• Latest
Jokowi dan Anies, Satu Takdir Selalu Disalahkan

Jokowi dan Anies, Satu Takdir Selalu Disalahkan

Mei 6, 2025
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Jokowi dan Anies, Satu Takdir Selalu Disalahkan

Redaksiby Redaksi
Mei 6, 2025
Reading Time: 3 mins read
Jokowi dan Anies, Satu Takdir Selalu Disalahkan
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Rosadi Jamani

Isu politik apa pun yang saya tulis, dua nama paling sering disebut, Jokowi dan Anies Baswedan. Soal 103 jenderal vs 1 Gibran, coba cek komentar, pasti ada menyalahkan Jokowi dan Anies. Coba, apa hubungannya? Menarik ya, wak! Mari kita ngopi lagi sambil menikmati untaian narasi ini.

Di tanah yang katanya subur karena tongkat kayu bisa jadi tanaman dan air mata rakyat bisa mengairi sawah kering, ada dua nama yang terpahat abadi dalam prasasti kekalutan nasional, Joko Widodo dan Anies Baswedan. Dua tokoh ini, seperti Yin dan Yang dalam siluet wayang modern, selalu muncul dalam tiap keributan.

Jokowi, pria kurus dengan senyum tipis yang bisa membuat satu kampung merasa adem padahal AC-nya rusak, lahir di Surakarta tahun 1961. Ia adalah legenda hidup dari dongeng modern yang sering dibacakan para buzzer sebelum tidur. Dari tukang mebel ke istana presiden. Sebuah perjalanan yang jika difilmkan, akan membuat Marvel merenung dan berkata, “Kita nggak sekeren itu.”

Namun, menjadi presiden di negeri 1001 demo ini bukan perkara ringan. Di bawah bayang-bayang rambut klimisnya, Jokowi menanggung beban maha berat, disalahkan untuk semua hal. Bahkan, hal yang belum terjadi. Harga telur naik? Jokowi. Hujan deras padahal prakiraan cerah? Jokowi. Sepeda motor tetangga hilang? Pasti salah Jokowi. Bahkan jika piring pecah di dapur karena kucing loncat panik, masih ada yang rela update status, “Duh Pakde, kenapa sih?!” Saking seringnya disalahkan, ada rumor kalau jam dinding di rumah Pak Jokowi muter mundur karena dia sendiri udah capek ngikutin waktu.

Sementara di sisi lain cermin kekacauan nasional, berdirilah Anies Baswedan, sang pujangga kota yang lebih pintar dari Google Translate dan lebih fasih berpidato dari loudspeaker masjid. Lahir tahun 1969, Anies adalah figur yang tak hanya menyusun kata indah, tapi juga mampu membalikkan logika hingga penonton geleng-geleng sambil tepuk tangan karena bingung tapi terkesan.

Dari dunia akademik ke dunia politik, Anies menjelma seperti tokoh utama dalam sinetron panjang yang tak pernah habis episodenya. Gubernur DKI Jakarta 2017–2022, ia mengukir prestasi dan polemik dengan ritme yang harmonis. Ada yang bilang dia visioner, ada juga yang bilang dia ilusionis. Ketika Jakarta banjir, dia dituduh tidak kerja. Ketika tidak banjir, dia tetap dituduh, “Pasti airnya disembunyikan!” Ketika bikin Formula E, sebagian orang bersorak, sebagian lagi menuduh itu balapan mobil dari anggaran ghaib. Jika Jakarta sempat macet, orang bisa bilang, “Wajar, mungkin Anies sedang menulis puisi di tengah jalan.”

Kedua nama ini, walau berlainan gaya dan jalur, selalu bertemu di titik akhir, disalahkan. Mereka seperti tiang listrik dan kabel kusut, tak terpisahkan dalam sistem kehebohan publik. Di setiap grup WhatsApp keluarga yang suka share hoaks, pasti ada foto mereka berdua, entah diedit jadi superhero, jadi penyihir, atau sekadar duduk berdampingan di warung kopi sambil menatap kosong ke masa depan.

Rakyat negeri ini begitu cinta pada drama. Mereka tak butuh jawaban, mereka butuh kambing hitam. Jokowi serta Anies, dengan lapang dada dan jas kebesaran masing-masing, siap tampil dalam setiap lakon sebagai protagonis dan antagonis sekaligus. Mereka bukan cuma tokoh politik, mereka adalah simbol. Simbol harapan yang dikecewakan dan kekecewaan yang diharapkan.

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Ketika esok pagi nasi hangus karena lupa matikan rice cooker, jangan panik. Ambil napas panjang, lihat langit, dan ucapkan lirih: “Ini pasti salah Jokowi… atau Anies…” Lalu lanjutkan hidup, karena dua tokoh ini akan terus ada, bukan untuk menyelesaikan masalahmu, tapi untuk disalahkan atas semuanya.

ADVERTISEMENT

Inilah Indonesia, tempat di mana dua nama cukup untuk menjelaskan seluruh kekalutan nasional. Sebuah negeri dengan satu juta persoalan dan dua tersangka abadi.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 351x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 309x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 254x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 198x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Banyak Masalah Bisa Dicermati, Tapi Masalah Yang Lebih Besar Jangan Sampai Luput dan Terlupakan

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com