POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Saatnya Umat Islam Bangkit Tanpa Kekerasan: Membangun Peradaban Baru dari Aceh hingga Dunia

Dayan AbdurrahmanOleh Dayan Abdurrahman
April 25, 2025
Kuliah Tanpa Beban: Kritik Terhadap Klaim Kuliah yang Terlalu Mudah
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh: Dayan Abdurrahman

Di tengah dunia yang semakin digerakkan oleh arus kapitalisme, individualisme, dan budaya konsumerisme, umat Islam hari ini menghadapi tantangan identitas yang serius. Banyak dari kita yang tanpa sadar mulai mengagumi dan meniru peradaban yang tampak cemerlang secara teknologi, namun rapuh secara nilai. Kita lupa bahwa Islam pernah menjadi peradaban besar yang bukan hanya menaklukkan wilayah, tapi lebih dari itu—menaklukkan hati manusia dengan kasih sayang, keadilan, ilmu pengetahuan, dan solidaritas sosial.

Namun hari ini, kebesaran itu seakan redup. Umat Islam tercerai-berai oleh konflik internal, perang sektarian, perebutan pengaruh geopolitik, dan kekeliruan dalam menafsirkan kemajuan. Banyak yang sibuk mencari figur sempurna untuk membangkitkan umat, padahal sejarah Islam mengajarkan bahwa kebangkitan tidak harus menunggu sosok “sempurna”—tetapi diawali oleh kesadaran kolektif dan keberanian untuk berubah.

Kebangkitan Dimulai dari Pemikiran

Langkah pertama dalam membangkitkan umat Islam bukanlah dengan perang senjata, melainkan dengan “perang pemikiran”. Kita membutuhkan pemimpin dan intelektual Muslim yang mampu merevolusi cara berpikir umat—dari sekadar menjadi konsumen ideologi asing menjadi pencipta peradaban berbasis nilai Islam. Bangkitnya kesadaran ini bisa dimulai dari mana saja, termasuk dari Aceh yang dalam sejarahnya telah menjadi mercusuar Islam di Nusantara.

Pemimpin yang kita butuhkan hari ini bukan hanya yang fasih berpidato di mimbar, tetapi yang mampu menginspirasi lewat keteladanan. Yang menunjukkan bahwa Islam bukan sekadar dogma, tapi sistem hidup yang aplikatif, relevan, dan adil. Ia harus hadir dalam kebijakan publik yang berpihak kepada yang lemah, dalam ekonomi yang memberdayakan rakyat kecil, serta dalam pendidikan yang menanamkan akhlak, bukan hanya pencapaian akademik.

Umat Islam Butuh Persatuan, Bukan Perpecahan

Tidak ada kebangkitan tanpa persatuan. Umat Islam hari ini terlalu sibuk memperdebatkan perbedaan mazhab, tafsir, dan pandangan politik, hingga melupakan bahwa kekuatan sejati ada pada titik temu nilai-nilai dasar Islam: keadilan, kasih sayang, dan tanggung jawab sosial.

Kita perlu melampaui batas geografis dan ideologis untuk membangun konektivitas global umat Islam—dari Aceh hingga Istanbul, dari Kuala Lumpur hingga London. Di era digital, kolaborasi keumatan tidak lagi terhalang jarak. Yang kita perlukan hanyalah kemauan untuk saling percaya dan saling belajar.

Islam Tidak Butuh Ekspansi Militer, Tapi Ekspansi Moral

📚 Artikel Terkait

Puasa dan Membaca

SMAN 1 Ranto Peureulak, Idi Gelar Kreatifitas Siswa

Kopi, Bisakah Ia Kembali?

Goresan Puisi-Puisi Oui Bin Sal

Berbeda dengan ideologi lain yang memperluas pengaruh lewat penjajahan dan dominasi, Islam sejatinya menyebar melalui keteladanan moral dan kebaikan sosial. Umat Islam tidak perlu menaklukkan negeri lain untuk menjadi besar. Kita cukup memenangkan hati manusia lewat keadilan ekonomi, transparansi politik, solidaritas sosial, dan kemajuan ilmu pengetahuan yang berbasis nilai.

