POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Serangkai Puisi Ai Lundeng

RedaksiOleh Redaksi
May 9, 2025
🔊

Dengarkan Artikel


Kertas seksi

Kertas seksi

Menarik menggoda setiap jiwa

Mengundang nyali

Penuh percaya diri

Kertas seksi

Menggoda si jelita

Hingga merelakan mahkota

Kertas seksi

Obat kuat para lelaki

Bernegosiasi membeli harga diri

Kertas seksi

Mampu membeli keadilan

Walau timbangan tak seimbang

Kertas seksi

Makanan pavorit para tikus pengerat

Berkeliaran di gedung-gedung bertingkat

Kertas seksi

​​​​Mampu memisahkan persaudaraan

​​​​Menumpahkan darah-darah segar

​​​​Tak peduli saudara seiman

​​​​​​​​

​​​​​​​​​Purwakarta,7-05-2025

​​​

​​​​Nasihat Cinta

Dengar wahai dunia

Aku yang kau panggil cinta

Aku yang kau agung agungkan

Padaku kau simpan harapan

Dengar wahai dunia

Cinta tidak ada yang tulus

Cinta tidak ada yang mulus

Cinta kadang karena pulus

Kau jangan terlalu bodoh wahai anak manusia

Habiskan fikiran demi aku yang namanya cinta

Berfikirlah secara logika,mana ada cinta tanpa rasa

Aku bukan ingin di hindari

Aku bukan ingin dihianati

Aku bukan ingin dibenci

Aku hanya ingin kau jangan terlalu ambisi

Dengarlah anak manusia

Aku si cinta,bisa buatmu gila

Aku si cinta bisa buatmu merana

Tapi aku si cinta banyak membuatmu bahagia

Aku hanya berpesan

Jangan kau terlalu agungkan aku

Jangan kau terlalu puja aku

Dekatkan dirimu pada TUHAN sumber segala Cinta

​​​

Purwakarta 5-02-2025

Seanggun Rintik Hujan

📚 Artikel Terkait

17 RANGKAP SAJAK HUJUNG PETANG

Betapa Aku Mencintaimu

Etika Menyikapi Khilafiyah Dalam Islam

Guru MTsN 6 Aceh Utara Serahkan Buku Terbarunya Untuk Kemenag Aceh Utara

Rintik hujan perlahan pergi

Menitipkan sisa sisa butiran putih

Meredup angkasa seakan duka

Dipeluk awan hitam dinginkan sukma

Disudut hati masih tersimpan

Satu bayangan yang sulit dilupakan

Meski telah menghujamkan luka dalam

Namun sosok itu masih kuat bersemayam

Ibarat rintik hujan ,,,

Ku coba perlahan melupakan

Walau itu sangat menyakitkan

Namun tak ingin nestapa berkepanjangan

Berharap ,berpisah tak meninggalkan dendam

Perlahan rasa itu dilepas

Agar nafas Kembali bebas

Dibisikkannya pada rintik hujan yang datang

Biarkan aku melepasnya perlahan, ,sepelan ritik hujan yang Tuhan turunkan

Begitu Anggun rintik itu pergi

Bersama luka yang mulai terobati

Perlahan namun pasti…

Semua berakhir kini….

Purwakarta ,15-Januari  2025

​​​​

Senyum

Senyumlah Ketika bibirmu masih mampu

Ukirlah senyum yang indah selama kau bisa

Biarkan senyummu mampu membalut luka

Agar dunia tahu kau manusia paling bahagia.

Teruslah tersenyum,

sebab nanti kau akan merasakan,

Senyum itu sulit untuk Kembali kau ukir.

Ketika luka tak mampu lagi mengelabuinya

Bibirmu akan kaku,hatimupun beku…..

​​​​25-januari-2025 

Si Kecil

Kakinya Nampak sedikit  bengkak

Tangannya berurat ciri kerja berat

Matanya sedikit sipit menahan teriknya Mentari

Kulitnya coklat tua tak berseri

Didorongnya gerobak yang berisi macam sayuran

Kangkung,bayam,tahu ,tempe ,dan cabe rawit yang harganya melangit

Dengan suara yang sudah tak lantang

Menjajakan dagangan…..

Sayur….`sayurrrr…..sayurrrr

Pembeli mulai menghampirinya

Kelur dari dapur dapur yg menunggu ngebul

Mereka memilah milah isi dagangan

tanpa canggung  dan kasian menawar  

Padahal tak seberapa  mengambil keuntungan

Hanya sekedar buat makan

Tak seperti belanja ke supermarket

Meski mahal menguras isi dompet

dengan senang mengambil  barang

Dibayar tak berani nawar tanpa beban.

Sungguh miris pedagang kecil

Dibawanya sisa dagangan

Dengan sedikit keuntungan

Untuk menambal perut agar  esok tak keroncongan

Purwakarta 8-01-2025

​​​​PROFIL PENULIS 

Nama lengkap : Ai pipih

Nama pena: Ai lundeng,sebuah nama yang diberikan oleh bapa tercinta ( nama kesayangan) 

Ai lundeng lahir di Purwakarta tahun 1972,dia seorang ibu rumah tangga juga sebagai tenagapendidik di salah satu Mdrasah yang ada di desa tempat dia tinggal.

Menulis puisi adalah salah satu hobinya sejak dia duduk dibangku Mts ,begitu pula denganmembacakannya,banyak karyanya yang sudah dia bacakan sendiri, dan diuploud di youtobe,Ig,Facebook,juga Tiktok.

Karya puisinya dituangkan dalam buku pertamanya yang berjudul ‘Gemuruh Palung Hati juga buku keduanya Goresan Pena di Ujung Senja”.

Menulis puisi baginya suatu kegiatan yang sangat menyenangkan disamping hobinya yang lain yaitu traveling dan bernyanyi.

Kurang lebih 300 puisi yang sudah ia buat dan banyak event yang sudah ia ikuti.

Dia mempunyai keyakinan bahwa dengan menulis puisi ,seorang Perempuan bisamenyembuhkan luka hatinya dengan hal yang positif,

Email : aipipih72@gmail.com 

No Hp : 081809071583 

Pendidikan : SI PAI 

Alamat : KP.Simpang Rt 01/Rw 01 Desa Salem 

Kec,Pondoksalam Purwakarta -JABAR 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 85x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 64x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share4SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
Kepemimpinan Multidimensional Dedi Mulyadi

Kepemimpinan Multidimensional Dedi Mulyadi

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00