POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Menguatkan Guru di Tengah Dinamika Kurikulum

RedaksiOleh Redaksi
April 28, 2025
Menguatkan Guru di Tengah Dinamika Kurikulum
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Muhammad Yusuf

Perubahan kurikulum adalah hal yang tidak asing dalam dunia pendidikan. Setiap pergantian sistem sering kali dimaksudkan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran dan menyesuaikan kebutuhan zaman. Namun, di balik semangat perubahan tersebut, tersimpan kegelisahan yang cukup besar di kalangan guru.

Salah satu sumber kegelisahan utama adalah ketidakpastian. Setiap kali kurikulum baru diperkenalkan, para guru dituntut untuk cepat beradaptasi dengan berbagai pendekatan, metode, dan perangkat pembelajaran baru. Perubahan yang mendadak, tanpa persiapan yang matang, membuat banyak guru merasa khawatir apakah mereka mampu menerapkan kurikulum baru dengan efektif.

Selain itu, pelatihan dan sosialisasi yang terbatas juga menambah beban. Tidak semua guru mendapat pelatihan yang merata, baik dari segi waktu, materi, maupun pendampingan praktik. Akibatnya, ada rasa takut melakukan kesalahan dalam mengajar, yang pada akhirnya berdampak pada proses belajar siswa.Beban administratif juga menjadi momok tersendiri.

Dengan kurikulum baru, biasanya muncul tuntutan untuk membuat perangkat pembelajaran baru, mulai dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), asesmen, hingga laporan evaluasi. Hal ini membuat guru merasa waktu mereka untuk fokus mengajar menjadi tergerus.


Yang tidak kalah penting, guru juga merasa cemas akan ekspektasi yang tinggi dari berbagai pihak, seperti orang tua siswa, kepala sekolah, hingga pemerintah. Mereka diharapkan langsung menguasai kurikulum baru dan menghasilkan perubahan nyata dalam waktu singkat.

Padahal, perubahan budaya belajar membutuhkan proses panjang.
Dalam situasi seperti ini, guru sebenarnya membutuhkan dukungan penuh: pelatihan berkelanjutan, panduan yang jelas, ruang diskusi, serta penghargaan atas upaya adaptasi mereka. Perubahan kurikulum seharusnya menjadi perjalanan bersama, bukan beban yang dipikul sendirian oleh para pendidik.

📚 Artikel Terkait

Puisi-Puisi Putri Nayla Sakinah

Pemko Banda Aceh Tingkatkan Testing dan Tracing

RAMADHAN

Filantropi Organisasi Nirlaba

Untuk mengurangi kegelisahan ini, perlu ada langkah-langkah konkret yang berpihak pada guru. Pertama, pemerintah dan instansi terkait perlu memastikan bahwa setiap perubahan kurikulum didahului dengan sosialisasi yang cukup waktu, disertai pelatihan intensif dan praktik langsung di lapangan. Guru perlu merasa siap, bukan sekadar diberi beban tambahan.

Kedua, perlu dibangun komunitas belajar antarguru, baik di tingkat sekolah maupun antarsekolah. Dalam komunitas ini, guru bisa saling berbagi pengalaman, berdiskusi tentang kesulitan, dan mencari solusi bersama. Dukungan dari rekan sejawat sering kali lebih membangun kepercayaan diri daripada pelatihan formal sekalipun.

Ketiga, perlunya penyederhanaan beban administratif. Guru harus diberikan kebebasan lebih untuk fokus pada inti pekerjaannya, yaitu mendidik dan membimbing siswa. Administrasi pembelajaran sebaiknya dibuat sederhana dan relevan dengan kebutuhan mengajar, bukan malah menjadi tumpukan dokumen semata.

Keempat, perlu ada penghargaan dan pengakuan terhadap usaha guru dalam beradaptasi. Sekecil apa pun perubahan positif yang dihasilkan, guru perlu diapresiasi. Pengakuan ini bisa berupa penghargaan formal maupun sekadar ucapan terima kasih dari pimpinan sekolah dan orang tua siswa.

Terakhir, guru juga perlu membangun ketenangan dari dalam dirinya sendiri. Dengan terus belajar, terbuka terhadap perubahan, dan meyakini bahwa setiap tantangan adalah peluang untuk berkembang, guru dapat menghadapi perubahan kurikulum dengan lebih percaya diri. Semangat untuk terus mendidik generasi penerus bangsa harus tetap menjadi fondasi utama.

Dengan langkah-langkah tersebut, kegelisahan guru bukan hanya bisa dikurangi, tetapi bahkan bisa diubah menjadi energi positif untuk menghadapi setiap perubahan. Sebab, pada akhirnya, kualitas pendidikan bangsa sangat bergantung pada kesejahteraan, ketenangan, dan semangat para guru.

Muhamad Yusuf, S.Pd. Pengajar Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Banjarmasin.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share4SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

One Person One Tree untuk Setiap ASN Kemenag yang Merayakan Ultah

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00