• Latest
Menguatkan Guru di Tengah Dinamika Kurikulum

Menguatkan Guru di Tengah Dinamika Kurikulum

April 28, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Menguatkan Guru di Tengah Dinamika Kurikulum

Redaksiby Redaksi
April 28, 2025
Reading Time: 3 mins read
Menguatkan Guru di Tengah Dinamika Kurikulum
595
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Muhammad Yusuf

Perubahan kurikulum adalah hal yang tidak asing dalam dunia pendidikan. Setiap pergantian sistem sering kali dimaksudkan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran dan menyesuaikan kebutuhan zaman. Namun, di balik semangat perubahan tersebut, tersimpan kegelisahan yang cukup besar di kalangan guru.

Salah satu sumber kegelisahan utama adalah ketidakpastian. Setiap kali kurikulum baru diperkenalkan, para guru dituntut untuk cepat beradaptasi dengan berbagai pendekatan, metode, dan perangkat pembelajaran baru. Perubahan yang mendadak, tanpa persiapan yang matang, membuat banyak guru merasa khawatir apakah mereka mampu menerapkan kurikulum baru dengan efektif.

Selain itu, pelatihan dan sosialisasi yang terbatas juga menambah beban. Tidak semua guru mendapat pelatihan yang merata, baik dari segi waktu, materi, maupun pendampingan praktik. Akibatnya, ada rasa takut melakukan kesalahan dalam mengajar, yang pada akhirnya berdampak pada proses belajar siswa.Beban administratif juga menjadi momok tersendiri.

Baca Juga

Transisi energi dan kendaraan listrik di Indonesia

Transisi Energi Kendaraan Listrik

Maret 27, 2026
Kala Kemampuan Kognisi Siswa Semakin Menurun

Mengelola Pendidikan Ala Keledai?

Maret 15, 2026
Pendidikan Hukum Pemilu dan Penataan Ulang Demokrasi Menuju Pemilu 2029

Pendidikan Hukum Pemilu dan Penataan Ulang Demokrasi Menuju Pemilu 2029

Maret 12, 2026

Dengan kurikulum baru, biasanya muncul tuntutan untuk membuat perangkat pembelajaran baru, mulai dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), asesmen, hingga laporan evaluasi. Hal ini membuat guru merasa waktu mereka untuk fokus mengajar menjadi tergerus.


Yang tidak kalah penting, guru juga merasa cemas akan ekspektasi yang tinggi dari berbagai pihak, seperti orang tua siswa, kepala sekolah, hingga pemerintah. Mereka diharapkan langsung menguasai kurikulum baru dan menghasilkan perubahan nyata dalam waktu singkat.

Padahal, perubahan budaya belajar membutuhkan proses panjang.
Dalam situasi seperti ini, guru sebenarnya membutuhkan dukungan penuh: pelatihan berkelanjutan, panduan yang jelas, ruang diskusi, serta penghargaan atas upaya adaptasi mereka. Perubahan kurikulum seharusnya menjadi perjalanan bersama, bukan beban yang dipikul sendirian oleh para pendidik.

Untuk mengurangi kegelisahan ini, perlu ada langkah-langkah konkret yang berpihak pada guru. Pertama, pemerintah dan instansi terkait perlu memastikan bahwa setiap perubahan kurikulum didahului dengan sosialisasi yang cukup waktu, disertai pelatihan intensif dan praktik langsung di lapangan. Guru perlu merasa siap, bukan sekadar diberi beban tambahan.

Kedua, perlu dibangun komunitas belajar antarguru, baik di tingkat sekolah maupun antarsekolah. Dalam komunitas ini, guru bisa saling berbagi pengalaman, berdiskusi tentang kesulitan, dan mencari solusi bersama. Dukungan dari rekan sejawat sering kali lebih membangun kepercayaan diri daripada pelatihan formal sekalipun.

Ketiga, perlunya penyederhanaan beban administratif. Guru harus diberikan kebebasan lebih untuk fokus pada inti pekerjaannya, yaitu mendidik dan membimbing siswa. Administrasi pembelajaran sebaiknya dibuat sederhana dan relevan dengan kebutuhan mengajar, bukan malah menjadi tumpukan dokumen semata.

Keempat, perlu ada penghargaan dan pengakuan terhadap usaha guru dalam beradaptasi. Sekecil apa pun perubahan positif yang dihasilkan, guru perlu diapresiasi. Pengakuan ini bisa berupa penghargaan formal maupun sekadar ucapan terima kasih dari pimpinan sekolah dan orang tua siswa.

Terakhir, guru juga perlu membangun ketenangan dari dalam dirinya sendiri. Dengan terus belajar, terbuka terhadap perubahan, dan meyakini bahwa setiap tantangan adalah peluang untuk berkembang, guru dapat menghadapi perubahan kurikulum dengan lebih percaya diri. Semangat untuk terus mendidik generasi penerus bangsa harus tetap menjadi fondasi utama.

ADVERTISEMENT

Dengan langkah-langkah tersebut, kegelisahan guru bukan hanya bisa dikurangi, tetapi bahkan bisa diubah menjadi energi positif untuk menghadapi setiap perubahan. Sebab, pada akhirnya, kualitas pendidikan bangsa sangat bergantung pada kesejahteraan, ketenangan, dan semangat para guru.

Muhamad Yusuf, S.Pd. Pengajar Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Banjarmasin.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 355x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 314x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 265x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 259x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 198x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

One Person One Tree untuk Setiap ASN Kemenag yang Merayakan Ultah

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com