POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Kunikahi Kamu Secepat Argo Bromo, Kuceraikan Kamu Secepat Sembrani

PD HendriyatmokoOleh PD Hendriyatmoko
May 15, 2025
Kunikahi Kamu Secepat Argo Bromo, Kuceraikan Kamu Secepat Sembrani
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Hendriyatmoko
Guru SMK Muda Cepu dan Anggota Satupena Kabupaten Blora

Tomi berdiri di pelataran stasiun, mengenakan jas sederhana namun rapi. Sinar matahari sore menyentuh wajahnya yang tampak bimbang. Di sampingnya, Isma dan Bara menepuk bahunya, memberi semangat.

“Kamu yakin, Mi?” tanya Bara.

Tomi mengangguk, meski tak sepenuhnya yakin. “Kata orang cinta itu kadang harus dikejar secepat kereta. Dan aku… aku memilih Argo Bromo.”

Dua bulan lalu, Tomi baru mengenal Tantri—wanita cantik dan mandiri yang dikenalkan oleh Yuli, teman kuliahnya. Sejak pertemuan pertama, hubungan mereka tumbuh cepat. Terlalu cepat. Dalam waktu tiga minggu, Tomi melamar.

“Kamu kayak orang kesambet, Mi,” cibir Lili waktu itu. “Cinta itu nggak bisa buru-buru.”

Tapi Tomi tak peduli. Ia yakin, Tantri adalah jawabannya.

Pernikahan mereka digelar sederhana. Karno, ayah Tantri, terlihat terkejut tapi tak bisa menolak karena Tantri sendiri yang mendesak. Semua serba kilat, seperti Argo Bromo yang melaju nyaris tanpa jeda dari Jakarta ke Surabaya.


Namun secepat itu pula badai datang.

📚 Artikel Terkait

Puisi -Puisi Zulkifli Abdy

Kyai Tiga Kitab

Sedih, STY Out

Nurturing Future Leaders: Reflections from the ASEAN Youth Camp 2025

Tantri ternyata bukan orang yang mudah diajak kompromi. Ia keras kepala, dominan, dan sering meledak karena hal-hal kecil. Tomi yang terbiasa lembut dan tenang, mulai kelelahan.

“Kenapa kamu nggak pernah nurut kalau aku bilang sesuatu?” bentak Tantri suatu malam.

“Karena aku bukan robot, Tantri. Aku suami kamu, bukan pelayan.”

Pertengkaran demi pertengkaran terjadi. Santi, sahabat Tantri, mencoba menengahi. Wawan, sahabat Tomi, juga menasihati agar bersabar.

Tapi hubungan mereka sudah terlalu retak. Seperti rel yang berguncang hebat ketika roda tak lagi seirama.

Dan pada bulan ketiga, Tomi akhirnya berkata pelan, namun tegas.

“Maaf, Tantri. Mungkin memang ini salah. Kita terlalu cepat. Aku menikahimu secepat Argo Bromo, dan kini… aku menceraikanmu secepat Sembrani.”

Tantri menatap kosong. Tak menangis, hanya diam. Ia tahu, semuanya terburu-buru. Hubungan yang cepat datang, kadang memang cepat pula pergi.


Di stasiun yang sama, enam bulan kemudian, Tomi berdiri sendiri lagi. Ia melihat kereta lewat, membawa cerita-cerita manusia yang tak selalu indah.

Isma mendekat. “Masih percaya cinta?”

Tomi tersenyum tipis. “Aku percaya. Tapi kali ini, aku nggak akan pakai kereta cepat. Mungkin cukup jalan kaki saja.”

Isma tertawa pelan. “Jalan kaki pun asal searah, bisa sampai juga.”

Dan Tomi tahu, hidup memang bukan soal cepat-cepatan. Tapi tentang arah yang benar, dan teman perjalanan yang sejiwa.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 68x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
PD Hendriyatmoko

PD Hendriyatmoko

P.D. Hendriyatmoko lahir di Blora pada tahun 1975. Ia merupakan alumnus Universitas Widya Gama Malang, jurusan Teknik Elektro. Meskipun berlatar belakang pendidikan teknik, Hendriyatmoko memiliki minat besar terhadap dunia seni, khususnya seni menulis. Semasa kuliah, ia aktif mendalami seni penyiaran, karawitan, dan pewayangan yang semakin memperkaya wawasan dan pengalamannya dalam bidang seni. Ia pernah menekuni dunia penulisan cerpen, meski karyanya belum sempat terpublikasi di media, baik daring maupun cetak. Baru pada tahun 2024, Hendriyatmoko kembali mencoba menulis dan, berkat dorongan serta bantuan dari Mas Gunawan, salah satu karyanya berhasil terbit di media online. Semangatnya untuk terus berkarya menjadi bekal penting dalam perjalanan kreatifnya.

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00