Dengarkan Artikel
Najis
Oleh Ai Lundeng
Sandiwaramu menarik perhatian public
Menggelitik penuh intrik
Peranmu sangat asyik
Buat kami enak berbisik bisik
Aku si miskin kau kambing hitamkan
Digiring menuju jagal mengerikan
Kau berseru dengan kemenangan penuh kepalsuan
Berkibar bendera syetan kemunafikan
Dasimu mencekik kebebasanku
Sepatumu menginjak harga diriku
Sorot mata ambisimu
Laksana lampu pijar
Menyerang saraf mata ketulusan
Kau makan uang comberan
Rakusmu hitamkan kebenaran
Menuju tahta Kerajaan iblis
Penuh glamor tapi Najis
Purwakarta, 27-7-2024
Lipatan Rindu
Oleh Ai lundeng
Ku lipat rindu ini
📚 Artikel Terkait
Ku simpan di lemari penantian
Tersimpan rapih
Berharap tak ada yang mengusik
Sampai dia datang menemui lagi
Ingin kuhamparkan rindu ini
Diatas ranjang beralas kasih sayang
Bersama merangkai cerita
Beraroma wangi surga
Namun sampai kini rindu tetap tersimpan
Menanti sang tuan datang
Menunggu penuh sabar
Dipeluk malam tanpa rembulan
Lipatan rindu tak pernah layu
Bersama waktu terus berlalu
Tersimpan dibingkai kesetiaan
Entah sampai kapan….
Purwakarta-23-10-2024
Lelaki di waktu senja
By,Ai lundeng
Lelaki itu datang Ketika senja menjelang
Dia bawa ketenangan
Walau senja di jemput malam
langkahnya penuh keyakinan
Ada yang tak tenggelam kala senja datang
Dialah rasa yang Tuhan titipkan
Dia terus bermain dalam dua muara jiwa
Hingga senja fana
Lelaki yang datang diwaktu senja
Memberi ketenangan dalam jiwa
Dia Bagai oase di Tengah padang pasir
Memberi harapan hidup yang dulu getir
Bahagiaku ibarat senja hari
Dia datang menjelang waktu sore pergi
bersama lelaki yang datang di waktu senja
kini ku Kembali menyulam asa
Purwakarta, 18-9-2024
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






