POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Perempuan Pewarta

Ilhamdi SulaimanOleh Ilhamdi Sulaiman
July 8, 2025
Perempuan Pewarta
🔊

Dengarkan Artikel

(Kisah Rohana Kudus)

Padang Panjang, 1910. Di ruang kecil bersusun buku dan majalah dari Hindia hingga Mesir, seorang perempuan muda membasahi ujung pena dengan tinta hitam pekat. Matanya menatap surat dari Manggopoh yang baru saja tiba—sepucuk kabar dari pejuang yang ditangkap karena berani.

“Namanya Siti,” gumam Rohana, suaranya pelan, namun mengeras di dalam hati. “Mereka menyebutnya perempuan perkasa. Tapi di surat kabar Belanda, ia hanya ‘penghasut’.”

Rohana Kudus meletakkan surat itu di meja, lalu mengambil kertas kosong. Tangannya menari di atas lembaran putih:

“Apakah membela suami dan tanahnya adalah kejahatan? Kalau begitu, setiap perempuan Minangkabau akan menjadi penjahat di mata tuan-tuan kulit putih.”

Ia tahu tulisannya akan mengundang amarah. Tapi ia lebih takut kalau diam. Rohana adalah putri dari Haji Muhammad Rasul, seorang ulama pembaharu. Tapi ia lebih suka pena daripada mimbar, lebih nyaman di antara rak buku daripada di panggung seremonial. Ia membuka sekolah perempuan pertama di ranah Minang, dan kini mendirikan surat kabar: “Soenting Melajoe.”

Lewat lembar-lembar itulah suara perempuan Minangkabau mengalir, bukan sekadar tentang dapur dan kebaya, tapi tentang tanah, hak, dan martabat.

Dalam satu artikel, Rohana menulis:

“Kalau Siti Manggopoh membawa golok di tangan, kami membawa pena di jari. Kalau dia dibungkam besi, kami melawan lewat huruf.”

Tulisan-tulisannya membuat geger. Di Padang, gubernemen menekan penerbit. Di surau-surau, para lelaki membicarakannya. Tapi banyak perempuan—murid, petani, janda, bahkan istri kontrolir Belanda—menggunting tulisannya dan menyimpannya seperti doa.

Suatu hari, Rohana menerima surat dari narapidana politik di Padang. Hurufnya gemetar, ditulis dengan arang:

“Saya dengar, tulisan engkau sampai ke Belanda. Jika benar, maka biarlah sejarah mencatat: ada dua perempuan dari Minangkabau, satu mengangkat senjata, satu mengangkat pena.” — Siti Manggopoh

Rohana menangis malam itu. Bukan karena sedih, tapi karena tahu: tulisannya telah menyeberangi jeruji, membelah penjajahan, dan menjadi jembatan bagi mereka yang terbuang.

Malam itu juga, ia menulis artikel terpanjangnya: “Perempuan dan Perlawanan”—sebuah tulisan yang kemudian menginspirasi pendirian sekolah-sekolah perempuan, dari Bukittinggi sampai Bengkulu.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 83x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 70x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 63x dibaca (7 hari)

📚 Artikel Terkait

Pemerintah Dalam Cengkeraman Rokok

Perdamaian di Atas Reruntuhan: Gaza Dihancurkan, Dunia Menormalisasi Kekejaman

Bedah Buku – Novum Organum

Hikmah Tahun Baru Islam 1443 H

📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Ilhamdi Sulaiman

Ilhamdi Sulaiman

Ilhamdi Sulaiman (Boyke Sulaiman) I Lahir 68 tahun lalu di Medan pada tanggal 12 September 1957. Menamatkan pendidikan sarjana Sastra dan Bahasa Indonesia di Universitas Bung Hatta Padang pada tahun 1986. Berkesenian sejak tahun 1976 bersama Bumi Teater Padang pimpinan Wisran Hadi. Pada tahun 1981 mendirikan Grup Teater PROKLAMATOR di Universitas Bung Hatta. Lalu pada tahun 1986, hijrah ke kota Bengkulu dan mendirikan Teater Alam Bengkulu sampai tahun 1999 dengan beberapa naskah diantaranya naskah Umang Umang karya Arifin C. Noer, Ibu Suri karya Wisran Hadi dan tahun 2000 hijrah ke Jakarta mementaskan Naskah Cerpen AA Navis Robohnya Surau Kami Bersama Teater Jenjang Jakarta serta grup grup teater yang ada di Jakarta dan Malaysia sebagai aktor freelance. Selama perjalanan berteater telah memainkan 67 naskah drama karya penulis dalam dan luar negeri, monolog, dan deklamator. Serta mengikuti event lomba baca puisi sampai saat ini dan kegiatan sastra lainnya hingga saat ini.

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

Dari Kampus Sederhana, Lahir Pejuang Hebat

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00