POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Menyoal Joget Velocity di Kalangan ASN

Gunawan TrihantoroOleh Gunawan Trihantoro
April 17, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Gunawan Trihantoro

Sekretaris Forum Kreator Era AI Jawa Tengah

Dalam beberapa waktu terakhir, dunia maya ramai memperbincangkan fenomena joget velocity yang melibatkan para Aparatur Sipil Negara (ASN).

Video-video ASN yang berjoget dengan musik cepat dan penuh semangat itu viral, menuai pujian sekaligus kritik dari publik luas.

Bagi sebagian orang, fenomena ini dinilai sebagai ekspresi kegembiraan dan bentuk promosi positif terhadap citra instansi pemerintah yang lebih terbuka dan menyenangkan.

Namun, sebagian lainnya menilai aksi joget berjamaah di ruang publik, apalagi dilakukan saat jam kerja, sebagai bentuk pemborosan waktu, pelanggaran etika profesi, hingga mengaburkan makna dari integritas ASN itu sendiri.

Pertanyaannya kemudian: sejauh mana joget velocity ini mencerminkan semangat pelayanan publik, dan kapan ia mulai melampaui batas yang seharusnya dijaga?

ASN, sebagai abdi negara dan pelayan masyarakat, memiliki tanggung jawab moral dan hukum untuk menunjukkan profesionalisme dalam setiap tindak-tanduknya.

Bukan berarti mereka harus selalu kaku atau anti hiburan, tetapi ada batas etis yang perlu diperhatikan, terlebih jika aksi itu dilakukan dalam seragam dan atas nama instansi.

Joget velocity, yang pada awalnya populer di kalangan anak muda sebagai hiburan semata, mengalami “transplantasi” ke ranah formal birokrasi tanpa penyesuaian nilai.

Ketika ASN berjoget dalam formasi terstruktur, di halaman kantor, atau bahkan di ruang rapat, publik tidak hanya melihat itu sebagai hiburan, tetapi juga sebagai representasi institusi negara.

Hal ini menjadi problematik ketika publik menangkap kesan bahwa ASN lebih sibuk berjoget daripada bekerja melayani masyarakat.

Dalam konteks ini, persepsi publik memegang peranan penting.

Sebagus apapun niat para ASN berjoget—entah sebagai cara mempererat kekompakan tim atau menyemarakkan perayaan hari besar nasional—jika publik menilai itu sebagai bentuk kemalasan atau pamer gaya, maka kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi bisa terkikis.

📚 Artikel Terkait

Mengenang Peristiwa G30S/ PKI

Kelas Afirmasi Masih Perlu

Berinovasi dan Kreativitas Anak Muda di Era Global

Menulis, Kunci Untuk Abadi

Perlu diakui, birokrasi Indonesia sedang dalam proses panjang transformasi budaya kerja.

Berbagai program reformasi birokrasi, termasuk peningkatan kualitas pelayanan dan digitalisasi, menjadi prioritas agar ASN lebih sigap, adaptif, dan profesional.

Namun, bila di tengah proses ini muncul tren yang justru memperkuat stereotip “ASN santai-santai saja”, maka arah perubahan itu bisa kabur dari tujuan awalnya.

Fenomena joget velocity, jika tidak dikritisi secara jernih, bisa menjadi preseden yang menumpulkan semangat perubahan tersebut.

Apalagi ketika aksi itu terekam dalam konten yang seolah diproduksi demi keviralan semata, bukan karena dorongan substansial institusi.

Dari sisi manajemen organisasi, kegiatan non-formal seperti senam, apel kreatif, atau lomba antarpegawai sebenarnya sah-sah saja dan bisa memperkuat teamwork.

Namun, kegiatan itu harus dilakukan pada waktu yang tepat, dengan tujuan yang jelas, dan dengan batasan etis yang tidak mencederai integritas lembaga.

Yang dikhawatirkan adalah ketika ASN merasa bahwa tampil keren dan viral di media sosial lebih penting daripada menyelesaikan pekerjaan mereka.

Apalagi jika budaya kerja akhirnya bergeser menjadi budaya performatif semata.

Bukan tidak boleh bergembira atau berkreasi, tetapi semestinya ASN tetap mengingat bahwa publik menaruh ekspektasi tinggi pada mereka.

Integritas, profesionalisme, dan fokus terhadap pelayanan mesti tetap menjadi dasar gerak langkah, bukan sekadar ikut tren media sosial.

Karena itu, alih-alih terus berlomba menunjukkan aksi viral seperti joget velocity, alangkah baiknya bila ASN fokus membangun kredibilitas melalui karya, inovasi, dan pelayanan yang nyata.

Bila ingin membangun citra instansi yang dinamis dan ramah, lakukanlah dengan pendekatan yang kontekstual dan berbasis nilai kelembagaan.

Joget bisa tetap menjadi bagian dari penguatan semangat kerja, namun perlu diletakkan secara bijak dan proporsional.

Jangan sampai semangat melayani berubah menjadi sekadar ajang pamer gerakan tubuh, sementara pekerjaan utama justru terbengkalai.

Joget velocity di kalangan ASN bukan hal yang salah secara mutlak, tetapi perlu dikaji ulang secara lebih mendalam.

Apakah ia benar-benar menjadi jalan menuju birokrasi yang lebih sehat dan humanis, atau hanya sekadar pengalihan dari substansi kerja yang sesungguhnya?

Itulah yang perlu kita renungkan bersama. (***)

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 77x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 69x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro adalah seorang penulis kelahiran Purwodadi tahun 1974. Ia merupakan alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang mulai aktif menulis sejak masa kuliahnya. Karya-karyanya telah terbit di berbagai media cetak dan online. Gunawan aktif dalam berbagai komunitas kepenulisan, termasuk Satupena, Kreator Era AI, dan Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah. Selain itu, ia juga berkontribusi sebagai penulis buku-buku naskah umum keagamaan dan moderasi beragama di Kementerian Agama RI selama periode 2022–2024. Hingga kini, Gunawan telah menghasilkan puluhan buku, baik sebagai penulis tunggal maupun penulis bersama, yang memperkuat reputasinya sebagai salah satu penulis produktif di bidangnya.

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya

Gelap yang Tak Juga Usai: Jerit Sunyi Rakyat di Era Kabinet Baru

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00