• Latest
Kuliah Tanpa Beban: Kritik Terhadap Klaim Kuliah yang Terlalu Mudah

Dunia dalam Eskalasi: Ketika Rakyat Menjadi Korban Ambisi Para Penguasa

Juni 26, 2025
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Dunia dalam Eskalasi: Ketika Rakyat Menjadi Korban Ambisi Para Penguasa

Dayan Abdurrahman by Dayan Abdurrahman
Juni 26, 2025
in # Kebijakan Trump, Amerika, Analisis, Israel, Konflik
Reading Time: 4 mins read
0
Kuliah Tanpa Beban: Kritik Terhadap Klaim Kuliah yang Terlalu Mudah
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh: Dayan Abdurrahman,

Di tengah kemajuan teknologi dan komunikasi global, dunia justru dihadapkan pada kemunduran moral yang luar biasa. Perang, penjajahan, dan kekerasan kini tidak lagi hadir dengan wajah terang-terangan seperti abad-abad sebelumnya. Mereka hadir dalam bentuk “misi kemanusiaan,” “operasi militer terbatas,” atau “perlindungan atas hak kedaulatan.” Namun di balik itu semua, sesungguhnya yang bekerja adalah mesin kekuasaan dan kerakusan yang mengabaikan suara nurani.

Konflik yang tengah berlangsung antara Iran dan Israel, serta penderitaan panjang rakyat Palestina, bukan semata-mata konflik sektarian atau soal ideologi. Ini adalah pertarungan kepentingan geopolitik dan perebutan pengaruh regional yang sarat dengan ambisi penguasa dan hipokrisi negara-negara besar.

Antara Agresi dan Resistensi

Sejak puluhan tahun, Israel telah menjadi simbol dari satu proyek kolonial modern yang dibentengi dan disokong penuh oleh kekuatan Barat, khususnya Amerika Serikat dan sekutunya. Di tanah Palestina, yang seharusnya menjadi rumah bersama, kekuatan militer digunakan untuk mengusir, menduduki, dan menindas. Pemukiman ilegal diperluas, rakyat diblokade, dan suara-suara kritis dibungkam.

Ketika rakyat Palestina melakukan perlawanan, mereka dicap sebagai teroris. Namun dunia seakan tuli ketika bom dijatuhkan ke rumah sakit, ketika anak-anak menjadi korban, atau ketika embargo menghancurkan generasi baru.

Iran, di sisi lain, yang secara historis tidak pernah melancarkan ekspansi militer lintas benua seperti kekuatan Barat, justru digambarkan sebagai ancaman global. Padahal, selama bertahun-tahun Iran hidup di bawah tekanan sanksi ekonomi, provokasi militer, dan operasi intelijen yang terang-terangan dilakukan oleh kekuatan luar. Ketika Iran merespons secara militer, barulah media Barat ramai menuding bahwa mereka melanggar hukum internasional.

Kemunafikan Dunia Barat

Inilah wajah dunia yang sesungguhnya hari ini: kemunafikan kolektif yang disponsori oleh kekuatan besar. Negara-negara yang mengaku menjunjung tinggi hak asasi manusia justru adalah produsen senjata terbesar. Mereka mendanai perang, menjual alat pemusnah massal, namun di panggung internasional tampil sebagai pembawa damai.

Mereka tak segan mengintervensi negara lain dengan alasan “melindungi warga sipil” – seperti yang terjadi di Irak, Suriah, atau Libya – namun di waktu bersamaan menutup mata terhadap kejahatan yang dilakukan oleh sekutu mereka.

Lebih ironis lagi, mereka sering membungkus kepentingan politik dan ekonomi dengan jargon idealistik seperti “demokrasi,” “perlindungan terhadap minoritas,” atau “stabilitas kawasan.” Padahal yang mereka jaga hanyalah akses terhadap minyak, sumber daya alam, dan pengaruh politik strategis.

Jika Barat benar-benar menjunjung perdamaian, mengapa mereka tidak menggunakan kekuatan diplomatik dan ekonomi untuk menghentikan pendudukan Israel di Palestina? Mengapa suara rakyat Palestina tak pernah mendapat tempat dalam forum-forum dunia? Mengapa Iran tak diberikan ruang untuk membela kedaulatannya secara setara?

Jawabannya jelas: karena dunia tidak sedang dipimpin oleh prinsip, tetapi oleh kepentingan.

