POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Dunia dalam Eskalasi: Ketika Rakyat Menjadi Korban Ambisi Para Penguasa

Dayan AbdurrahmanOleh Dayan Abdurrahman
June 26, 2025
Kuliah Tanpa Beban: Kritik Terhadap Klaim Kuliah yang Terlalu Mudah
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh: Dayan Abdurrahman,

Di tengah kemajuan teknologi dan komunikasi global, dunia justru dihadapkan pada kemunduran moral yang luar biasa. Perang, penjajahan, dan kekerasan kini tidak lagi hadir dengan wajah terang-terangan seperti abad-abad sebelumnya. Mereka hadir dalam bentuk “misi kemanusiaan,” “operasi militer terbatas,” atau “perlindungan atas hak kedaulatan.” Namun di balik itu semua, sesungguhnya yang bekerja adalah mesin kekuasaan dan kerakusan yang mengabaikan suara nurani.

Konflik yang tengah berlangsung antara Iran dan Israel, serta penderitaan panjang rakyat Palestina, bukan semata-mata konflik sektarian atau soal ideologi. Ini adalah pertarungan kepentingan geopolitik dan perebutan pengaruh regional yang sarat dengan ambisi penguasa dan hipokrisi negara-negara besar.

Antara Agresi dan Resistensi

Sejak puluhan tahun, Israel telah menjadi simbol dari satu proyek kolonial modern yang dibentengi dan disokong penuh oleh kekuatan Barat, khususnya Amerika Serikat dan sekutunya. Di tanah Palestina, yang seharusnya menjadi rumah bersama, kekuatan militer digunakan untuk mengusir, menduduki, dan menindas. Pemukiman ilegal diperluas, rakyat diblokade, dan suara-suara kritis dibungkam.

Ketika rakyat Palestina melakukan perlawanan, mereka dicap sebagai teroris. Namun dunia seakan tuli ketika bom dijatuhkan ke rumah sakit, ketika anak-anak menjadi korban, atau ketika embargo menghancurkan generasi baru.

Iran, di sisi lain, yang secara historis tidak pernah melancarkan ekspansi militer lintas benua seperti kekuatan Barat, justru digambarkan sebagai ancaman global. Padahal, selama bertahun-tahun Iran hidup di bawah tekanan sanksi ekonomi, provokasi militer, dan operasi intelijen yang terang-terangan dilakukan oleh kekuatan luar. Ketika Iran merespons secara militer, barulah media Barat ramai menuding bahwa mereka melanggar hukum internasional.

Kemunafikan Dunia Barat

Inilah wajah dunia yang sesungguhnya hari ini: kemunafikan kolektif yang disponsori oleh kekuatan besar. Negara-negara yang mengaku menjunjung tinggi hak asasi manusia justru adalah produsen senjata terbesar. Mereka mendanai perang, menjual alat pemusnah massal, namun di panggung internasional tampil sebagai pembawa damai.

Mereka tak segan mengintervensi negara lain dengan alasan “melindungi warga sipil” – seperti yang terjadi di Irak, Suriah, atau Libya – namun di waktu bersamaan menutup mata terhadap kejahatan yang dilakukan oleh sekutu mereka.

📚 Artikel Terkait

Disdik Pidie Jaya Kembali Melatih 160 Pelajar Menulis Cerita dan Puisi

Jejak Wangsa Jamalullail: dari Tahta Kesultanan ke Blang Padang

Tak Kenal, Maka Tak Sesal

Writing for Pleasure

Lebih ironis lagi, mereka sering membungkus kepentingan politik dan ekonomi dengan jargon idealistik seperti “demokrasi,” “perlindungan terhadap minoritas,” atau “stabilitas kawasan.” Padahal yang mereka jaga hanyalah akses terhadap minyak, sumber daya alam, dan pengaruh politik strategis.

Jika Barat benar-benar menjunjung perdamaian, mengapa mereka tidak menggunakan kekuatan diplomatik dan ekonomi untuk menghentikan pendudukan Israel di Palestina? Mengapa suara rakyat Palestina tak pernah mendapat tempat dalam forum-forum dunia? Mengapa Iran tak diberikan ruang untuk membela kedaulatannya secara setara?

