bersambung?

Pertanyaan ini tentu bisa dijawab dari sudut pendidikan karakter. Sebab, justru di zaman serba instan ini, kita harus mengajarkan anak untuk sabar dan teliti. Menulis halus melatih anak untuk tidak tergesa-gesa, menghargai proses, dan menikmati keindahan bentuk huruf.

Selain itu, menulis tegak bersambung adalah bagian dari warisan budaya tulis Indonesia. Ia tidak hanya mencerminkan pengaruh barat, tetapi telah menjadi simbol kedisiplinan dan keteraturan dalam sistem pendidikan dasar di negeri ini.

Apabila kita menyerahkannya begitu saja kepada kecepatan teknologi, maka anak-anak kita akan kehilangan kemampuan untuk menulis dengan hati. Tulisan tangan bukan hanya soal hasil, tetapi juga soal jejak emosi dan pemikiran.

Baca Juga

20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026

Bayangkan betapa berharganya sepucuk surat cinta dari anak kepada orang tuanya yang ditulis dengan tegak bersambung. Atau secarik doa yang mereka tulis sendiri untuk guru atau temannya. Dalam lekuk huruf itu ada cinta, hormat, dan ketulusan yang tidak bisa direplikasi oleh mesin.

Tentu kita tidak harus menolak kehadiran AI. Sebaliknya, AI bisa menjadi mitra untuk membantu proses belajar menulis. Aplikasi pelatihan huruf bisa diperkaya dengan teknologi AI, tetapi tetap berbasis aktivitas manual menulis tangan.

Sekolah dan orang tua perlu menciptakan ruang yang seimbang. Di satu sisi, anak perlu fasih menggunakan perangkat digital. Tapi di sisi lain, mereka juga perlu dibekali ketrampilan menulis tangan yang rapi, indah, dan bermakna.

Di beberapa negara maju, seperti Finlandia dan Jepang, menulis tangan tetap dijaga, bahkan menjadi bagian dari terapi fokus dan emosi. Ini bisa menjadi inspirasi bagi kita agar tidak terjebak dalam euforia digitalisasi yang serba instan.

Menghidupkan kembali tradisi menulis halus di era AI adalah langkah kecil namun signifikan dalam menjaga kemanusiaan. Karena AI bisa meniru tulisan kita, tetapi tidak bisa meniru proses belajar dan perjuangan yang menyertainya.

Menulis halus mengajarkan kita bahwa yang indah itu tidak pernah lahir dari tergesa-gesa. Maka, biarlah tangan-tangan kecil itu tetap mengguratkan huruf demi huruf dengan cinta dan ketekunan. Karena dari situlah mereka belajar menjadi manusia utuh. (*)

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 309x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 272x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 235x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 222x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 180x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare236Tweet147
Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro adalah seorang penulis kelahiran Purwodadi tahun 1974. Ia merupakan alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang mulai aktif menulis sejak masa kuliahnya. Karya-karyanya telah terbit di berbagai media cetak dan online. Gunawan aktif dalam berbagai komunitas kepenulisan, termasuk Satupena, Kreator Era AI, dan Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah. Selain itu, ia juga berkontribusi sebagai penulis buku-buku naskah umum keagamaan dan moderasi beragama di Kementerian Agama RI selama periode 2022–2024. Hingga kini, Gunawan telah menghasilkan puluhan buku, baik sebagai penulis tunggal maupun penulis bersama, yang memperkuat reputasinya sebagai salah satu penulis produktif di bidangnya.

Baca Juga

0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5
Puisi

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff
# Kebijakan Trump

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542
Artikel

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518
Artikel

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
Next Post
Merayu Tuhan di Bawah Gerimis

Merayu Tuhan di Bawah Gerimis

HABA Mangat

Lomba Menulis Agustus 2025

Juli 31, 2025

Tema Lomba Menulis Edisi Mei

Mei 10, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    886 shares
    Share 354 Tweet 222
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    872 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com