POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Mengenal Habib Bugak Asyi, Setiap Jamaah Haji Asal Aceh Dapat Uang dari Wakafnya

Rosadi JamaniOleh Rosadi Jamani
May 26, 2025
Mengenal Habib Bugak Asyi, Setiap Jamaah Haji Asal Aceh Dapat Uang dari Wakafnya
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Mungkin ini yang dinamakan the miracle of wakaf. Diwakafkan abad 19 lalu, keuntungannya selalu dibagikan ke setiap jamaah asal Aceh di abad 21 ini. Setiap tahun lagi. Itulah wakaf dari Habib Bugak Asyi yang sangat luar biasa. Mari kita ungkap, wak dan tentu sambil seruput kopi gayo.

Pada suatu masa, ketika dunia belum mengenal TikTok, ketika influencer belum jadi profesi, dan ketika orang dermawan belum harus bikin konten “ngasih duit ke pengemis” untuk views, hiduplah seorang lelaki yang diam-diam meletakkan bom waktu keabadian, Habib Bugak Asyi.

Tahun 1760, ia datang ke Aceh. Seorang ulama. Seorang saudagar. Seorang lelaki yang, kalau hidup di masa kini, mungkin sudah jadi tokoh Marvel bernama The Wakafman. Tapi ia tidak tertarik jadi viral. Ia tidak tertarik tampil di televisi. Ia cuma tertarik satu hal, bagaimana hartanya bisa tetap bekerja, bahkan saat tubuhnya sudah jadi tanah, bahkan saat generasi demi generasi manusia silih berganti, bahkan saat dunia berubah dari unta ke jet pribadi.

Lalu pada 1809, ia melakukan sebuah manuver yang membuat para ahli properti dan makelar tanah modern bisa tersungkur menangis. Habib ini membeli sebidang tanah di dekat Masjidil Haram, lalu mewakafkannya untuk jemaah haji asal Aceh.

Coba bayangkan… sebuah tanah di titik spiritual paling mahal di muka bumi, dan dia kasih. Kasih!
Bukan disewakan. Bukan dipinjamkan. Tapi di-wakaf-kan. Gratis. Demi Allah. Demi Aceh.

Zaman berlalu. Masjidil Haram diperluas. Tanah wakaf terkena proyek. Tapi di sinilah keajaiban kapitalisme surgawi bekerja. Pemerintah Arab Saudi tidak hanya mengganti tanah tersebut, tapi juga menggelontorkan kompensasi. Dari situlah berdiri hotel-hotel megah. Hotel itu adalah Hotel Elaf Masyair, bintang lima, 650 kamar, hanya 250 meter dari Masjidil Haram. Hotel Ramada, bintang lima juga, 1.800 kamar, hanya 300 meter dari Masjidil Haram. Hotel Wakaf Habib Bugak Asyi di Aziziah, khusus untuk jemaah Aceh, 750 kapasitas.

Lalu ada gedung dan kantor wakaf di Aziziah, tempat administrasi kebajikan. Gedung di kawasan Syaikiyah, tempat tinggal gratis bagi warga Aceh yang mukim di Saudi.

Properti-properti ini bukan cuma bangunan. Ini adalah manifestasi konkret dari doa-doa yang tidak berhenti bekerja, karena setiap tahun, hasil dari semua hotel itu dibagi-bagikan kepada jemaah haji asal Aceh.

📚 Artikel Terkait

Kuflet Luncurkan Buku Autobiografi “Sulaiman Juned” Di Milad ke 27 Tahun.

Di Depan Pintu yang Tak Pernah Terbuka

Kritik Busuk Sang Penerka

Musyawarah APSI Kota Banda Aceh Hasilkan Pengurus Baru, Ini Susunannya

Tahun 2024, setiap jemaah menerima 2.000 Riyal Saudi (sekitar Rp 8,6 juta). Sebelumnya, hanya 1.500 Riyal. Tapi karena hotel makin ramai, keuntungan makin besar, maka rezeki pun makin deras. Kalau dihitung, ada ribuan jemaah yang menerima manfaat ini setiap tahun. Bahkan tenaga musiman, petugas haji, mukimin Aceh pun ikut kebagian. Semua dapat, semua senyum, semua terharu, walaupun sebagian mungkin tetap pura-pura tegar demi menjaga wibawa.

Semua ini dikelola oleh satu nama, Syekh Abdul Latif Baltou, sang naazhir yang sudah memegang amanah ini lebih dari 15 tahun, ditunjuk langsung oleh Kerajaan Arab Saudi. Beliau bukan sekadar pengelola. Beliau adalah penjaga pusaka spiritual. Orang yang memastikan bahwa niat mulia dari seorang hamba Allah 200 tahun lalu terus berputar seperti baling-baling kebaikan, menyapu generasi demi generasi.

Kita pun bertanya, bagaimana mungkin sebuah keputusan di awal abad ke-19 bisa tetap memberi makan orang di abad ke-21?
Bagaimana mungkin sebuah sedekah bisa berlipat ribuan kali dan tidak pernah berhenti?

Jawabannya cuma satu, niat yang lurus, wakaf yang produktif, dan Allah yang Maha Menggandakan.

Habib Bugak tidak perlu menulis caption. Tidak perlu konten. Tidak perlu pamer. Tapi hari ini, namanya diingat. Namanya diucap. Namanya hidup lebih lama dari banyak hal lain yang kita anggap “kekal”. Ia membuktikan bahwa manusia bisa mati, tapi cinta pada umat tak pernah usang.

Kalau ente masih mikir dua kali buat traktir temen ngopi, ingatlah, Habib Bugak ngasih tanah di depan Ka’bah. Bukan buat dipuji. Tapi buat dibagi.

Itulah puncak dermawan. Itulah wakaf yang bukan cuma amal, tapi peradaban.

Jika kelak anak cucu Aceh berjalan di lorong hotel mewah itu sambil membawa uang saku 2.000 Riyal, semoga mereka tahu, ada satu lelaki, yang pernah memilih untuk jadi abadi. Dengan caranya sendiri. Dengan wakafnya. Dengan Acehnya.

Namanya, Habib Bugak Asyi. Legenda yang tidak bikin drama. Tapi membangun sejarah.

Sumber foto: klikbmi.com

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 85x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 64x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share6SendShareScanShare
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
Apakah Perempuan Akademik yang Memilih Jadi Ibu Rumah Tangga Tidak Produktif?

Apakah Perempuan Akademik yang Memilih Jadi Ibu Rumah Tangga Tidak Produktif?

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00