• Latest
Judi Online dan Luka Demokrasi Kita

Judi Online dan Luka Demokrasi Kita

Mei 9, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Judi Online dan Luka Demokrasi Kita

Redaksiby Redaksi
Mei 9, 2025
Reading Time: 2 mins read
Judi Online dan Luka Demokrasi Kita
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Albertus M. Patty

Fenomena judi online (judol) di Indonesia telah mencapai titik mengkhawatirkan. Konon, perputaran uang telah mencapai 1 kuadriliun rupiah. Yang jatuh miskin, frustrasi dan bunuh diri gara-gara kalah judol makin banyak. Huru-hara dimana-mana. Ini bukan lagi soal moral pribadi, melainkan juga struktur sosial, ekonomi, dan politik bangsa ini.

Jutaan orang dewasa dan bahkan anak-anak—terutama dari kalangan rentan—terjebak dalam lingkaran judol. Iming-iming “mudah kaya” dan akses teknologi yang makin murah menjadikan praktik ini menjalar cepat, diam-diam, namun merusak makin dalam. Banyak orang yang kehilangan segalanya: pekerjaan, rumah tangga, bahkan nyawa.

Pertanyaannya, dimana tanggung jawab negara yang sistem demokrasinya, meski menghormati kebebasan individu, tetapi juga wajib memberi perlindungan terhadap yang lemah? Hal ini didedah oleh Peter J. Adams dalam buku Gambling, Freedom and Democracy (2007).

Adams mengingatkan bahwa industri perjudian modern, termasuk judol, kerap menyalahgunakan “kebebasan individu”. Dalam praktiknya, industri ini menciptakan sistem eksploitatif, yang memiskinkan kaum lemah, dan memperlebar ketimpangan.

Mirisnya, menurut Adams, industri judi tidak hanya menjadi aktor ekonomi, tetapi juga aktor politik. Ia membentuk opini publik, memengaruhi kebijakan, bahkan menyusupi institusi hukum karena kolaborasinya dengan aparat hukum dan birokrat. Di banyak negara demokrasi, kekuasaan publik telah tersandera oleh para Boss judol yang telah memiskinkan rakyat.

Di Indonesia, terkesan, terjadi pembiaran terhadap judi online. Ada kelalaian institusional. Negara tidak cukup tegas. Judol terus melaju tanpa hambatan. Edukasi publik tidak berjalan. Media ambigu, dan masyarakat sipil belum bersatu menyuarakan kegelisahan.

Waspadalah, judi online bukan sekadar pelanggaran hukum, tapi juga luka demokrasi. Ia menggerogoti nilai keadilan sosial, menciptakan kecanduan yang sistemik, dan menanamkan fatalisme di benak warga negara.

Pemerintah perlu lebih dari sekadar membentuk satuan tugas. Yang dibutuhkan adalah ketegasan demi menyelamatkan nasib jutaan rakyatnya. Perlu pendekatan holistik dan struktural: regulasi yang transparan, penegakan hukum yang bersih dari intervensi, serta pendidikan publik yang mengedepankan literasi digital dan etika.

Baca Juga

b25b943e-f0d2-47df-bd75-ad0c643a8322

Gara-gara Tahanan Rumah Gus Yaqut, Akhirnya KPK Minta Maaf

Maret 27, 2026

BENGKEL OPINI RAKyat

Maret 27, 2026
Transisi energi dan kendaraan listrik di Indonesia

Transisi Energi Kendaraan Listrik

Maret 27, 2026

Masyarakat jangan diam. Institusi agama, sekolah, dan media harus bergerak cepat untuk menjadi tempat perlawanan terhadap normalisasi judi. Hidupkan kembali nilai-nilai kolektif: gotong royong, kerja keras, dan harapan yang sehat.

Demokrasi yang abai pada penderitaan rakyat kecil sedang menggali liang kuburnya sendiri.

Jakarta,
8 Mei 2025

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 366x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 329x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 276x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Puisi-Puisi Mimpi S. Sigit Prasojo

Puisi-Puisi Mimpi S. Sigit Prasojo

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com