Dengarkan Artikel
Oleh Heri Iskandar
–‐————‐—————————————–
Selasa, 03/6/2025 (Edisi 1069)
“SIAPA SAJA yang menyeleweng dan tidak bisa kerja silakan mundur atau akan dimundurkan! Itulah peringatan terbaru dari Kepala Nagara ketika berpidato pada peringatan hari lahir Pancasila dua hari silam di Jakarta. Namun rakyat Indonesia tidak lagi bersorak mendengarnya. Ultimatum tersebut bukan yang pertama didengar umat. Sama dengan sebelumnya, peringatan yang ditujukan kepada pejabat nakal terbukti tidak merubah apa-apa. Yang terpeta di dalam memori banyak orang adalah, Presiden Prabowo tau ada aparaturnya yang brengsek tapi tetap membiarkan mereka di posisinya seakan menunggu mereka melakukan sesuatu yang mustahil yaitu memperbaiki mental dan moral masing-masing. Padahal yang paling mau didengar rakyat bukan cuma sekedar ancaman melainkan eksekusinya. Banyak pihak meyakini Prabowo tahu siapa saja yang menjadi duri di dalam Kabinetnya. Presiden juga menyadari sekencang apa pun ia menyuarakan ancaman pecat hanya dianggap gertakan yang sifatnya biasa-biasa saja. Mestinya penguasa Istana juga harus meyakini bahwa rakyat ingin sekali melihat kapan mereka ditumpas..?”
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






