POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Mengenal Tito Karnavian yang Memutasi Empat Pulau ke Sumut

Rosadi JamaniOleh Rosadi Jamani
June 14, 2025
Mengenal Tito Karnavian yang Memutasi Empat Pulau ke Sumut
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Seminggu terakhir, Indonesia digemparkan oleh empat pulau di Aceh mendadak ‘dimutasi’ ke Sumatera Utara. Dalangnya? Siapa lagi kalau bukan Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Dr. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D. Seorang mantan pemburu teroris internasional, kini menjadi tukang geser koordinat paling berpengaruh di republik ini. Kalau Google Maps bisa bicara, mungkin dia sudah minta cuti karena burnout geser-geser wilayah.

Jangan salah, ini bukan sembarang Tito. Ini Tito yang jika ente menyebut namanya di depan para teroris, mereka bisa langsung gemetar sambil baca istighfar. Tapi anehnya, akhir-akhir ini namanya justru bikin warga Aceh panas dingin. Bukan karena dia pakai rompi Densus, tapi karena tanda tangan mautnya yang bikin empat pulau mendadak kabur ke Sumut. Tapi mari kita jangan langsung ribut. Sebelum menuding, mari kita kenalan dulu dengan beliau.

Lahir di Palembang, 26 Oktober 1964, Tito ini bukan jebolan biasa. Waktu kecil sekolah di Xaverius, remaja di SMA 2 Palembang, lalu lanjut ke Akademi Kepolisian. Tentu saja, keluar sebagai lulusan terbaik. Masih kurang? Ia ambil master di Inggris, lanjut bachelor lagi di Selandia Baru (ya, dia kuliah dua kali sarjana, mungkin karena satu gelar terasa kurang), lalu Ph.D. di Singapura. Jangan heran kalau dia sekarang bisa menandatangani SK yang bikin peta berubah. Ini bukan karena salah ketik, ini karena ilmunya memang sudah level dewa koordinat.

Kariernya pun tidak main-main. Dari perwira muda, ia langsung masuk tim elite. Ia adalah otak operasi penangkapan Dr. Azhari, dedengkot teroris kelas kakap. Tito bukan cuma jago nembak, tapi juga jago mikir. Dia memimpin Densus 88 seperti memimpin orkestra, setiap serangan terencana, setiap langkah strategis. Saat orang lain sibuk urus SIM hilang, Tito sedang membongkar jaringan teroris lintas negara. Bahkan, saking seringnya memburu bom, Tito bisa dibilang punya radar internal untuk mendeteksi niat jahat.

📚 Artikel Terkait

Mengapa Perempuan Memilih Bekerja di Luar Rumah?

Damai Bethany

Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Aceh Sosialisasikan Kegeologian di MIN 11 Banda Aceh

Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

Ketika dilantik jadi Kapolri, dia tidak cuma bawa tongkat komando. Dia bawa pendekatan baru, lunak dan keras sekaligus. Deradikalisasi? Jalan. Tindakan tegas? Tempur. Tito adalah Kapolri yang bisa ngomong soal teori strategi sambil garuk-garuk peta intelijen. Lalu dia naik kelas lagi. Kali ini jadi Menteri Dalam Negeri. Dari mengatur polisi, sekarang mengatur gubernur. Dari mendeteksi teroris, sekarang mendeteksi tumpang tindih wilayah administrasi.

Di sinilah kita sekarang. Ketika dunia sedang bingung antara AI dan pemanasan global, Tito justru bikin panas satu provinsi gara-gara SK. Tapi tenang, jangan buru-buru marah. Tito bukan orang yang asal tanda tangan. Dia kuliah lama, baca buku banyak, dan kemungkinan besar sudah berkonsultasi dengan satelit sebelum geser pulau. Jadi kalau ada empat pulau di Aceh yang nyelonong ke Sumut, itu bukan sihir, itu strategi. Atau minimal, itu birokrasi yang tidak bisa dijelaskan dengan logika warga biasa.

Yang jelas, Tito Karnavian adalah figur langka. Perpaduan antara polisi, profesor, teknokrat, dan sekarang, tanpa sengaja, kartografer. Dia tidak hanya hafal UU, tapi juga hafal koordinat. Bagi Tito, menjaga NKRI bukan hanya soal menjaga keamanan, tapi juga soal menjaga keakuratan garis-garis di peta. Lain kali sampeyan lihat peta Indonesia, dan merasa rumah nuan bergeser ke provinsi sebelah, jangan panik. Mungkin itu cuma efek samping dari seorang Tito yang terlalu pintar mengatur negara.

Tapi jangan salah. Tito tetap sosok jenius. Ia bisa menjelaskan doktrin kontra-radikalisasi sambil nyicip kopi Aceh Gayo. Ia bisa menjawab pertanyaan wartawan dengan kutipan Machiavelli. Ia bisa bicara strategi pertahanan sambil geser garis batas administrasi. Di tengah semua itu, rakyat cuma bisa bertanya, apakah besok rumah kami masih masuk provinsi yang sama?

Inilah Indonesia, tanah penuh kejutan. Di mana pulau bisa berpindah, wilayah bisa berselisih, dan Mendagri bisa menjadi dalang geopolitik. Dan Tito? Ia tetap tenang, tersenyum, mungkin sedang menyiapkan SK berikutnya, siapa tahu, mungkin kali ini memindahkan pulau ke Pontianak.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share6SendShareScanShare
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Ketika Guru SD Berteman dengan Teknologi: Belajar, Berkarya, dan Menginspirasi

Ketika Guru SD Berteman dengan Teknologi: Belajar, Berkarya, dan Menginspirasi

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00