POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

PAZURU

RedaksiOleh Redaksi
July 11, 2025
PAZURU
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Naila Rivka Mulna Zeera (Naizeera)

Pelajar kelas 2 SMP IT An-Nur Pidie Jaya



Di tengah hiruk-pikuk sekolah yang penuh semangat, suasana menggema bagai orkestra yang mengalunkan cerita kehidupan remaja yang sibuk. Langit-langit aula dipenuhi alunan tawa dan bisik-bisik, sementara murid-murid berseragam putih-abu dan almamater hitam membalut tubuh mereka. Dengan dinding-dinding yang dihiasi poster ceria, percakapan mengalir dalam irama netral.

Setiap sudut sekolah menjadi panggung bagi drama kecil kehidupan. Kegembiraan dan kesibukan berpadu dalam dinamika dunia pelajar, menciptakan kanvas jalur hidup yang memancarkan kehangatan dari dunia pendidikan.

EMIS, Sekolah Internasional Modern Erunika, adalah sekolah ternama yang telah melahirkan ratusan murid berprestasi di berbagai bidang. Di tengah semilir angin sore dan alur kegiatan yang terus mengalir, para siswa EMIS disibukkan dengan acara penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran baru. Aula EMIS menjadi panggung kesibukan yang dinamis, seperti pertunjukan opera yang hidup.

Di tengah keramaian itu, tampak seorang gadis berambut lurus sebahu yang dicat warna walnut. Ia memiliki sepasang mata biru yang indah bak safir. Namanya Rayvenna Niskala Anantara, gadis dengan kepribadian yang sulit ditebak. Ia membawa tas ransel berwarna gelap dan sebuah pena yang selalu setia di sisinya.

“Rayvenna, apakah kamu lapar? Saya belikan makanan,” ucap lembut seorang siswa laki-laki.

Ray menggeleng pelan sebagai jawaban. Siswa itu bermata sipit, memakai kacamata lensa transisi, bertubuh kurus tetapi tegap, berseragam rapi, dan berambut yang tersisir rapi. Ia tersenyum dan duduk di sebelah Ray. Namanya Atlas Dekara, putra tunggal dari Aditya Dekara, pelayan pribadi dari Gavid Anantara, ayah Ray, seorang pengacara sekaligus pengusaha bergaris konglomerat. Sejak usia dua belas tahun, Atlas telah menemani dan menjaga Ray seperti pengawal pribadinya—rutinitas yang telah menjadi bagian hidupnya.

Acara penutupan MPLS selesai. Siswa baru mendapatkan tugas berkelompok yang akan dinilai secara individu. Satu kelompok terdiri atas lima orang sebagai bagian dari pembagian kelas. Ray memeriksa selembar kertas yang dibagikan panitia dan menemukan lima nama rekan satu kelompoknya:

Kelompok C

  • Rayvenna Niskala Anantara
  • Atlas Dekara
  • Reza Ivander Alvaez
  • Elena Miciela Andressa
  • Kaelandra Anthagena

Bel berbunyi tiga kali. Seluruh siswa EMIS diperbolehkan pulang, tetapi Ray dan Atlas memilih pergi ke kantin, seperti beberapa siswa lainnya. Mereka duduk di salah satu meja bundar marmer. Atlas segera bangkit dan kembali dengan dua porsi corndog dan sekotak susu vanila.

Tiga siswa EMIS menghampiri meja mereka.

“Boleh kami bergabung?” tanya seorang gadis berambut cokelat gelap sebahu yang tersenyum manis.

Atlas menoleh ke arah Ray. Ray mengangguk tipis. Ketiga siswa itu lalu duduk mengisi kursi kosong di meja bundar marmer.

“Gue Kaelandra Anthagena. Panggil aja Kael,” ujar seorang siswa laki-laki berambut acak-acakan, duduk di sebelah Atlas.
“Kalau gue Elena Miciela Andressa. Panggil Elena,” ujar gadis yang tadi menyapa Atlas dan Ray, duduk di sebelah Kael.
“Kalo gue Reza Ivander Alvaez. Bisa panggil Reza,” ucap siswa laki-laki yang duduk di sebelah Ray sambil tersenyum simpul.

Ray mengangguk dan menoleh ke arah Atlas, memberi kode agar ikut memperkenalkan diri.

“Saya Atlas Dekara. Bisa dipanggil Atlas.”
“Gue Rayvenna Niskala Anantara. Panggil aja Ray,” ujar Ray dengan nada cuek.

Tiga teman barunya tiba-tiba terlihat tercengang.

“Kenapa?” tanya Ray polos.
“Jangan bilang lo bungsu keluarga Anantara?!” seru Reza.
“Iya, kenapa?”
“Gak ada. Kaget aja. Plot twist kan kalau gue temenan sama anak konglomerat,” ujar Kael.

Ray hanya mengangguk tipis menanggapi pernyataan heboh mereka. Mereka kan satu kelompok. Seharusnya sudah tahu, dan biasa saja, batin Ray.

Entah mengapa, Ray tiba-tiba teringat kakaknya, Raesyana Nincella Anantara. Kakaknya memiliki selisih dua tahun dengannya. Seorang gadis yang terkenal penyabar dan cerdas. Raesya adalah orang yang paling disayang Ray. Sejak kecil, Raesya mengalami gangguan saraf pada kakinya sehingga tak dapat berjalan. Ia hanya mengikuti homeschooling sejak sekolah dasar. Sebenarnya, Ray merasa punya firasat buruk tentang kakaknya—seakan ia sedang dalam bahaya.

“Ray…, saya izin menelepon Papa, ya. Papa nelpon,” ujar Atlas sambil memperlihatkan ponselnya. Ray mengangguk, mempersilakan.

Atlas melangkah ke sudut kantin, mencari tempat sepi. Ia menerima panggilan dari Aditya, ayahnya.

📚 Artikel Terkait

Yang Tertindas dan Terlindas: Elegi untuk Affan dan Semangat yang Tak Padam

Tas Nano Motif Aceh

PAMERAN FOTO TENTANG PERAN PENGASUHAN AYAH DI SWEDIA DAN ACEH RESMI DITUTUP

Tantangan Bisnis di Era MEA

“Kamu masih di sekolah?” tanya Aditya dari seberang telepon.
“Iya. Kenapa, Pa?” sahut Atlas.
“Kamu sama Ray, kan?”
“Iya, Pa. Ray ada sama Atlas.”
“Bisa kasih teleponnya ke Ray?”

Atlas kembali ke meja bundar, menyerahkan ponselnya kepada Ray.

“Ray, Papa mau ngomong sama kamu,” ujar Atlas.

“Iya, Om. Kenapa ya?” jawab Ray.

“Tuan Gavid dan saya sedang di luar kota. Tapi tadi ada pesan teroris yang dikirimkan ke ponsel saya. Saya merasa pesan itu berhubungan dengan Nona Raesya. Saya tidak tahu apakah itu hanya lelucon atau bukan. Saya memberitahumu tanpa sepengetahuan Tuan Gavid. Pesan itu sudah saya kirim ke nomor Atlas, Nona.”

“I-iya, Om…”

Ray buru-buru memutuskan panggilan dan segera membuka pesan dari Atlas. Jantungnya berdebar kencang. Debar kecemasan menyelimuti saat ia membaca pesan asing tersebut.


.

?”


🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00