Jawabannya jelas: karena dunia tidak sedang dipimpin oleh prinsip, tetapi oleh kepentingan.

Perang Bukan Kehendak Rakyat

Konflik-konflik ini bukanlah kehendak rakyat. Tak ada rakyat yang ingin negaranya dibombardir. Tak ada ibu yang ingin anaknya menjadi tentara di usia belia. Tak ada pemuda yang bercita-cita menjadi martir karena rumahnya hancur. Semua ini adalah hasil ambisi dan ego pemimpin-pemimpin negara yang menjadikan rakyat sebagai pion.

Rakyat Palestina ingin hidup tenang. Rakyat Iran ingin makan dengan tenang tanpa sanksi. Rakyat Israel pun, jika ditanya secara jujur, pasti lebih ingin berdamai daripada terus hidup dalam ketakutan. Namun suara mereka tenggelam di antara jeritan propaganda, intimidasi elite, dan tekanan kekuatan global.

Kondisi ini seharusnya menggugah kesadaran dunia internasional: bahwa jika rakyat terus diam, dunia akan terus dikuasai oleh mereka yang tidak layak memimpin. Mereka yang tidak berbicara hari ini, akan menangisi esok yang lebih kelam.

Visi Ke Depan: Dunia Tanpa Perang

Hari ini dunia menghadapi risiko besar: perang global skala penuh. Jika konflik di Timur Tengah terus meningkat, dan kekuatan besar ikut terseret secara langsung, maka Perang Dunia III bukan lagi fiksi. Ini akan menjadi kenyataan yang menghancurkan segalanya.

Namun masih ada harapan. Dunia sudah memasuki era keterhubungan informasi. Setiap rakyat memiliki suara, dan suara itu bisa digemakan melalui media sosial, gerakan sipil, kampanye global, dan tekanan ekonomi terhadap perusahaan dan pemerintah yang mendukung perang.

Kita bisa belajar dari gerakan-gerakan rakyat di seluruh dunia: demonstrasi pro-Palestina di Eropa, penolakan warga Amerika terhadap intervensi luar negeri, boikot terhadap produk yang membiayai penjajahan, serta solidaritas antarbangsa yang muncul dari berbagai komunitas sipil.

Penutup: Bangkitnya Kesadaran Kolektif

Kini, bukan saatnya rakyat dunia diam. Saatnya rakyat di Barat maupun Timur bersatu dalam visi yang sama: kemanusiaan, keadilan, dan kedamaian. Dunia harus diselamatkan dari para penguasa yang menjadikan kekuasaan sebagai alat kehancuran.

Islam tidak pernah memulai agresi, tetapi selalu menjadi garda dalam membela kehormatan dan hak. Jika dunia benar-benar ingin adil, dengarkanlah suara dari para korban, bukan dari para penjajah. Dan jika para pemimpin tidak mampu lagi membawa perdamaian, maka biarlah rakyat dunia yang melakukannya—dengan kesadaran, keberanian, dan persatuan lintas batas.


Dayan Abdurrahman adalah peneliti independen dan pemerhati geopolitik global. Ia aktif menulis isu-isu terkait konflik, keadilan internasional, dan dinamika kekuatan global dari perspektif keadilan rakyat.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Dayan Abdurrahman

Dayan Abdurrahman

Bio narasi Saya adalah lulusan pendidikan Bahasa Inggris dengan pengalaman sebagai pendidik, penulis akademik, dan pengembang konten literasi. Saya menyelesaikan studi magister di salah satu universitas ternama di Australia, dan aktif menulis di bidang filsafat pendidikan Islam, pengembangan SDM, serta studi sosial. Saya juga terlibat dalam riset dan penulisan terkait Skill Development Framework dari Australia. Berpengalaman sebagai dosen dan pelatih pendidik, saya memiliki keahlian dalam penulisan ilmiah, editing, serta pendampingan riset. Saat ini, saya terus mengembangkan karya dan membangun jejaring profesional lintas bidang, generasi, serta komunitas akademik global.

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Perempuan-Perempuan yang Belajar Menganyam Tudung Saji

Perempuan-Perempuan yang Belajar Menganyam Tudung Saji

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00