Sejarah mencatat bagaimana Islam masuk ke Nusantara tidak dengan pedang, tapi dengan akhlak para pedagang dan ulama yang jujur. Kita bisa meniru pola itu di era modern dengan menjadi pelopor dalam teknologi halal, keuangan syariah, inovasi pendidikan Islam, dan tata kelola masyarakat yang bermartabat.

Konsistensi Adalah Kunci

Memang, secara kekuatan militer dan finansial, umat Islam belum sebanding dengan kekuatan kapitalisme global, apalagi jika ditambah tekanan dari kelompok zionis dan kekuatan neo-kolonialisme. Namun jangan lupa, Islam sejak awal bukan agama mayoritas kekuasaan, tapi agama yang memperjuangkan minoritas tertindas. Kekuatan sejati Islam ada pada konsistensinya dalam membela yang lemah dan menolak ketidakadilan—apapun bentuknya.

Konsistensi ini harus terwujud dalam aksi nyata: membela Palestina dengan gerakan literasi dan diplomasi, menolong fakir miskin dengan sistem zakat yang efisien, menyelamatkan generasi muda dari arus narkoba dan hedonisme lewat pendidikan Islam yang membumi.

Menjadi Teladan Bagi Dunia, Bukan Ancaman

Umat Islam perlu menyadari bahwa dunia sedang mengalami krisis spiritual. Negara-negara maju pun mengalami kehampaan makna hidup di balik gemerlap kemajuan teknologi. Di sinilah Islam bisa hadir sebagai solusi—bukan lewat konflik, tapi dengan menjadi teladan peradaban.

Sudah saatnya pemimpin Islam, baik di tingkat lokal maupun global, menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang rahmatan lil ‘alamin—yang melindungi, memberdayakan, dan menginspirasi. Bukan hanya untuk umat Islam, tapi untuk seluruh umat manusia.

Penutup: Bangkit dari Aceh untuk Dunia

Aceh memiliki modal sejarah dan kultural yang besar untuk menjadi salah satu motor kebangkitan Islam global. Namun kebangkitan itu tidak akan berarti jika hanya jadi retorika tanpa aksi. Mari kita mulai dari hal-hal kecil: membangun solidaritas antar warga, memperkuat ekonomi umat, mencerdaskan generasi muda, dan menanamkan kembali nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Kita tidak perlu menunggu siapa pun. Umat ini adalah tanggung jawab kita semua. Bangkitnya Islam bukan hanya mimpi, tapi tugas sejarah. Dan setiap dari kita—tanpa terkecuali—adalah bagian dari tugas mulia itu.

*Penulis adalah peminat isu pendidikan dan kebudayaan

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share4SendShareScanShare
Dayan Abdurrahman

Dayan Abdurrahman

Bio narasi Saya adalah lulusan pendidikan Bahasa Inggris dengan pengalaman sebagai pendidik, penulis akademik, dan pengembang konten literasi. Saya menyelesaikan studi magister di salah satu universitas ternama di Australia, dan aktif menulis di bidang filsafat pendidikan Islam, pengembangan SDM, serta studi sosial. Saya juga terlibat dalam riset dan penulisan terkait Skill Development Framework dari Australia. Berpengalaman sebagai dosen dan pelatih pendidik, saya memiliki keahlian dalam penulisan ilmiah, editing, serta pendampingan riset. Saat ini, saya terus mengembangkan karya dan membangun jejaring profesional lintas bidang, generasi, serta komunitas akademik global.

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Mengenal Lucy Guo, Wanita Miliander Bermodalkan Otak

Mengenal Lucy Guo, Wanita Miliander Bermodalkan Otak

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00