POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Hidup Bukan Lomba, Tapi Perjalanan: Untukmu, yang Baru Lulus Tapi Belum Jadi Apa-Apa

RedaksiOleh Redaksi
July 12, 2025
Membedah Sejarah, Merawat Ingatan
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Nurkamari

Guru MTs Tastafi, Pidie Jaya, Alumnus Jabal Ghafur, Pidie

“Lulus kuliah, tapi kerja cuma gitu doang?” “Kapan nyusul yang lain? Mereka udah ASN, udah nikah, udah punya rumah…” “Masa kuliah tinggi-tinggi cuma jadi guru honorer swasta?” Kalimat-kalimat seperti itu mungkin tidak asing lagi di telingamu. Kadang datang dari orang lain, kadang justru muncul dari dalam diri sendiri. Dan jujur saja, itu menyakitkan. Seolah perjuanganmu selama ini begadang menyusun skripsi, menahan lapar saat akhir bulan, menyelesaikan studi tepat waktu tak ada artinya ketika kamu hanya menjadi guru honorer di sekolah swasta kecil. Tapi, mari kita berhenti sejenak. Tarik napas dalam-dalam. Duduk tenang, dan coba dengarkan suara hatimu yang sudah terlalu sering merasa kalah.

Banyak anak muda merasa tidak cukup hanya karena membandingkan dirinya dengan pencapaian orang lain. Kita melihat teman-teman yang sudah bekerja di instansi terkenal, mengenakan seragam ASN, punya gaji tetap, bahkan sudah menikah dan hidup mapan.

Sementara kita masih sibuk menghitung sisa gaji untuk bertahan hidup, membantu orang tua, dan terus bertanya-tanya “Apakah aku gagal?” Padahal, siapa bilang kamu kalah? Kamu yang bangun pagi untuk mengajar anak-anak dengan segala keterbatasan, yang menulis RPP dan menyiapkan materi dengan upah yang kadang tidak sepadan, yang mengajar bukan karena uang, tapi karena panggilan hati kamu luar biasa. Tidak semua orang mampu bertahan seperti kamu. Tidak semua orang bisa tetap tulus saat tidak banyak yang menghargai.

📚 Artikel Terkait

Menulis itu, Lebih Cepat Lebih Nikmat

JINGGA ADA UNTUK SENJA

Kerahasiaan RUU Sisdiknas

Ujung Gading, Bana Park, Air Terjun Sipagogo dan Bendungan Lubuk King

Hidup ini bukan perlombaan. Tidak ada garis finish yang harus dicapai duluan. Tidak ada medali emas untuk siapa yang paling cepat sukses, menikah, atau punya rumah. Setiap orang punya waktunya masing-masing. Ada yang mapan di usia 22, ada juga yang baru menemukan jalannya di usia 35. Tidak ada yang terlambat, selama kamu masih mau melangkah. Dan menjadi guru honorer di sekolah swasta bukan pekerjaan yang rendahan. Justru itu pekerjaan mulia. Kamu membentuk masa depan, menanamkan nilai, dan menjadi cahaya untuk anak-anak yang masih mencari arah.

Mungkin ada kalanya kamu malu saat orang bertanya di mana kamu bekerja. Mungkin kamu pura-pura tersenyum saat ditanya, “Udah daftar CPNS lagi belum?” Padahal kamu sudah mencoba berkali-kali, belajar keras, berdoa siang malam, tapi belum juga berhasil. Tidak apa-apa. Menangislah jika kamu ingin. Biarkan rasa lelah itu keluar. Tapi setelah itu, bangkitlah pelan-pelan. Peluk dirimu sendiri dan katakan, “Aku belum jadi apa-apa, tapi aku sedang menuju ke sana.” Jangan biarkan standar orang lain menghapus nilaimu sendiri. Kamu sudah berjalan sejauh ini, dan itu bukan hal kecil.

Bahagia itu bukan soal pencapaian besar. Kadang ia hadir dalam bentuk sederhana satu ucapan “terima kasih” dari muridmu, senyum tulus dari orang tua, atau rasa tenang saat tidur karena kamu tahu hari ini kamu sudah berusaha sebaik mungkin. Kamu bukan gagal. Kamu hanya sedang menjalani fase hidup yang mungkin tidak semua orang sanggup hadapi fase bertahan, merangkak, memberi tanpa banyak dihargai. Dan itu justru menunjukkan bahwa kamu kuat. Sangat kuat.

Tidak semua orang akan mengerti perjuanganmu. Tidak semua orang akan melihat peluhmu. Tapi kamu tahu, dan Tuhan tahu. Kamu mungkin bukan siapa-siapa di mata dunia, tapi kamu adalah segalanya bagi murid-muridmu. Kamu harapan bagi keluargamu. Dan lebih dari itu, kamu adalah manusia yang sedang belajar menjadi sabar, ikhlas, dan tangguh. Maka, jangan pernah merasa “cuma” guru honorer. Kata “cuma” tidak layak berdiri di depan pekerjaan sebaik dan semulia itu.

Hidupmu bukan lomba. Kamu tidak perlu sampai duluan. Kamu hanya perlu terus berjalan dengan jujur, dengan hati, dan dengan sabar. Dan percayalah, kamu cukup. Kamu sedang menuju tempat terbaikmu, pelan tapi pasti.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 84x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 79x dibaca (7 hari)
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 77x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 75x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 75x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share4SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026
#Pendidikan

Kala Kemampuan Kognisi Siswa Semakin Menurun

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026
POTRET Budaya

Perjalanan Suci Sang Mentari

Oleh Tabrani YunisFebruary 20, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    169 shares
    Share 68 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    162 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
142
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
208
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00