POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Media Perempuan

Perempuan Yang Tak Lagi Jadi Tulang Rusuk

Redaksi by Redaksi
April 24, 2025
in Media Perempuan, Perempuan, Puisi Essay
0
Perempuan Yang Tak Lagi Jadi Tulang Rusuk - 1000530055_11zon | Media Perempuan | Potret Online

Oleh:Ririe Aiko

(Puisi esai yang difiksikan dari fenomena banyaknya perempuan yang menjadi pencari nafkah utama sebagai penopang ekonomi keluarga) (1)

—000—

Perempuan Yang Tak Lagi Jadi Tulang Rusuk - 75c793a3 24dd 4d14 a1d6 1af5fb0de58b | Media Perempuan | Potret Online
Baca Juga
#Aktor Beken
Mengenal Lisa Mariana
29 Mar 2025

Pukul tujuh pagi,
ia mengenakan blazer abu dan lipstik seadanya.
Merias wajah dengan terburu-buru.
Meninggalkan rumah dengan sepatu yang menyimpan langkah doa,
dan selembar pesan di meja makan:
“Jangan lupa siram anggrek. Aku rapat sampai malam.”

Namanya Arum.
Di kantor, ia manajer pemasaran yang disegani.
Di rumah, ia menjadi ibu dan istri
yang kerap hanya sempat mencium dahi anaknya
di antara fajar dan larut malam.

Perempuan Yang Tak Lagi Jadi Tulang Rusuk - 58bafd9d b7de 4565 a654 0473f2d931ee | Media Perempuan | Potret Online
Baca Juga
POTRET Budaya
Puisi Esai Kepahlawanan, Bangkitkan Nasionalisme Gen-Z
29 Jan 2025

Di balik pintu, seorang lelaki membuka tirai,
mengangkat cucian,
memasak bubur untuk bayi mereka,
dan menahan tanya yang tak pernah ia ucapkan.
Getir dan pahit ia telan bersama perasaan bersalah.

Namanya Galang.
Lima tahun lalu, ia adalah teknisi di negeri Jepang.
Pulang dari perantauan, mencoba peruntungan di negeri sendiri.
Tapi ternyata negeri ini tak butuh yang ahli,
Yang punya koneksi lebih banyak dicari.
Sejak itu, Galang hanya menjadi ayah rumah tangga.
Ratusan lamaran, ia kirimkan.
Tapi usia empat puluh, membuatnya terjebak dalam sistem rumit.

IMG_0698
Baca Juga
Cerita pahlawan
Cut Nyak Dhien, Akan Sangat Kecewa
09 Apr 2026

Iklan kerja lebih sering memanggil:
“Single usia maksimal 25 tahun, menarik, energik.”
Mesin seleksi digital menghapus kata ayah muda
dari daftar yang dianggap layak.
Kecuali ia masih kerabat para petinggi.

Ia bukan pemalas.
Ia hanya laki-laki yang kalah bersaing
di antara lowongan yang absurd,
lebih dari pengalaman dan ketekunan.

Data berkata,
Sektor jasa dan administrasi lebih terbuka untuk perempuan. (2)
Laki-laki usia 30 ke atas, tanpa gelar tinggi,
lebih sulit diserap industri formal. (3)
Sistem ekonomi kita masih bias,
Aturan kerapkali mempersulit sebagian rakyat.

—000—

Di ruang tamu, Galang membaca iklan lowongan
dengan kening mengerut dan gendongan bayi di bahu.
Ia tak cemburu pada Arum,
hanya kadang sorotan kanan-kiri,
Membuatnya jatuh dalam jurang rendah diri.

“Kerja dong, Mas. Masa dinafkahi istri terus?”
Sindir para tetangga.
Galang hanya tersenyum kecut,
sebab menjelaskan kemiskinan sistem pada obrolan warung,
seperti membacakan puisi ditengah antrean sembako.

—000—

Dan Arum, setiap malam,
mengusap lehernya yang pegal oleh layar monitor,
lalu berkata:
“Yang penting kita masih bisa makan dan tertawa.”

Ia bukan lagi tulang rusuk,
yang tersembunyi di balik dada Adam,
ia telah menjadi tulang punggung,
yang memanggul hari-hari dan biaya hidup
dengan pundak yang rapuh namun dipaksa kuat.

Kartini kini tak hanya memperjuangkan dirinya,
tapi juga pasangannya.
Ia tak menuntut suaminya jadi pahlawan,
karena ia tahu:
tak semua perang dimenangkan dengan pedang, kadang justru dengan kesediaan
menahan luka dalam diam.

Dan Galang,
dalam sunyi nya,
adalah lelaki yang mencintai dalam bentuk paling jujur:
menerima tertinggal tanpa merasa kalah,
Ia tetap berusaha menyiram anggrek sambil menyiapkan santapan untuk istrinya yang lelah bekerja.

CATATAN:
(1)https://www.bps.go.id/id/publication/2025/03/27/1c11ddc250d82e97f1eafe29/cerita-data-statistik-untuk-indonesia—female-breadwinners–fenomena-perempuan-sebagai-pencari-nafkah-utama-keluarga.html
(2) Kementerian Ketenagakerjaan RI. (2023). Profil Gender dalam Ketenagakerjaan.
(3) Laporan ILO & BPS. (2023). Kesenjangan Kesempatan Kerja Berdasarkan Gender dan Usia di Indonesia.

Ikuti Kami
Channel WhatsApp Potret Online
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp kamu
Ikuti Sekarang
Tags: #Puisi
Next Post
Perempuan Yang Tak Lagi Jadi Tulang Rusuk - 1000530058_11zon | Media Perempuan | Potret Online

Akhirnya Dugaan Ijazah Palsu Jokowi Masuk Persidangan

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah