POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Merayakan Hari Lahir Pancasila di Era Artificial Intelligence

RedaksiOleh Redaksi
June 1, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Gunawan Trihantoro


Ketua Satupena Kabupaten Blora dan Sekretaris Kreator Era AI Jawa Tengah

Setiap tanggal 1 Juni, bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila, sebuah momentum historis yang meneguhkan dasar ideologis kehidupan berbangsa. Tahun 2025 ini, peringatan tersebut mengusung tem Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya, sebuah ajakan reflektif yang relevan di tengah arus deras kemajuan teknologi, khususnya artificial intelligence (AI).

Pancasila bukan sekadar warisan sejarah, tetapi landasan nilai yang tak lekang oleh zaman. Di era digital yang bergerak cepat, kita tidak hanya dituntut untuk adaptif secara teknologi, tetapi juga kokoh secara ideologis. Tantangan abad ini bukan hanya soal kemampuan memproduksi dan mengelola data, melainkan bagaimana kita tetap menjaga jati diri kebangsaan di tengah kecanggihan teknologi.

Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, menjadi fondasi spiritual yang sangat relevan dalam dunia yang makin mekanistik. Ketika algoritma dan robot mulai menggantikan banyak fungsi manusia, kita diingatkan bahwa teknologi sejatinya harus berpijak pada nilai-nilai ketuhanan. Kecerdasan buatan boleh canggih, tetapi nurani manusia tetap harus menjadi pusat dari setiap proses pengambilan keputusan.

Sila kedua, Kemanusiaan yang adil dan beradab, mengajak kita untuk tidak kehilangan sisi kemanusiaan di tengah revolusi digital. Kemanusiaan tidak boleh digantikan oleh kalkulasi dingin algoritma. Kita membutuhkan kecerdasan yang berpihak, bukan hanya pada efisiensi dan kecepatan, tetapi juga pada keadilan, empati, dan nilai-nilai luhur kemanusiaan.

📚 Artikel Terkait

Banyak Masalah Bisa Dicermati, Tapi Masalah Yang Lebih Besar Jangan Sampai Luput dan Terlupakan

Mencari Warna Dunia

Api di Selatan, Duka di Langit

Firman dan Sabina Dinobatkan Menjadi Duta Wisata Lhokseumawe 2023

Sementara sila ketiga, Persatuan Indonesia, menghadirkan tantangan tersendiri dalam era media sosial dan disrupsi informasi. Polarisasi dan perpecahan sering kali lahir dari ruang digital. Maka, membumikan semangat persatuan melalui literasi digital, dialog antarwarga, serta etika bermedia menjadi bagian dari upaya memperkokoh pilar bangsa di ruang virtual.

Sila keempat, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, mengingatkan kita bahwa demokrasi tidak bisa didelegasikan kepada sistem otomatis. Kecanggihan AI memang mampu mengolah data, tetapi keputusan yang bijak tetap harus dilandaskan pada hikmah, musyawarah, dan kesadaran kolektif sebagai bangsa.

Dan sila kelima, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, menjadi parameter utama agar kemajuan teknologi tidak memperlebar ketimpangan. Pemerataan akses digital, pendidikan teknologi untuk semua, serta perlindungan terhadap kelompok rentan adalah bentuk nyata dari implementasi sila kelima di era AI. Keadilan tidak hanya berarti akses, tetapi juga kemampuan untuk memanfaatkan teknologi secara bermartabat.

Merayakan Hari Lahir Pancasila di era artificial intelligence bukan sekadar ritual kenegaraan, melainkan ajakan untuk memperkuat jati diri bangsa dalam menghadapi masa depan. Pancasila adalah kompas moral kita, dan kecanggihan teknologi seharusnya tunduk pada nilai-nilai yang telah terbukti menyatukan negeri ini dalam keberagaman.

Generasi muda, sebagai aktor utama dunia digital, harus menjadi penjaga dan penggerak nilai-nilai Pancasila. Bukan hanya sebagai hafalan di buku, tetapi sebagai panduan hidup di dunia nyata dan maya. Mereka adalah wajah Indonesia masa depan, dan tugas kita bersama memastikan mereka tumbuh sebagai pribadi yang berkarakter, kreatif, dan berkeadaban.

Indonesia Raya yang kita cita-citakan tidak semata tentang revolusi teknologi, melainkan tentang bangsa yang unggul secara nilai dan berdaya secara spiritual. Di tengah dunia yang makin dikuasai mesin, Pancasila mengingatkan kita untuk tetap menjadi manusia yang beriman, berakal, dan berperikemanusiaan.

Selamat Hari Lahir Pancasila. Mari terus memperkokoh ideologi bangsa dalam setiap tarikan napas digital yang kita embuskan. Indonesia Maju, Indonesia Beradab, Indonesia yang Pancasilais di era apa pun, termasuk di era artificial intelligence. (*)

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Sudah 115 Jemaah Haji yang Wafat

Sudah 115 Jemaah Haji yang Wafat

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00