POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Menulis, Kunci Untuk Abadi

Gunawan TrihantoroOleh Gunawan Trihantoro
April 23, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Gunawan Trihantoro
Sekretaris Kreator Era AI Jawa Tengah

“Kalau kamu bukan anak ulama besar, bukan pula anak seorang raja, maka menulislah.”
Demikian petuah tajam dari Imam Al-Ghazali yang menggugah siapa saja yang mendengarnya.

Petuah ini bukan sekadar ajakan, tapi peta jalan menuju keabadian.
Bukan raja? Bukan ulama besar? Tak masalah, asal mau menulis.

Menulis bukan hanya tentang tinta dan kertas.
Ia adalah alat perlawanan terhadap lenyapnya ingatan.

Bagi Al-Ghazali, ilmu tak cukup disimpan dalam kepala.
Ia harus dituliskan agar terus mengalir melampaui zaman.

Kita hidup dalam dunia yang cepat lupa.
Apa yang tak ditulis, akan hilang ditelan waktu.

Menulis menjadikan gagasan kita hidup lebih lama dari tubuh kita.
Ia adalah perpanjangan lidah, bahkan saat mulut telah membisu.

Tak semua orang lahir dalam keluarga istimewa.
Namun menulis memberi siapa saja kesempatan untuk istimewa.

Lewat tulisan, kita bisa berdialog dengan masa depan.
Bisa juga berdiskusi dengan mereka yang hidup ratusan tahun lalu.

Menulis bukan semata soal akademik atau formalitas.
Ia adalah upaya menata dunia lewat kata.

Menulis menyusun ulang realitas.
Ia menyaring pengalaman dan mengkristalkan pemikiran.

Dunia mengenal Plato, Ibn Sina, Al-Ghazali, karena mereka menulis.
Tanpa tulisan, siapa yang mengingat mereka?

Menulis adalah jalan sepi tapi benderang.
Ia bukan hanya untuk yang pintar, tapi yang tekun.

📚 Artikel Terkait

TNI dan Purnawirawan dalam Pusaran Politik Elit: Netralitas atau Ketegasan Moral?

Sajak-sajak di Langit Gaza

NASIB MAHASISWA PERBANKAN SYARIAH BAGAIKAN ABU DI ATAS TANGGUL?

Dai Kota, Dakwah Simpatik di Alue Naga

Kemuliaan bukan hanya milik keturunan atau bangsawan.
Ia juga milik mereka yang berani mencatat dan berbagi ilmu.

Tulisan tidak tidur.
Ia bekerja siang malam tanpa lelah menginspirasi pembaca.

Di era digital, peluang menulis terbuka lebar.
Tak harus cetak, blog dan media sosial pun bisa jadi panggung.

Menulis adalah demokratisasi gagasan.
Siapa saja bisa berbicara dan didengar lewat tulisan.

Tentu, tak semua tulisan langsung hebat.
Tapi yang terus menulis, akan terus membaik.

Menulis juga melatih ketekunan dan keteraturan berpikir.
Ia memaksa kita untuk jernih dan jelas dalam menyampaikan ide.

Tulisan bukan cuma untuk orang lain.
Ia juga cermin bagi diri sendiri.

Dengan menulis, kita belajar mengenal pikiran sendiri.
Belajar mengkritik dan mengembangkan sudut pandang.

Tulisan adalah saksi bisu dari perjalanan kita.
Ia merekam langkah, keresahan, harapan.

Dunia membaca orang yang menulis.
Dan lupa pada mereka yang diam.

Jika ingin berkontribusi dalam peradaban, maka menulislah.
Bukan karena kita besar, tapi karena kita ingin berguna.

Tak perlu menunggu jadi siapa-siapa.
Menulislah, justru agar menjadi seseorang.

Sebagaimana Al-Ghazali, mari jadikan pena sebagai pedang.
Bukan untuk melukai, tapi untuk membuka jalan kebaikan.

Warisan terbaik bukanlah emas atau jabatan.
Tapi ilmu yang ditulis dan dibagikan.

Menulislah bukan demi populer, tapi demi kebermanfaatan.
Karena tulisan yang ikhlas, akan menemukan pembacanya sendiri.

Dan saat tubuh kita tak lagi di dunia ini,
Tulisan kita akan tetap bicara, menyampaikan cahaya.

Jadi, bro, kalau kamu bukan anak raja, bukan anak ulama besar,
Tapi kamu punya semangat, maka ambillah pena, dan menulislah.


Rumah Kayu Cepu, 23 April 2025.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 68x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share4SendShareScanShare
Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro adalah seorang penulis kelahiran Purwodadi tahun 1974. Ia merupakan alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang mulai aktif menulis sejak masa kuliahnya. Karya-karyanya telah terbit di berbagai media cetak dan online. Gunawan aktif dalam berbagai komunitas kepenulisan, termasuk Satupena, Kreator Era AI, dan Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah. Selain itu, ia juga berkontribusi sebagai penulis buku-buku naskah umum keagamaan dan moderasi beragama di Kementerian Agama RI selama periode 2022–2024. Hingga kini, Gunawan telah menghasilkan puluhan buku, baik sebagai penulis tunggal maupun penulis bersama, yang memperkuat reputasinya sebagai salah satu penulis produktif di bidangnya.

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya

Cita cita Anak Negeri Merdeka

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00