• Latest

Menyoal Joget Velocity di Kalangan ASN

April 17, 2025
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Menyoal Joget Velocity di Kalangan ASN

Gunawan Trihantoro by Gunawan Trihantoro
April 17, 2025
in # Ironi, ASN
Reading Time: 4 mins read
0
589
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Gunawan Trihantoro

Sekretaris Forum Kreator Era AI Jawa Tengah

Dalam beberapa waktu terakhir, dunia maya ramai memperbincangkan fenomena joget velocity yang melibatkan para Aparatur Sipil Negara (ASN).

Video-video ASN yang berjoget dengan musik cepat dan penuh semangat itu viral, menuai pujian sekaligus kritik dari publik luas.

Bagi sebagian orang, fenomena ini dinilai sebagai ekspresi kegembiraan dan bentuk promosi positif terhadap citra instansi pemerintah yang lebih terbuka dan menyenangkan.

Namun, sebagian lainnya menilai aksi joget berjamaah di ruang publik, apalagi dilakukan saat jam kerja, sebagai bentuk pemborosan waktu, pelanggaran etika profesi, hingga mengaburkan makna dari integritas ASN itu sendiri.

Pertanyaannya kemudian: sejauh mana joget velocity ini mencerminkan semangat pelayanan publik, dan kapan ia mulai melampaui batas yang seharusnya dijaga?

ASN, sebagai abdi negara dan pelayan masyarakat, memiliki tanggung jawab moral dan hukum untuk menunjukkan profesionalisme dalam setiap tindak-tanduknya.

Bukan berarti mereka harus selalu kaku atau anti hiburan, tetapi ada batas etis yang perlu diperhatikan, terlebih jika aksi itu dilakukan dalam seragam dan atas nama instansi.

Joget velocity, yang pada awalnya populer di kalangan anak muda sebagai hiburan semata, mengalami “transplantasi” ke ranah formal birokrasi tanpa penyesuaian nilai.

Ketika ASN berjoget dalam formasi terstruktur, di halaman kantor, atau bahkan di ruang rapat, publik tidak hanya melihat itu sebagai hiburan, tetapi juga sebagai representasi institusi negara.

Hal ini menjadi problematik ketika publik menangkap kesan bahwa ASN lebih sibuk berjoget daripada bekerja melayani masyarakat.

Dalam konteks ini, persepsi publik memegang peranan penting.

Sebagus apapun niat para ASN berjoget—entah sebagai cara mempererat kekompakan tim atau menyemarakkan perayaan hari besar nasional—jika publik menilai itu sebagai bentuk kemalasan atau pamer gaya, maka kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi bisa terkikis.

Perlu diakui, birokrasi Indonesia sedang dalam proses panjang transformasi budaya kerja.

Berbagai program reformasi birokrasi, termasuk peningkatan kualitas pelayanan dan digitalisasi, menjadi prioritas agar ASN lebih sigap, adaptif, dan profesional.

Namun, bila di tengah proses ini muncul tren yang justru memperkuat stereotip “ASN santai-santai saja”, maka arah perubahan itu bisa kabur dari tujuan awalnya.

Fenomena joget velocity, jika tidak dikritisi secara jernih, bisa menjadi preseden yang menumpulkan semangat perubahan tersebut.

Apalagi ketika aksi itu terekam dalam konten yang seolah diproduksi demi keviralan semata, bukan karena dorongan substansial institusi.

Dari sisi manajemen organisasi, kegiatan non-formal seperti senam, apel kreatif, atau lomba antarpegawai sebenarnya sah-sah saja dan bisa memperkuat teamwork.

Namun, kegiatan itu harus dilakukan pada waktu yang tepat, dengan tujuan yang jelas, dan dengan batasan etis yang tidak mencederai integritas lembaga.

Yang dikhawatirkan adalah ketika ASN merasa bahwa tampil keren dan viral di media sosial lebih penting daripada menyelesaikan pekerjaan mereka.

Apalagi jika budaya kerja akhirnya bergeser menjadi budaya performatif semata.

Bukan tidak boleh bergembira atau berkreasi, tetapi semestinya ASN tetap mengingat bahwa publik menaruh ekspektasi tinggi pada mereka.

Integritas, profesionalisme, dan fokus terhadap pelayanan mesti tetap menjadi dasar gerak langkah, bukan sekadar ikut tren media sosial.

ADVERTISEMENT

Karena itu, alih-alih terus berlomba menunjukkan aksi viral seperti joget velocity, alangkah baiknya bila ASN fokus membangun kredibilitas melalui karya, inovasi, dan pelayanan yang nyata.

Bila ingin membangun citra instansi yang dinamis dan ramah, lakukanlah dengan pendekatan yang kontekstual dan berbasis nilai kelembagaan.

Joget bisa tetap menjadi bagian dari penguatan semangat kerja, namun perlu diletakkan secara bijak dan proporsional.

Baca Juga

b25b943e-f0d2-47df-bd75-ad0c643a8322

Gara-gara Tahanan Rumah Gus Yaqut, Akhirnya KPK Minta Maaf

Maret 27, 2026

BENGKEL OPINI RAKyat

Maret 27, 2026
ChatGPT Image 27 Mar 2026, 08.43.09

Pelayanan Akses Kesehatan di Nabire Provinsi Papua Tengah Masih Minim

Maret 27, 2026

Jangan sampai semangat melayani berubah menjadi sekadar ajang pamer gerakan tubuh, sementara pekerjaan utama justru terbengkalai.

Joget velocity di kalangan ASN bukan hal yang salah secara mutlak, tetapi perlu dikaji ulang secara lebih mendalam.

Apakah ia benar-benar menjadi jalan menuju birokrasi yang lebih sehat dan humanis, atau hanya sekadar pengalihan dari substansi kerja yang sesungguhnya?

Itulah yang perlu kita renungkan bersama. (***)

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 337x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 298x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 248x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 238x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 192x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare236Tweet147
Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro adalah seorang penulis kelahiran Purwodadi tahun 1974. Ia merupakan alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang mulai aktif menulis sejak masa kuliahnya. Karya-karyanya telah terbit di berbagai media cetak dan online. Gunawan aktif dalam berbagai komunitas kepenulisan, termasuk Satupena, Kreator Era AI, dan Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah. Selain itu, ia juga berkontribusi sebagai penulis buku-buku naskah umum keagamaan dan moderasi beragama di Kementerian Agama RI selama periode 2022–2024. Hingga kini, Gunawan telah menghasilkan puluhan buku, baik sebagai penulis tunggal maupun penulis bersama, yang memperkuat reputasinya sebagai salah satu penulis produktif di bidangnya.

Baca Juga

0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5
Puisi

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff
# Kebijakan Trump

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542
Artikel

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518
Artikel

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
Next Post

Gelap yang Tak Juga Usai: Jerit Sunyi Rakyat di Era Kabinet Baru

HABA Mangat

Kabar Redaksi

Tema Lomba Menulis Bulan Februari

Februari 2, 2025

Pemenang Lomba Menulis – Edisi Agustus 2025

September 10, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    886 shares
    Share 354 Tweet 222
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    872 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com