POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Dosen Itu Tewas di Tengah Gurun Menuju Rumah Tuhan

Rosadi JamaniOleh Rosadi Jamani
June 3, 2025
Dosen Itu Tewas di Tengah Gurun Menuju Rumah Tuhan
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Tak ada yang lebih menyedihkan dari melihat seorang manusia wafat dalam perjalanan menuju Tuhan. Bukan karena ia durhaka, tetapi karena terlalu rindu.

Namanya SM. Seorang dosen dari sebuah universitas Islam di Madura. Ia bukan siapa-siapa di mata dunia, tapi di matanya sendiri, ia seorang tamu Tuhan yang sedang mencari jalan pulang. Ia tahu bahwa haji adalah kewajiban sekali seumur hidup. Ia tahu bahwa Makkah adalah titik pertemuan manusia dengan langit. Ia tahu bahwa barangkali, di antara semua doa yang terucap sejak kecil, satu yang belum tercapai adalah menyentuh Kakbah dengan tangan sendiri, dan mengadu langsung kepada Sang Pemilik Semesta. Namun, hidup tak selalu memberi tiket resmi untuk kerinduan.

SM hanya punya visa ziarah multiple. Sebuah dokumen yang dalam logika dunia hanyalah tiket tamasya, bukan undangan haji. Tapi apakah Tuhan peduli soal visa? Apakah keikhlasan seseorang bisa ditolak hanya karena ia tidak memegang barcode? Barangkali tidak. Tapi dunia, dan aturan dunia, sudah lama tidak meniru cara Tuhan mencintai manusia.

Bersama beberapa WNI lain, SM menumpang taksi ilegal, menyusuri padang tandus yang diguyur matahari seperti api. Sopir taksi panik di tengah jalan. Drone militer Arab Saudi berkeliaran di langit. Pengawasan supercanggih itu tak hanya melacak teroris, tapi juga mereka yang ingin mencium Hajar Aswad tanpa izin tertulis. Takut ditangkap, sang sopir menurunkan mereka di tengah gurun Jumum. Tidak ada teduh. Tidak ada tempat berteduh. Hanya pasir dan langit yang saling membakar.

Di sinilah takdir menemukan SM. Dehidrasi, tubuhnya mulai melemah. Ia bukan lagi seorang dosen. Bukan lagi warga Madura. Ia bukan turis, bukan jamaah resmi. Ia hanya manusia biasa yang mencoba memeluk Tuhan dari arah yang berbeda menurut dunia. Ia tergeletak, lalu tak bangun lagi. Tubuhnya ditemukan tak bernyawa oleh patroli drone, teknologi tercanggih untuk melacak mereka yang ingin beribadah tanpa kartu izin.

📚 Artikel Terkait

Tak Sempat Menulis

Rindu (Tanpa) Perang di Aceh

Memimpin Bangsa dan Pendidikan Yang Tertinggal

Hifz al-Biah: Solusi Islami untuk Mengatasi Perubahan Iklim di Aceh

Kemenag Pamekasan bungkam. Kepala kantornya mengatakan bahwa seluruh jajaran dilarang bicara soal jamaah haji ilegal. Seolah-olah kisah ini harus dibungkam, agar dunia tak tahu bahwa ada orang yang mati karena terlalu ingin menyembah.

Tapi Kepala Desa Blumbungan membenarkan. SM memang warganya. Kabar kematiannya sudah tiba lebih dulu dari jenazahnya.

Di sisi lain, Pemerintah Arab Saudi memperketat pengawasan. Tahun ini, lebih dari 269.000 orang dicegat karena mencoba masuk Makkah tanpa izin. Lebih dari 23.000 penduduk Saudi sendiri dikenai sanksi. Sebanyak 400 perusahaan haji dicabut izinnya. Negara itu kini bukan sekadar penjaga dua tanah suci, tapi juga pengelola sistem keamanan spiritual yang lebih ketat dari bandara internasional.

Haji, ibadah yang harusnya menjadi ziarah cinta, kini berubah menjadi operasi militer. Siapa yang sah dan siapa yang tidak sah, ditentukan oleh sensor dan administrasi. Padahal tak ada satu pun ayat yang mengatakan bahwa Tuhan hanya menerima tamu dengan visa resmi.

SM tewas di gurun. Tapi barangkali, di langit, Tuhan menyambutnya dengan peluk hangat, lebih hangat dari pasir yang membakarnya. Karena hanya Tuhan yang tahu, siapa yang datang dengan cinta, dan siapa yang hanya datang karena bisa.

Kini, SM tak perlu barcode lagi. Ia telah tiba di hadapan-Nya. Tanpa izin, tanpa drone, tanpa loket. Hanya dengan air mata dan niat yang tak pernah tercatat dalam sistem manusia.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share4SendShareScanShare
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00