POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Negeri Ijazah, Republik Sandera Sebuah Kertas

Rosadi JamaniOleh Rosadi Jamani
May 14, 2025
Negeri Ijazah, Republik Sandera Sebuah Kertas
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Hanya di negeri ini persoalan ijazah selalu heboh. Ijazah Jokowi saja sudah membuat negeri ini bak sinetron yang tidak ada ujungnya. Ini tambah lagi ijazah karyawan yang ditahan pihak perusahaan. Sebelumnya terjadi di Surabaya, kali ini di Pekanbaru Riau. Siapkan kopi lagi wak, karena sinetron ijazah selalu enak dinikmati.

Inilah babak terbaru dari epos panjang Ijazah Tersandera: Wamenaker vs Sanel Tour & Travel, volume dua, tayang di Pekanbaru, Riau. Rabu, 14 Mei 2025, Wakil Menteri Tenaga Kerja, Immanuel Ebenezer Gerungan yang kita kenal akrab sebagai Noel, kembali menjejakkan kaki ke kantor Sanel. Ini perusahaan travel yang tampaknya lebih lihai dalam urusan hilang-menghilang dari Naruto dalam mode bayangan. Kedatangan ini bukan tanpa sebab. Ini adalah ziarah kenegaraan demi misi suci, menyelamatkan ijazah 47 mantan karyawan yang ditahan lebih erat dari rahasia negara.

Noel tidak datang sendiri. Ia menggandeng Gubernur Riau Abdul Wahid dan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Kombes Ade Kuncoro Ridwan. Mereka datang bukan untuk minum kopi atau booking paket umrah, tapi untuk bertemu Santi, pemilik perusahaan. Sayangnya, Santi sedang berada di Kuala Lumpur. Di Malaysia. Di luar negeri. Seolah negeri ini tidak cukup jauh dari logika hukum yang sehat.

Sang Wamenaker duduk menunggu di kantor itu, penuh harap, penuh cinta hukum, selama satu jam. Tapi yang datang bukan Santi, melainkan sunyi. Tak ada pemilik perusahaan. Tak ada penjelasan. Tak ada martabak pun yang disuguhkan. Satu jam yang terasa seperti pengulangan skripsi bab tiga yang terus direvisi. Ini adalah kali kedua Noel datang dan tetap gagal bertemu. Maka keluarlah kalimat paling manusiawi dari seorang pejabat negara, “Kesal banget.” Ini bukan sekadar ekspresi. Ini adalah tangisan batin negara yang merasa diludahi oleh entitas yang bahkan tak tahu apa itu etika.

📚 Artikel Terkait

Refleksi Akhir Tahun 2025 Ke Era 2026

WASPADAI TITIK KRITIS KEHALALAN DAGING AYAM

Aceh Bebas Banjir, Mungkinkah?

Dari Rasa Penasaran ke Percikan Semangat: Cerita dari Ruang Bedah Buku

Akhirnya, demi menegakkan wibawa negara yang sudah remuk redam oleh ketidakhadiran seorang Santi, Noel memerintahkan, tutup perusahaannya. Tidak pakai dalil filsafat, tidak pakai kajian Pancasila, tidak pakai seminar. Tutup. Selesai. Karena, katanya, “Ini sangat tidak menghargai negara.” Negara, wak, telah dilukai bukan dengan senjata, tapi dengan ketidakhadiran pemilik travel.

Tentu, Santi tak tinggal diam. Dalam wawancara dengan Kompas.com, ia mengaku tidak tahu kalau tamunya adalah wakil menteri. “Jujur, kami tidak tahu bapak yang datang itu wakil menteri,” katanya. Pernyataan ini adalah mahakarya post-truth. Sebuah pengakuan yang melebihi absurditas karya-karya Kafka. Santi bahkan mengaku kaget karena suasana kurang kondusif. Mungkin ia pikir yang datang itu debt collector. Atau tetangga yang pinjam galon.

Ironisnya, Santi juga membantah telah menahan ijazah. Menurutnya, 12 karyawan yang sebelumnya mengadu, bukan karyawannya. Sekarang, jumlah korban melonjak jadi 47. Sungguh evolusi konflik yang cepat. Dari dua belas ke empat puluh tujuh. Ini bukan pertambahan, ini ledakan populasi ijazah yang tersandera. Bahkan KPU tidak secepat ini dalam rekapitulasi suara.

Di negeri ini, untuk mengambil ijazahmu sendiri, kau harus mengadu ke media, memanggil polisi, menunggu kedatangan pejabat pusat, dan berharap pemilik perusahaan tidak sedang jalan-jalan ke luar negeri. Jika Tuhan menciptakan hukum untuk menegakkan keadilan, maka manusia di negeri ini menciptakan birokrasi untuk menjadikannya parodi.

Selamat datang di Indonesia, tanah air beta. Tempat di mana ijazah bisa ditahan seperti napi korupsi, ijazah bisa disidangkan, ijazah diforensik, dan hukum ketenagakerjaan berubah jadi opera sabun tanpa sabun.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 73x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 73x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 61x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 57x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 52x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
Menjadi Guru Influencer yang Berdampak bagi Peserta Didik dan Ekosistem Pendidikan

Menjadi Guru Influencer yang Berdampak bagi Peserta Didik dan Ekosistem Pendidikan

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00