POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Menulis Halus di Era Digital

Gunawan TrihantoroOleh Gunawan Trihantoro
July 19, 2025
Menulis Halus di Era Digital
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Gunawan Trihantoro


Sekretaris Kreator Era AI Jawa Tengah dan Ketua Satupena Kabupaten Blora

Di tengah derasnya arus kecanggihan teknologi dan kecerdasan artifisial (AI), keterampilan menulis Latin tegak bersambung, atau yang dulu kita kenal sebagai “menulis halus”, kian tersisih dari ruang-ruang belajar anak. Padahal, di balik lekuk-lekuk huruf yang terhubung itu, tersimpan pelajaran kesabaran, keindahan, dan kedisiplinan yang sangat mendalam.

Kini, anak-anak lebih luwes mengetik di gawai daripada menorehkan huruf dengan tangan. Di sekolah-sekolah pun, pelajaran menulis halus mulai ditinggalkan, dianggap tidak relevan di tengah kebutuhan literasi digital dan penguasaan coding.

Namun, mungkinkah kita telah melupakan bahwa belajar menulis halus bukan sekadar soal estetika, melainkan juga sarana membangun karakter anak? Karena dalam tiap tarikan dan kaitan huruf itu, ada latihan konsentrasi, motorik halus, hingga pembiasaan ketelitian yang sangat fundamental.

Menulis dengan tangan, terutama model tegak bersambung, juga terbukti memberi pengaruh positif terhadap perkembangan kognitif anak. Studi neurosains menunjukkan bahwa aktivitas motorik seperti menulis tangan merangsang konektivitas otak yang lebih kompleks dibanding mengetik.

Sayangnya, perkembangan AI dan digitalisasi perlahan menggeser semua kecepatan dan efisiensi. Mesin kini bisa menuliskan ulang apa pun yang kita ucapkan. AI mampu mengubah suara menjadi teks, dan teks menjadi suara kembali. Dalam logika ini, mengapa anak harus bersusah payah menulis dengan rapi dan bersambung?

📚 Artikel Terkait

Pokok di Seberang

Orasi Pendidikan Hari Kartini Institut KAPAL Perempuan 2021

Dari Krisis ke Krisis: Masa Depan Indonesia di Tangan Pemimpin Visioner atau Pemadam Kebakaran?

Sengketa Terpelihara

Pertanyaan ini tentu bisa dijawab dari sudut pendidikan karakter. Sebab, justru di zaman serba instan ini, kita harus mengajarkan anak untuk sabar dan teliti. Menulis halus melatih anak untuk tidak tergesa-gesa, menghargai proses, dan menikmati keindahan bentuk huruf.

Selain itu, menulis tegak bersambung adalah bagian dari warisan budaya tulis Indonesia. Ia tidak hanya mencerminkan pengaruh barat, tetapi telah menjadi simbol kedisiplinan dan keteraturan dalam sistem pendidikan dasar di negeri ini.

Apabila kita menyerahkannya begitu saja kepada kecepatan teknologi, maka anak-anak kita akan kehilangan kemampuan untuk menulis dengan hati. Tulisan tangan bukan hanya soal hasil, tetapi juga soal jejak emosi dan pemikiran.

Bayangkan betapa berharganya sepucuk surat cinta dari anak kepada orang tuanya yang ditulis dengan tegak bersambung. Atau secarik doa yang mereka tulis sendiri untuk guru atau temannya. Dalam lekuk huruf itu ada cinta, hormat, dan ketulusan yang tidak bisa direplikasi oleh mesin.

Tentu kita tidak harus menolak kehadiran AI. Sebaliknya, AI bisa menjadi mitra untuk membantu proses belajar menulis. Aplikasi pelatihan huruf bisa diperkaya dengan teknologi AI, tetapi tetap berbasis aktivitas manual menulis tangan.

Sekolah dan orang tua perlu menciptakan ruang yang seimbang. Di satu sisi, anak perlu fasih menggunakan perangkat digital. Tapi di sisi lain, mereka juga perlu dibekali ketrampilan menulis tangan yang rapi, indah, dan bermakna.

Di beberapa negara maju, seperti Finlandia dan Jepang, menulis tangan tetap dijaga, bahkan menjadi bagian dari terapi fokus dan emosi. Ini bisa menjadi inspirasi bagi kita agar tidak terjebak dalam euforia digitalisasi yang serba instan.

Menghidupkan kembali tradisi menulis halus di era AI adalah langkah kecil namun signifikan dalam menjaga kemanusiaan. Karena AI bisa meniru tulisan kita, tetapi tidak bisa meniru proses belajar dan perjuangan yang menyertainya.

Menulis halus mengajarkan kita bahwa yang indah itu tidak pernah lahir dari tergesa-gesa. Maka, biarlah tangan-tangan kecil itu tetap mengguratkan huruf demi huruf dengan cinta dan ketekunan. Karena dari situlah mereka belajar menjadi manusia utuh. (*)

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 85x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 64x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro adalah seorang penulis kelahiran Purwodadi tahun 1974. Ia merupakan alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang mulai aktif menulis sejak masa kuliahnya. Karya-karyanya telah terbit di berbagai media cetak dan online. Gunawan aktif dalam berbagai komunitas kepenulisan, termasuk Satupena, Kreator Era AI, dan Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah. Selain itu, ia juga berkontribusi sebagai penulis buku-buku naskah umum keagamaan dan moderasi beragama di Kementerian Agama RI selama periode 2022–2024. Hingga kini, Gunawan telah menghasilkan puluhan buku, baik sebagai penulis tunggal maupun penulis bersama, yang memperkuat reputasinya sebagai salah satu penulis produktif di bidangnya.

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
Merayu Tuhan di Bawah Gerimis

Merayu Tuhan di Bawah Gerimis

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00