POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Keberadaan Penulis di Era Kecerdasan Artifisial

Gunawan TrihantoroOleh Gunawan Trihantoro
July 18, 2025
Keberadaan Penulis di Era Kecerdasan Artifisial
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Gunawan Trihantoro


Sekretaris Kreator Era AI Jawa Tengah dan Ketua Satupena Kabupaten Blora

Di tengah revolusi digital yang makin menggema, kecerdasan artifisial (KA) telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia, termasuk dalam dunia kepenulisan. Keberadaan penulis pun ditantang untuk tidak sekadar bertahan, tetapi juga berevolusi.

Kecerdasan artifisial mampu menulis puisi, esai, bahkan novel dengan struktur yang rapi dan gaya yang nyaris menyerupai manusia. Namun, apakah itu berarti peran penulis manusia akan tergantikan? Jawabannya: tidak sesederhana itu.

Penulis adalah lebih dari sekadar penyusun kata. Ia adalah penyelam batin, peramu rasa, dan juru bicara peradaban. Emosi, nilai, dan keunikan pengalaman manusia tidak bisa digantikan oleh mesin, secerdas apa pun itu.

Karya tulis bukan hanya produk logika, melainkan hasil dialektika antara pikiran dan perasaan. Inilah wilayah yang tidak sepenuhnya bisa dijangkau oleh algoritma yang dingin dan netral.

Namun demikian, bukan berarti penulis harus memusuhi kemajuan teknologi. Justru sebaliknya, penulis di era KA perlu menjadi mitra cerdas bagi teknologi yang ada. Dengan cara itulah peran mereka tetap relevan.

KA dapat menjadi alat bantu untuk mempercepat riset, menyunting naskah, atau menyarikan ide-ide kompleks menjadi lebih ringkas. Penulis yang adaptif akan memanfaatkan kecanggihan ini sebagai sayap untuk terbang lebih tinggi.

Tantangan utama yang dihadapi penulis kini bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga orisinalitas dan kedalaman gagasan. KA bisa meniru gaya, tetapi tidak bisa menggali makna dari luka yang tak kasatmata.

📚 Artikel Terkait

Peluncuran Buku Penyair Indonesia dan India di Kalkata, India

Puisi Puisi Heri Isnaini

Damai Digital ala Mahasiswa Aceh: Menjaga Nilai Islam di Tengah Gelombang Media Sosial

Menegasikan Kritik dan Yang Kebakaran Jenggot

Maka, tugas penulis di era ini adalah merawat kejujuran narasi. Di tengah banjir informasi dan konten instan, masyarakat membutuhkan suara yang otentik, bernurani, dan membumi. Inilah kekuatan sejati penulis.

Di sisi lain, KA mendorong penulis untuk terus belajar dan berkembang. Dunia literasi tak lagi hanya soal pena dan kertas, tetapi juga algoritma dan ekosistem digital. Penulis yang ingin bertahan harus melek teknologi.

Kolaborasi menjadi kunci baru. Banyak penulis kini menulis bersama KA untuk menghasilkan draf awal, lalu menyempurnakannya dengan sentuhan manusia. Perpaduan ini justru melahirkan gaya baru yang unik dan segar.

Dalam dunia pendidikan, peran penulis pun makin strategis. Mereka harus menjadi fasilitator literasi digital yang kritis dan etis. Penulis bisa mengedukasi masyarakat agar tidak terjebak dalam disinformasi dan manipulasi data.

Lebih jauh lagi, penulis berperan sebagai penjaga nilai-nilai kemanusiaan. Saat dunia makin canggih, jangan sampai manusia kehilangan jati dirinya. Di sinilah narasi-narasi yang ditulis dengan empati menjadi pelita.

Era KA seharusnya tidak membuat penulis gentar, tetapi justru menggugah untuk lebih kreatif dan progresif. Yang diperlukan bukan sekadar tulisan, tetapi kesaksian hidup yang menggerakkan dan menyadarkan.

Penulis perlu menyadari bahwa yang membedakan dirinya dari mesin bukan hanya kemampuan menulis, tetapi juga keberanian menanggung risiko berpikir dan menyuarakan kebenaran.

Di masa depan, mungkin akan banyak naskah yang ditulis oleh robot. Tapi karya yang menyentuh hati, membangkitkan harapan, dan menggugah nurani, tetap akan lahir dari pena manusia yang setia pada misinya.

Menjadi penulis hari ini adalah menjadi pejuang makna. Di tengah gemuruh teknologi, penulis hadir sebagai jembatan antara masa lalu dan masa depan, antara mesin dan manusia.

Jika KA adalah akselerator, maka penulis adalah pengarah arah. Tanpa penulis yang sadar nilai, KA bisa jadi hanya mempercepat kekeliruan, bukan kemajuan.

Akhirnya, keberadaan penulis di era KA bukan tentang siapa yang lebih hebat, tetapi tentang siapa yang lebih bermanfaat. Teknologi boleh maju, tapi kemanusiaan harus tetap menjadi pusat segalanya.

Maka tetaplah menulis. Bukan untuk melawan mesin, tapi untuk membela manusia. Karena dalam setiap kata yang jujur, selalu ada denyut kehidupan yang tak bisa disalin oleh siapa pun. (*)

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro adalah seorang penulis kelahiran Purwodadi tahun 1974. Ia merupakan alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang mulai aktif menulis sejak masa kuliahnya. Karya-karyanya telah terbit di berbagai media cetak dan online. Gunawan aktif dalam berbagai komunitas kepenulisan, termasuk Satupena, Kreator Era AI, dan Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah. Selain itu, ia juga berkontribusi sebagai penulis buku-buku naskah umum keagamaan dan moderasi beragama di Kementerian Agama RI selama periode 2022–2024. Hingga kini, Gunawan telah menghasilkan puluhan buku, baik sebagai penulis tunggal maupun penulis bersama, yang memperkuat reputasinya sebagai salah satu penulis produktif di bidangnya.

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Memaknai Kekhususan Hari Jum’at

Abu Ibrahim Budi Lamno: Ulama Kharismatik Lamno dan Seorang Syeikhul Masyaikh.

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00