POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Bangsa yang Jangan Sampai Ketiduran

RedaksiOleh Redaksi
May 20, 2025
Bangsa yang Jangan Sampai Ketiduran
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh: Yoss Prabu

Di sebuah warung kopi, pagi-pagi sekali,
duduklah tiga lelaki, berbicara seperti biasa.

Tentang utang, harga cabai, dan – entah kenapa –
tentang Hari Kebangkitan Nasional.
“Bangkit dari apa, ya?” tanya yang satu,
sambil menyeruput kopi sachet yang diseduh
pakai air panas. Dari galon isi ulang.

“Kita ini bangsa yang bangun siang,
mana sempat bangkit?”
Yang lain menimpali,
“Bangkit itu urusan hati, Bro.
Seperti saat kau lihat mantan nikah
dan kau tersenyum sambil mengutuki nasib.”

Mereka tertawa, pahit dan manis,
seperti kopi yang tak pernah benar-benar gratis.

Bangkit itu bukan urusan seremonial,
bukan upacara pagi di lapangan yang gersang,
bukan pula pidato pejabat yang
lebih panjang dari antrean bansos.

Bangkit itu urusan batin.
Seperti rakyat yang tetap jualan gorengan,
meski minyak naik, harapan turun.

Bangkit itu soal hati yang tidak kapok percaya.
Soal anak-anak yang tetap berangkat sekolah,
walau tahu buku mereka tak sebagus
status medsos para influencer politik.
Bangkit itu bukan soal seragam putih abu-abu,
tapi tentang semangat yang lusuh
namun masih mau dicuci.

Kebangkitan, oh kata yang terdengar megah,
seperti cinta pertama yang gagal,
namun tetap indah untuk dikenang.
Apa kabar cinta tanah air?
Masihkah kau memerah seperti bendera?
Atau sudah pudar karena terlalu lama
digantung di tiang pajak dan janji-janji?

Dulu aku mencintaimu, Indonesia,
seperti mencintai puisi yang tak dimengerti.
Kini aku masih mencintaimu,
tapi dengan cara yang lebih tenang,
seperti cinta diam-diam kepada pelayan warung Padang
yang selalu tahu aku suka rendang bagian pinggir.

Tahun 1908, Boedi Oetomo berdiri,
seperti anak muda yang baru sadar.
“Oh, ternyata kita bisa mikir!”

Tapi kini, di tahun yang terlalu digital,
pikiran kita lebih sibuk
memikirkan followers daripada follow-up.

Sejarah tak pernah benar-benar selesai,
karena bangsa ini suka membuat babak baru
dengan plot twist yang tidak masuk akal.
Kita melangkah maju,
tapi kadang ke kanan, ke kiri,
atau malah muter-muter di bundaran birokrasi.

Hari Kebangkitan Nasional,
diperingati dengan spanduk yang salah ketik,
dengan baliho pejabat yang lebih besar dari prestasi,
dengan lomba baca puisi yang diadakan
di depan tumpukan sampah plastik.

Bangkit, katanya.
Tapi BBM naik, dan suara rakyat
dianggap seperti notifikasi grup WA:
sering dibaca, jarang dijawab.
Bangkit, katanya.
Tapi negeri ini masih percaya
bahwa perubahan datang dari langit,
bukan dari tangan sendiri yang berkeringat.

Tapi meski kita tertawa dalam luka,
dan menangis dalam tawa,
kita tetap bangsa yang tak bisa dihitung enteng.
Kita ini ibarat sandal jepit.
Murah, sering diinjak,
tapi kalau hilang, dicari juga.
Bangsa ini masih punya cinta.
Cinta kepada pagi yang belum sempurna,
kepada tanah yang retak-retak,
kepada ibu yang menanak nasi
dengan air mata dan bumbu sabar.

📚 Artikel Terkait

Ketika Gelar Doktor Harus Parkir Dulu

PBAK FDK 2025: Investasi Karakter Generasi Muda

Memaknai Kemerdekaan Bangsa Indonesia Yang Berdaulat dan Mandiri Secara Ekonomi

Menelisik Psikososial Aceh Melalui Buku Blak-Blakan

Hari ini, mari kita bangkit,
dari kantuk, dari malas, dari ilusi,
meski pelan, meski tertatih,
asal bukan ke arah diskon 90% di mall.
Karena sejatinya,
kita bukan hanya bangsa yang suka tertawa,
tapi juga bangsa yang, meski lelah,
masih percaya, besok bisa lebih baik.
Asal tidak lupa,
bangkit itu kerja.
Bukan hanya kata.

Jakarta, 20 Mei 2025

.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 77x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 69x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00