• Latest
Christiaan Snouck Hurgronje, Antropolog yang Selalu Membela Aceh dan Islam

Surat Wasiat Christiaan Snouck Hurgronje akan Dibuka Tahun 2036 oleh Notaris di Leiden, Belanda

Juni 18, 2025
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Surat Wasiat Christiaan Snouck Hurgronje akan Dibuka Tahun 2036 oleh Notaris di Leiden, Belanda

Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Siby Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si
Juni 18, 2025
Reading Time: 3 mins read
Christiaan Snouck Hurgronje, Antropolog yang Selalu Membela Aceh dan Islam
613
SHARES
3.4k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si


Departemen Antropologi, Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Aceh

Salah satu misteri terbesar yang ditinggalkan oleh Christiaan Snouck Hurgronje—seorang ilmuwan brilian sekaligus penasihat kolonial yang kontroversial—adalah surat wasiatnya. Setelah kematiannya pada tahun 1936 (Schacht, 1937: 192), terungkap bahwa wasiat terakhirnya disegel dengan instruksi ketat untuk tidak dibuka hingga seratus tahun setelah kematiannya. Dengan demikian, pada tahun 2036, dunia akan mendapatkan akses ke dokumen yang berpotensi menjadi kunci terakhir untuk memahami pemikiran terdalam dari sosok yang penuh dengan dualitas ini.

Baca Juga

db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026


Perintah penundaan pembukaan wasiat selama satu abad ini adalah tradisi legal di Belanda, juga secara sempurna mencerminkan kehidupan Snouck Hurgronje sendiri, yang dipenuhi dengan lapisan-lapisan kerahasiaan dan identitas ganda. Ia adalah seorang ilmuwan Eropa yang berhasil hidup sebagai seorang sarjana Muslim bernama ‘Abd al-Ghaffār di Mekkah (Van Koningsveld, 2016: 88), membaur begitu dalam hingga ia bisa memetakan kehidupan sosial dan keagamaan di kota suci itu secara mendetail (Hurgronje, 2007). Ia juga adalah seorang suami bagi perempuan-perempuan Sunda di Priangan, memiliki keturunan Indo-Eropa yang riwayatnya baru terungkap secara luas bertahun-tahun kemudian (Rohmana, 2018: 35).


Di sisi lain, ia adalah penasihat utama Pemerintah Kolonial Belanda, yang analisis tajamnya tentang masyarakat Aceh dalam karyanya De Atjehers (Hurgronje, 1893) digunakan sebagai landasan strategis oleh Jenderal Van Heutsz untuk menaklukkan perlawanan Aceh (van Dijk, 2021: 326).

Dualitas antara perannya sebagai seorang etnograf yang empatik dan seorang analis kebijakan perang yang dingin merupakan inti dari perdebatan tak berujung mengenai warisannya (Benda, 1958: 338).


Maka, spekulasi mengenai isi surat wasiat tersebut sangat beragam. Apakah wasiat itu berisi pengakuan akhir mengenai keyakinan agamanya? Ataukah wasiat itu memuat pesan-pesan atau warisan yang ditujukan secara khusus kepada para keturunannya di Indonesia, yang mungkin tidak pernah ia temui lagi setelah kembali ke Eropa?

Mungkinkah wasiat itu mengandung informasi sensitif mengenai kebijakan internal pemerintah kolonial, atau penilaian pribadinya yang blak-blakan tentang para pejabat tinggi Belanda dan para elite pribumi yang menjadi informannya (Laffan, 2003)?

Snouck mungkin sengaja menundanya selama 100 tahun untuk memastikan semua pihak yang terlibat telah tiada, sehingga yang tersisa hanyalah catatan sejarah.


Bisa jadi wasiat tersebut berisi perspektif terakhirnya mengenai Perang Aceh atau kebijakan Islam di Hindia Belanda, sebuah upaya untuk meluruskan interpretasi atas karyanya dan mengendalikan narasinya sendiri dari balik kubur.


Apapun isinya kelak, tindakan menyegel wasiat selama satu abad adalah langkah yang sangat khas Snouck Hurgronje. Ia adalah seorang ahli dalam mengelola informasi dan citra. Dengan keputusan ini, ia memastikan bahwa bahkan lama setelah jasadnya tiada, namanya akan terus menjadi subjek keingintahuan dan spekulasi. Wasiat tahun 2036 adalah teka-teki terakhir dari seorang intelektual zeni yang hidupnya adalah sebuah teka-teki itu sendiri.


Berdasarkan catatan sejarah dan arsip yang ada di sini, di Leiden, surat wasiat Christiaan Snouck Hurgronje memang dibuat dan disimpan di kota ini, tempat ia menghabiskan sisa hidupnya sebagai profesor dan meninggal pada tahun 1936. Kantor notaris yang asli, yang menyusun dan menyimpan surat wasiat tersebut pada tahun 1936, adalah kantor Notaris G.A. de Jongh di Leiden.


Namun, setelah hampir 90 tahun, dokumen tersebut tidak lagi disimpan di kantor notaris komersial yang mungkin sudah tidak ada lagi atau telah berganti nama. Sesuai dengan hukum di Belanda, arsip notaris yang telah berumur puluhan tahun akan diserahkan kepada arsip publik untuk pelestarian permanen.

ADVERTISEMENT


Saat ini, dokumen surat wasiat Christiaan Snouck Hurgronje disimpan secara resmi di Erfgoed Leiden en Omstreken (Pusat Warisan Budaya Leiden dan Sekitarnya). Lembaga ini adalah pusat arsip regional yang menyimpan arsip-arsip notaris (notariële archieven) dari kota Leiden, termasuk dari periode ketika Snouck Hurgronje meninggal. Di sinilah dokumen tersebut disegel dan dijaga, menunggu untuk dibuka secara resmi pada tahun 2036.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 347x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 309x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 261x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 252x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 198x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Untaian Puisi  Sariman Haji Husin

Untaian Puisi  Sariman Haji Husin

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com