Perang Bukan Kehendak Rakyat

Konflik-konflik ini bukanlah kehendak rakyat. Tak ada rakyat yang ingin negaranya dibombardir. Tak ada ibu yang ingin anaknya menjadi tentara di usia belia. Tak ada pemuda yang bercita-cita menjadi martir karena rumahnya hancur. Semua ini adalah hasil ambisi dan ego pemimpin-pemimpin negara yang menjadikan rakyat sebagai pion.

Rakyat Palestina ingin hidup tenang. Rakyat Iran ingin makan dengan tenang tanpa sanksi. Rakyat Israel pun, jika ditanya secara jujur, pasti lebih ingin berdamai daripada terus hidup dalam ketakutan. Namun suara mereka tenggelam di antara jeritan propaganda, intimidasi elite, dan tekanan kekuatan global.

Kondisi ini seharusnya menggugah kesadaran dunia internasional: bahwa jika rakyat terus diam, dunia akan terus dikuasai oleh mereka yang tidak layak memimpin. Mereka yang tidak berbicara hari ini, akan menangisi esok yang lebih kelam.

Visi Ke Depan: Dunia Tanpa Perang

Baca Juga

20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Menolak Perang, Menimbang Keadilan: Eropa di Antara Moralitas, Ketakutan Strategis, dan Pergeseran Tatanan Dunia

Maret 29, 2026
img-0531_11zon

Mengingat Masa Lalu, Menentukan Arah Masa Depan

Maret 29, 2026

Hari ini dunia menghadapi risiko besar: perang global skala penuh. Jika konflik di Timur Tengah terus meningkat, dan kekuatan besar ikut terseret secara langsung, maka Perang Dunia III bukan lagi fiksi. Ini akan menjadi kenyataan yang menghancurkan segalanya.

Namun masih ada harapan. Dunia sudah memasuki era keterhubungan informasi. Setiap rakyat memiliki suara, dan suara itu bisa digemakan melalui media sosial, gerakan sipil, kampanye global, dan tekanan ekonomi terhadap perusahaan dan pemerintah yang mendukung perang.

Kita bisa belajar dari gerakan-gerakan rakyat di seluruh dunia: demonstrasi pro-Palestina di Eropa, penolakan warga Amerika terhadap intervensi luar negeri, boikot terhadap produk yang membiayai penjajahan, serta solidaritas antarbangsa yang muncul dari berbagai komunitas sipil.

ADVERTISEMENT

Penutup: Bangkitnya Kesadaran Kolektif

Kini, bukan saatnya rakyat dunia diam. Saatnya rakyat di Barat maupun Timur bersatu dalam visi yang sama: kemanusiaan, keadilan, dan kedamaian. Dunia harus diselamatkan dari para penguasa yang menjadikan kekuasaan sebagai alat kehancuran.

Islam tidak pernah memulai agresi, tetapi selalu menjadi garda dalam membela kehormatan dan hak. Jika dunia benar-benar ingin adil, dengarkanlah suara dari para korban, bukan dari para penjajah. Dan jika para pemimpin tidak mampu lagi membawa perdamaian, maka biarlah rakyat dunia yang melakukannya—dengan kesadaran, keberanian, dan persatuan lintas batas.


Dayan Abdurrahman adalah peneliti independen dan pemerhati geopolitik global. Ia aktif menulis isu-isu terkait konflik, keadilan internasional, dan dinamika kekuatan global dari perspektif keadilan rakyat.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 337x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 298x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 248x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 238x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 192x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234Tweet147
Dayan Abdurrahman

Dayan Abdurrahman

Bio narasi Saya adalah lulusan pendidikan Bahasa Inggris dengan pengalaman sebagai pendidik, penulis akademik, dan pengembang konten literasi. Saya menyelesaikan studi magister di salah satu universitas ternama di Australia, dan aktif menulis di bidang filsafat pendidikan Islam, pengembangan SDM, serta studi sosial. Saya juga terlibat dalam riset dan penulisan terkait Skill Development Framework dari Australia. Berpengalaman sebagai dosen dan pelatih pendidik, saya memiliki keahlian dalam penulisan ilmiah, editing, serta pendampingan riset. Saat ini, saya terus mengembangkan karya dan membangun jejaring profesional lintas bidang, generasi, serta komunitas akademik global.

Baca Juga

0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5
Puisi

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff
# Kebijakan Trump

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542
Artikel

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518
Artikel

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
Next Post
Perempuan-Perempuan yang Belajar Menganyam Tudung Saji

Perempuan-Perempuan yang Belajar Menganyam Tudung Saji

HABA Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

November 10, 2025
Kabar Redaksi

Kabar Redaksi

Februari 2, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    886 shares
    Share 354 Tweet 222
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    872 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com