• Latest
PAZURU

PAZURU

Juli 11, 2025
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

PAZURU

Redaksi by Redaksi
Juli 11, 2025
in #Cerpen, Cerpen Remaja
Reading Time: 6 mins read
0
PAZURU
591
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Naila Rivka Mulna Zeera (Naizeera)

Pelajar kelas 2 SMP IT An-Nur Pidie Jaya



Di tengah hiruk-pikuk sekolah yang penuh semangat, suasana menggema bagai orkestra yang mengalunkan cerita kehidupan remaja yang sibuk. Langit-langit aula dipenuhi alunan tawa dan bisik-bisik, sementara murid-murid berseragam putih-abu dan almamater hitam membalut tubuh mereka. Dengan dinding-dinding yang dihiasi poster ceria, percakapan mengalir dalam irama netral.

Setiap sudut sekolah menjadi panggung bagi drama kecil kehidupan. Kegembiraan dan kesibukan berpadu dalam dinamika dunia pelajar, menciptakan kanvas jalur hidup yang memancarkan kehangatan dari dunia pendidikan.

EMIS, Sekolah Internasional Modern Erunika, adalah sekolah ternama yang telah melahirkan ratusan murid berprestasi di berbagai bidang. Di tengah semilir angin sore dan alur kegiatan yang terus mengalir, para siswa EMIS disibukkan dengan acara penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran baru. Aula EMIS menjadi panggung kesibukan yang dinamis, seperti pertunjukan opera yang hidup.

Baca Juga

IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
Kenangan yang terlupakan di cermin

Kehilangan Cinta Secara Karena Egois

Maret 27, 2026
Emak Mananti Lebaran

Emak Mananti Lebaran

Maret 23, 2026

Di tengah keramaian itu, tampak seorang gadis berambut lurus sebahu yang dicat warna walnut. Ia memiliki sepasang mata biru yang indah bak safir. Namanya Rayvenna Niskala Anantara, gadis dengan kepribadian yang sulit ditebak. Ia membawa tas ransel berwarna gelap dan sebuah pena yang selalu setia di sisinya.

“Rayvenna, apakah kamu lapar? Saya belikan makanan,” ucap lembut seorang siswa laki-laki.

Ray menggeleng pelan sebagai jawaban. Siswa itu bermata sipit, memakai kacamata lensa transisi, bertubuh kurus tetapi tegap, berseragam rapi, dan berambut yang tersisir rapi. Ia tersenyum dan duduk di sebelah Ray. Namanya Atlas Dekara, putra tunggal dari Aditya Dekara, pelayan pribadi dari Gavid Anantara, ayah Ray, seorang pengacara sekaligus pengusaha bergaris konglomerat. Sejak usia dua belas tahun, Atlas telah menemani dan menjaga Ray seperti pengawal pribadinya—rutinitas yang telah menjadi bagian hidupnya.

Acara penutupan MPLS selesai. Siswa baru mendapatkan tugas berkelompok yang akan dinilai secara individu. Satu kelompok terdiri atas lima orang sebagai bagian dari pembagian kelas. Ray memeriksa selembar kertas yang dibagikan panitia dan menemukan lima nama rekan satu kelompoknya:

Kelompok C

  • Rayvenna Niskala Anantara
  • Atlas Dekara
  • Reza Ivander Alvaez
  • Elena Miciela Andressa
  • Kaelandra Anthagena

Bel berbunyi tiga kali. Seluruh siswa EMIS diperbolehkan pulang, tetapi Ray dan Atlas memilih pergi ke kantin, seperti beberapa siswa lainnya. Mereka duduk di salah satu meja bundar marmer. Atlas segera bangkit dan kembali dengan dua porsi corndog dan sekotak susu vanila.

Tiga siswa EMIS menghampiri meja mereka.

“Boleh kami bergabung?” tanya seorang gadis berambut cokelat gelap sebahu yang tersenyum manis.

