Dengarkan Artikel
Oleh Heri Iskandar
–‐————‐—————————————–
Rabu, 21/5/2025 (Edisi 1056)
“JANGAN TERLALU menginjak yang lemah! Itu nasihat bagus untuk ditaati. Sayangnya bagi pemilik perusahaan aplikasi ojek online (Ojol) malah dianggap sampah. Menyadari ribuan orang di Indonesia butuh pekerjaan, mereka langsung membuka kesempatan tanpa batas bagi siapa saja yang mau menjadi mitra Ojol dengan sistim ekonomi kapitalis yang tanpa hati. Dengan pongah mereka mempersilakan mitranya angkat kaki bila tidak setuju pemotongan aplikasi sebesar 30 persen. Tapi yang lebih parah dari itu adalah pemerintah. Sekali pun Kementerian Perhubungan hanya mentolerir pemotongan aplikasi tidak lebih dari 20 persen namun malah diam saja ketika yang dipotong justeru 30 persen. Selasa kemarin ribuan orang yang tergabung dalam wadah Rakyat Banting Tulang (RBT) kembali berdemo dengan mematikan aplikasi secara massal. Bukan hanya di Jakarta, di berbagai daerah demo yang sama terjadi juga. Salah satu tuntutannya adalah pemotongan jerih payah mereka jangan melebihi 10 persen. Banyak yang bilang aksi itu tidak akan membuat pengelola goyah. Lezatnya keringat rakyat telah membutakan hati mereka sampai-sampai aturan negara saja diabaikan..!”
📚 Artikel Terkait
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini





