• Latest
Perempuan Yang Tak Lagi Jadi Tulang Rusuk - 1000530055_11zon | Media Perempuan | Potret Online

Perempuan Yang Tak Lagi Jadi Tulang Rusuk

April 24, 2025
9fdb3c1c-1879-4f8c-9aa8-02113678bceb

Warisan Musik Aceh dari Gampong Padang Manggeng

April 21, 2026
Ilustrasi siluet pasangan dengan hati retak melambangkan cemburu, konflik emosional, dan hubungan yang rapuh

Cemburu Membunuh Perempuan

April 21, 2026
Perempuan Yang Tak Lagi Jadi Tulang Rusuk - 1001348646_11zon | Media Perempuan | Potret Online

Kisah Perempuan – Lubna dari Córdoba

April 21, 2026
Perempuan Yang Tak Lagi Jadi Tulang Rusuk - 1001353319_11zon | Media Perempuan | Potret Online

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

April 21, 2026
3753a9dd-0c43-46a6-9577-711a7479d4d5

Misogini Genital (Di) Kartini Digital

April 21, 2026
IMG_0878

Perempuan di Titik Klimaks

April 21, 2026
Perempuan Yang Tak Lagi Jadi Tulang Rusuk - 1001361361_11zon | Media Perempuan | Potret Online

Kisah Perempuan POTRET – Zaynab bint al-Kamal

April 21, 2026
d2a5b58f-c424-41eb-91dc-d0a057017eda

Menguak Kenangan Orkes Mekar Melati Manggeng dan Para Musisi Muda

April 21, 2026
Rabu, April 22, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Perempuan Yang Tak Lagi Jadi Tulang Rusuk

Redaksi by Redaksi
April 24, 2025
in Media Perempuan, Perempuan, Puisi Essay
Reading Time: 3 mins read
0
Perempuan Yang Tak Lagi Jadi Tulang Rusuk - 1000530055_11zon | Media Perempuan | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh:Ririe Aiko

(Puisi esai yang difiksikan dari fenomena banyaknya perempuan yang menjadi pencari nafkah utama sebagai penopang ekonomi keluarga) (1)

—000—

Baca Juga
  • Jejak Perempuan di Palagan Nusantara (2)
  • Hari Kebebasan Pers di Tengah “Matinya Jurnalisme”

Pukul tujuh pagi,
ia mengenakan blazer abu dan lipstik seadanya.
Merias wajah dengan terburu-buru.
Meninggalkan rumah dengan sepatu yang menyimpan langkah doa,
dan selembar pesan di meja makan:
“Jangan lupa siram anggrek. Aku rapat sampai malam.”

Namanya Arum.
Di kantor, ia manajer pemasaran yang disegani.
Di rumah, ia menjadi ibu dan istri
yang kerap hanya sempat mencium dahi anaknya
di antara fajar dan larut malam.

Baca Juga
  • Kekuatan Rakyat Menenggelamkan Gaya Hidup Pejabat
  • Lautan Darah dan Susu yang Kering

Di balik pintu, seorang lelaki membuka tirai,
mengangkat cucian,
memasak bubur untuk bayi mereka,
dan menahan tanya yang tak pernah ia ucapkan.
Getir dan pahit ia telan bersama perasaan bersalah.

Namanya Galang.
Lima tahun lalu, ia adalah teknisi di negeri Jepang.
Pulang dari perantauan, mencoba peruntungan di negeri sendiri.
Tapi ternyata negeri ini tak butuh yang ahli,
Yang punya koneksi lebih banyak dicari.
Sejak itu, Galang hanya menjadi ayah rumah tangga.
Ratusan lamaran, ia kirimkan.
Tapi usia empat puluh, membuatnya terjebak dalam sistem rumit.

Baca Juga
  • Keterbatasan Yang Tak Membatasiku
  • Duta Puisi Esai Nasional dari Jawa Tengah Sosialisasikan Puisi Esai di Blora, Jawa Tengah

Iklan kerja lebih sering memanggil:
“Single usia maksimal 25 tahun, menarik, energik.”
Mesin seleksi digital menghapus kata ayah muda
dari daftar yang dianggap layak.
Kecuali ia masih kerabat para petinggi.

Ia bukan pemalas.
Ia hanya laki-laki yang kalah bersaing
di antara lowongan yang absurd,
lebih dari pengalaman dan ketekunan.

Data berkata,
Sektor jasa dan administrasi lebih terbuka untuk perempuan. (2)
Laki-laki usia 30 ke atas, tanpa gelar tinggi,
lebih sulit diserap industri formal. (3)
Sistem ekonomi kita masih bias,
Aturan kerapkali mempersulit sebagian rakyat.

—000—

Di ruang tamu, Galang membaca iklan lowongan
dengan kening mengerut dan gendongan bayi di bahu.
Ia tak cemburu pada Arum,
hanya kadang sorotan kanan-kiri,
Membuatnya jatuh dalam jurang rendah diri.

“Kerja dong, Mas. Masa dinafkahi istri terus?”
Sindir para tetangga.
Galang hanya tersenyum kecut,
sebab menjelaskan kemiskinan sistem pada obrolan warung,
seperti membacakan puisi ditengah antrean sembako.

—000—

Dan Arum, setiap malam,
mengusap lehernya yang pegal oleh layar monitor,
lalu berkata:
“Yang penting kita masih bisa makan dan tertawa.”

Ia bukan lagi tulang rusuk,
yang tersembunyi di balik dada Adam,
ia telah menjadi tulang punggung,
yang memanggul hari-hari dan biaya hidup
dengan pundak yang rapuh namun dipaksa kuat.

Kartini kini tak hanya memperjuangkan dirinya,
tapi juga pasangannya.
Ia tak menuntut suaminya jadi pahlawan,
karena ia tahu:
tak semua perang dimenangkan dengan pedang, kadang justru dengan kesediaan
menahan luka dalam diam.

Dan Galang,
dalam sunyi nya,
adalah lelaki yang mencintai dalam bentuk paling jujur:
menerima tertinggal tanpa merasa kalah,
Ia tetap berusaha menyiram anggrek sambil menyiapkan santapan untuk istrinya yang lelah bekerja.

CATATAN:
(1)https://www.bps.go.id/id/publication/2025/03/27/1c11ddc250d82e97f1eafe29/cerita-data-statistik-untuk-indonesia—female-breadwinners–fenomena-perempuan-sebagai-pencari-nafkah-utama-keluarga.html
(2) Kementerian Ketenagakerjaan RI. (2023). Profil Gender dalam Ketenagakerjaan.
(3) Laporan ILO & BPS. (2023). Kesenjangan Kesempatan Kerja Berdasarkan Gender dan Usia di Indonesia.

Tags: #Puisi
Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post
Perempuan Yang Tak Lagi Jadi Tulang Rusuk - 1000530058_11zon | Media Perempuan | Potret Online

Akhirnya Dugaan Ijazah Palsu Jokowi Masuk Persidangan

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com