Atlas menoleh ke arah Ray. Ray mengangguk tipis. Ketiga siswa itu lalu duduk mengisi kursi kosong di meja bundar marmer.

“Gue Kaelandra Anthagena. Panggil aja Kael,” ujar seorang siswa laki-laki berambut acak-acakan, duduk di sebelah Atlas.
“Kalau gue Elena Miciela Andressa. Panggil Elena,” ujar gadis yang tadi menyapa Atlas dan Ray, duduk di sebelah Kael.
“Kalo gue Reza Ivander Alvaez. Bisa panggil Reza,” ucap siswa laki-laki yang duduk di sebelah Ray sambil tersenyum simpul.

Ray mengangguk dan menoleh ke arah Atlas, memberi kode agar ikut memperkenalkan diri.

“Saya Atlas Dekara. Bisa dipanggil Atlas.”
“Gue Rayvenna Niskala Anantara. Panggil aja Ray,” ujar Ray dengan nada cuek.

Tiga teman barunya tiba-tiba terlihat tercengang.

“Kenapa?” tanya Ray polos.
“Jangan bilang lo bungsu keluarga Anantara?!” seru Reza.
“Iya, kenapa?”
“Gak ada. Kaget aja. Plot twist kan kalau gue temenan sama anak konglomerat,” ujar Kael.

Ray hanya mengangguk tipis menanggapi pernyataan heboh mereka. Mereka kan satu kelompok. Seharusnya sudah tahu, dan biasa saja, batin Ray.

Entah mengapa, Ray tiba-tiba teringat kakaknya, Raesyana Nincella Anantara. Kakaknya memiliki selisih dua tahun dengannya. Seorang gadis yang terkenal penyabar dan cerdas. Raesya adalah orang yang paling disayang Ray. Sejak kecil, Raesya mengalami gangguan saraf pada kakinya sehingga tak dapat berjalan. Ia hanya mengikuti homeschooling sejak sekolah dasar. Sebenarnya, Ray merasa punya firasat buruk tentang kakaknya—seakan ia sedang dalam bahaya.

“Ray…, saya izin menelepon Papa, ya. Papa nelpon,” ujar Atlas sambil memperlihatkan ponselnya. Ray mengangguk, mempersilakan.

Atlas melangkah ke sudut kantin, mencari tempat sepi. Ia menerima panggilan dari Aditya, ayahnya.

“Kamu masih di sekolah?” tanya Aditya dari seberang telepon.
“Iya. Kenapa, Pa?” sahut Atlas.
“Kamu sama Ray, kan?”
“Iya, Pa. Ray ada sama Atlas.”
“Bisa kasih teleponnya ke Ray?”

Atlas kembali ke meja bundar, menyerahkan ponselnya kepada Ray.

“Ray, Papa mau ngomong sama kamu,” ujar Atlas.

“Iya, Om. Kenapa ya?” jawab Ray.

“Tuan Gavid dan saya sedang di luar kota. Tapi tadi ada pesan teroris yang dikirimkan ke ponsel saya. Saya merasa pesan itu berhubungan dengan Nona Raesya. Saya tidak tahu apakah itu hanya lelucon atau bukan. Saya memberitahumu tanpa sepengetahuan Tuan Gavid. Pesan itu sudah saya kirim ke nomor Atlas, Nona.”

“I-iya, Om…”

Ray buru-buru memutuskan panggilan dan segera membuka pesan dari Atlas. Jantungnya berdebar kencang. Debar kecemasan menyelimuti saat ia membaca pesan asing tersebut.


.

?”

ADVERTISEMENT


🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 337x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 298x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 248x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 238x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 192x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare236Tweet148
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5
Puisi

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff
# Kebijakan Trump

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542
Artikel

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518
Artikel

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
Next Post

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

HABA Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Januari 16, 2026
Majalah POTRET pun Penting dan Perlu Untuk Melihat Wajah Batin dan Spiritualitas Diri Kita

Tema Lomba Menulis Maret 2025

Maret 22, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    886 shares
    Share 354 Tweet 222
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    872 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com