POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Puisi-Puisi Hari Tua, Gimien Artekjursi

RedaksiOleh Redaksi
May 9, 2025
Puisi-Puisi Hari Tua, Gimien Artekjursi
🔊

Dengarkan Artikel

KETIKA KITA TUA

rasanya, seperti tiba-tiba 

uban merata di kepala 

kerut keriput ingin tak percaya

terlukis di sekujur raga

masih tak percaya 

di depan cermin kita terus bertanya

:sejak berapa lama?

padahal seperti baru saja kita bergembira ria

bersama adu tenaga di panggung laga

sorak-sorai membahana

puja-puji menggema

sampai segenap angkasa 

penuh bangga

tapi kini tak lagi tersisa

lagi-lagi tak percaya 

kita terus bertanya

:ke mana perginya?

inginnya kita, waktu tak bisa mengubah

yang sudah megah

walau bilangan bertambah 

tapi yang ada tetap tak tergoyah

tapi siapa mampu mencegah?

:sesuatu bisa berubah sudah menjadi fitrah

waktu akan terus melaju

walau tanpa dipacu

tapi ingatan kadang rasanya terselip entah di mana 

ketika sadar, kita seperti tiba-tiba menjadi tua

:haruskah kita ingkari dan tak menerima?

tua 

renta

tiada

adalah niscaya

tapi tua tak semata usia

tak hanya sebatas angka

tapi juga pada rasa

jika tua tak sadar pada usia

salah-salah langkah bisa tak terarah keluar peta

anak cucu dan keluarga bisa menanggung cela

kehilangan muka

masih menunggu ajal kita ketakutan karena diburu neraka

tua tak harus bersembunyi dari dunia, bertapa

tapi sadar diri menempatkan tiap tindak pada sang bijaksana

agar kelak kehadiran maut menghembuskan harum surga

dan dunia sekitar mengenang kita

seolah kita selalu ada

selamanya

Kumendung, 18 Maret 2025

KETIKA SUDAH RENTA

ketika sudah renta 

janganlah lagi menentang cuaca

saatnya hati berdamai dengan raga

karena ingin 

tak pernah habis tersapu angin

Kumendung, 18 Maret 2025

CATATAN LAIN DI HARI TUA: 

di hari tua

yang pasti hanya kematian

selebihnya masih teka-teki

waktu teronggok sendiri 

menunggu di sudut hari

memangkas usia

tak ada lagi tawa itu

bunga-bunga telah terkubur 

tak ada lagi yang gugur

bayang-bayang semakin kabur

ditinggal cahaya

sesekali mimpi mengaca

semakin sirna

di jalan-jalan 

yang ada hanya kenangan

terbata-bata menyembul 

tak ingin hilang

menguntit jalan pulang

di hari tua ini

masa depan yang lama tersimpan

adalah harapan akan surga dan menghindari neraka

tapi siapa bisa membaca takdir sang maha kuasa?

karena di hadapan 

yang terbentang tak selalu nyata

kadang hanya ilusi

📚 Artikel Terkait

Narasi: Senjata Senyap yang Mengubah Dunia

Puisi – Puisi Nita Juniarti

Jejak yang Tak Terserahkan: Saat Arsip Pemilu Menguji Integritas Negara

Raja Kecil Yang Bertingkah, Bansos Tidak Tepat Sasaran dan Mata Hari Kembar.

selebihnya adalah cerita 

bisa jadi juga sia-sia

seperti kumpulan kabut pagi sebelum menjelma tetes embun

terpanggang matahari

maka biarkan semua lewat dan berlalu seperti lainnya

tanpa silang sengketa dengan kata dan tata

agar segala yang ada bisa menjadi doa

Kumendung, Maret 2025

YANG KUINGIN DI MASA TUA INI

aku si tua dungu yang miskin ilmu

di usia ambang purna ini

yang kuingin menikmati hari-hari tanpa beban berarti

bila dari setetes air laut bisa kucicip asin pahitnya

tak akan aku berbasah-basah menyelam

untuk merasakan asinnya air laut di dasar

apalagi merenangi seluruh samudra

untuk sekedar mencicip 

seberapa beda kadar garam

di masing-masing air laut berendam

tak akan pernah lagi aku impikan 

dari lenganku tumbuh bulu-bulu sayap

yang bisa membawaku terbang

mengarungi angkasa, melanglang mengitari dunia

pun tak ingin kubayangkan 

berdiri di panggung tinggi

sekeliling gegap gempita 

sorak- sorai 

menyanjung-memuji

di usia tua ambang purna di kehidupan ini

yang kuingin 

menikmati hari-hari tanpa beban berarti

sambil menunggu usainya waktu

Muncar, 9 Januari 2025

CATATAN DI HARI TUA

tua

renta

tiada

adalah sebuah niscaya

tak semata usia

ajal tak mengenal angka

tak melihat rupa

tapi tua siaga 

menuju purna hidup di dunia

sungguh langkah bijaksana

karena ajal tak mengenal angka

tak melihat rupa

Kumendung, 18 Desember 2024

DI HARI TUA

kita menua

tak lagi terhitung uban di kepala 

sudah merata

ingatan timbul tenggelam 

terbenam lupa

kenangan sebagian masih 

ada yang terasa baru

juga keinginan

tak sedikit yang sia-sia

tinggal berserakan

terlupakan

terkubur waktu

masihkah terpikir mengais yang tertinggal?

mencatat kembali rencana-rencana yang pernah ada?

lalu apa?

usia?

kematian?

barangkali cukup dibiarkan 

sebagian

mengikuti waktu

mengeja pergantian cuaca

di luar jendela menganga

timbul tenggelam

luruh di sisa hari

lalu duduklah!

diamlah!

tidurlah!

tanpa keluh kesah

bukankah sudah lebih kemarin berulah?

saatnya jeda tanpa tanya

sudah waktunya

Kumendung, 17 Desember 2024

HARI-HARI AKHIR SEORANG LANSIA

i

yang dirindu-diimpikan di hari tua

kegembiraan di tengah keluarga

menikmati hari-hari dengan rasa senang

duduk di beranda mengenang masa-masa silam 

di halaman melihat burung-burung terbang

memandang warna-warna alam

tapi hidup kadang begitu liar

di luar kendali dan nalar

siang malam rindu berhenti di ambang pintu

menunggu canda tawa anak cucu

tinggal melaju terlewati waktu

tubuh kian renta terseret usia

rindu menggebu-gebu tak juga terpadamkan

mimpi tak lelah-tak bosan memburu kenyataan

ii

pada akhirnya tinggal sendiri

menghabiskan hari-hari

lewati detik demi detik

mimpi tak ada lagi

angan pun percuma

hanya kenangan 

melintas-lintas senantiasa

tak lebih dari sekedar ingatan

karena waktu tak akan kembali

dalam sepi sendiri

yang pasti menunggu mati

karena merindukan keriuhan anak cucu

hanya ingin yang tertiup angin

sementara canda tawa kerabat dan teman sejawat

telah lalu di masa yang lewat

di hari-hari yang tinggal

usia makin akrab berteman ajal

yang setiap saat siap memenggal

sampai maut menjemput

tak juga bersua yang diidamkan

Kumendung, 2024   BIODATA:

Gimien Artekjursi

Lahir: 03 Agustus 1963

Alamat: Desa Kumendung, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur

Puisi-puisi tampil di media cetak dan online di Indonesia dan pada beberapa antologi bersama.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share4SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Nyadran di Tanah Doplang

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00