• Latest
Mengenal Habib Bugak Asyi, Setiap Jamaah Haji Asal Aceh Dapat Uang dari Wakafnya

Mengenal Habib Bugak Asyi, Setiap Jamaah Haji Asal Aceh Dapat Uang dari Wakafnya

Mei 26, 2025
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Mengenal Habib Bugak Asyi, Setiap Jamaah Haji Asal Aceh Dapat Uang dari Wakafnya

Rosadi Jamaniby Rosadi Jamani
Mei 26, 2025
in #Wakaf, Artikel
Reading Time: 3 mins read
Mengenal Habib Bugak Asyi, Setiap Jamaah Haji Asal Aceh Dapat Uang dari Wakafnya
603
SHARES
3.4k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Rosadi Jamani

Mungkin ini yang dinamakan the miracle of wakaf. Diwakafkan abad 19 lalu, keuntungannya selalu dibagikan ke setiap jamaah asal Aceh di abad 21 ini. Setiap tahun lagi. Itulah wakaf dari Habib Bugak Asyi yang sangat luar biasa. Mari kita ungkap, wak dan tentu sambil seruput kopi gayo.

Pada suatu masa, ketika dunia belum mengenal TikTok, ketika influencer belum jadi profesi, dan ketika orang dermawan belum harus bikin konten “ngasih duit ke pengemis” untuk views, hiduplah seorang lelaki yang diam-diam meletakkan bom waktu keabadian, Habib Bugak Asyi.

Tahun 1760, ia datang ke Aceh. Seorang ulama. Seorang saudagar. Seorang lelaki yang, kalau hidup di masa kini, mungkin sudah jadi tokoh Marvel bernama The Wakafman. Tapi ia tidak tertarik jadi viral. Ia tidak tertarik tampil di televisi. Ia cuma tertarik satu hal, bagaimana hartanya bisa tetap bekerja, bahkan saat tubuhnya sudah jadi tanah, bahkan saat generasi demi generasi manusia silih berganti, bahkan saat dunia berubah dari unta ke jet pribadi.

Lalu pada 1809, ia melakukan sebuah manuver yang membuat para ahli properti dan makelar tanah modern bisa tersungkur menangis. Habib ini membeli sebidang tanah di dekat Masjidil Haram, lalu mewakafkannya untuk jemaah haji asal Aceh.

Coba bayangkan… sebuah tanah di titik spiritual paling mahal di muka bumi, dan dia kasih. Kasih!
Bukan disewakan. Bukan dipinjamkan. Tapi di-wakaf-kan. Gratis. Demi Allah. Demi Aceh.

Zaman berlalu. Masjidil Haram diperluas. Tanah wakaf terkena proyek. Tapi di sinilah keajaiban kapitalisme surgawi bekerja. Pemerintah Arab Saudi tidak hanya mengganti tanah tersebut, tapi juga menggelontorkan kompensasi. Dari situlah berdiri hotel-hotel megah. Hotel itu adalah Hotel Elaf Masyair, bintang lima, 650 kamar, hanya 250 meter dari Masjidil Haram. Hotel Ramada, bintang lima juga, 1.800 kamar, hanya 300 meter dari Masjidil Haram. Hotel Wakaf Habib Bugak Asyi di Aziziah, khusus untuk jemaah Aceh, 750 kapasitas.

Lalu ada gedung dan kantor wakaf di Aziziah, tempat administrasi kebajikan. Gedung di kawasan Syaikiyah, tempat tinggal gratis bagi warga Aceh yang mukim di Saudi.

Properti-properti ini bukan cuma bangunan. Ini adalah manifestasi konkret dari doa-doa yang tidak berhenti bekerja, karena setiap tahun, hasil dari semua hotel itu dibagi-bagikan kepada jemaah haji asal Aceh.

Tahun 2024, setiap jemaah menerima 2.000 Riyal Saudi (sekitar Rp 8,6 juta). Sebelumnya, hanya 1.500 Riyal. Tapi karena hotel makin ramai, keuntungan makin besar, maka rezeki pun makin deras. Kalau dihitung, ada ribuan jemaah yang menerima manfaat ini setiap tahun. Bahkan tenaga musiman, petugas haji, mukimin Aceh pun ikut kebagian. Semua dapat, semua senyum, semua terharu, walaupun sebagian mungkin tetap pura-pura tegar demi menjaga wibawa.

Baca Juga

20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 30, 2026

Semua ini dikelola oleh satu nama, Syekh Abdul Latif Baltou, sang naazhir yang sudah memegang amanah ini lebih dari 15 tahun, ditunjuk langsung oleh Kerajaan Arab Saudi. Beliau bukan sekadar pengelola. Beliau adalah penjaga pusaka spiritual. Orang yang memastikan bahwa niat mulia dari seorang hamba Allah 200 tahun lalu terus berputar seperti baling-baling kebaikan, menyapu generasi demi generasi.

Kita pun bertanya, bagaimana mungkin sebuah keputusan di awal abad ke-19 bisa tetap memberi makan orang di abad ke-21?
Bagaimana mungkin sebuah sedekah bisa berlipat ribuan kali dan tidak pernah berhenti?

Jawabannya cuma satu, niat yang lurus, wakaf yang produktif, dan Allah yang Maha Menggandakan.

Habib Bugak tidak perlu menulis caption. Tidak perlu konten. Tidak perlu pamer. Tapi hari ini, namanya diingat. Namanya diucap. Namanya hidup lebih lama dari banyak hal lain yang kita anggap “kekal”. Ia membuktikan bahwa manusia bisa mati, tapi cinta pada umat tak pernah usang.

Kalau ente masih mikir dua kali buat traktir temen ngopi, ingatlah, Habib Bugak ngasih tanah di depan Ka’bah. Bukan buat dipuji. Tapi buat dibagi.

Itulah puncak dermawan. Itulah wakaf yang bukan cuma amal, tapi peradaban.

Jika kelak anak cucu Aceh berjalan di lorong hotel mewah itu sambil membawa uang saku 2.000 Riyal, semoga mereka tahu, ada satu lelaki, yang pernah memilih untuk jadi abadi. Dengan caranya sendiri. Dengan wakafnya. Dengan Acehnya.

Namanya, Habib Bugak Asyi. Legenda yang tidak bikin drama. Tapi membangun sejarah.

ADVERTISEMENT

Sumber foto: klikbmi.com

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 344x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 306x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 255x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 251x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 196x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Apakah Perempuan Akademik yang Memilih Jadi Ibu Rumah Tangga Tidak Produktif?

Apakah Perempuan Akademik yang Memilih Jadi Ibu Rumah Tangga Tidak Produktif?

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com