• Latest
Ketika Abu Bakar Berhenti Berderma dan Allah Menegurnya

Ketika Abu Bakar Berhenti Berderma dan Allah Menegurnya

April 13, 2025
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Ketika Abu Bakar Berhenti Berderma dan Allah Menegurnya

Akmal Nasery Basral by Akmal Nasery Basral
April 13, 2025
in #Kontemplasi, Skema
Reading Time: 4 mins read
0
Ketika Abu Bakar Berhenti Berderma dan Allah Menegurnya
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

SKEMA
(Sketsa Masyarakat)

Refleksi

Oleh Akmal Nasery Basral*

1/
Salah satu badai fitnah terdahsyat dalam dunia Islam adalah peristiwa Haditsul Ifki (حادثة الإفك). Tak tanggung-tanggung, yang menjadi objek fitnah adalah istri Nabi Muhammad ﷺ yang suci, Aisyah binti Abu Bakar Ash Shiddiq radhiyallahuma, yang digunjingkan berselingkuh dengan seorang sahabat Nabi, Shafwan bin Mu’aththal.

Begitu destruktifnya kabar yang terjadi pada tahun kelima Hijriyah (627 M) ini sehingga Nabi pun tak bisa langsung memberikan jawaban ketika ditanya umat yang menginginkan kepastian benar tidaknya tuduhan itu.

Rasulullah berdiam diri sekitar 45 hari sampai Allah menurunkan wahyu surat An Nuur ayat 11 dan sepuluh ayat berikutnya yang menjelaskan bahwa itu adalah kabar dusta. Dalam bahasa Arab, kabar dusta disebut “ haditsul ifki”. Kebenaran akhirnya terungkap. Haditsul Ifki direkayasa pemimpin kaum munafik Madinah, Abdullah bin Ubay bin Salul.

Ada sisi lain dari kisah Haditsul Ifki yang menyangkut sosok Abu Bakar, ayah Aisyah. Ini semacam subplot dari kisah utama, namun tetap memancarkan berlian hikmah yang tak kalah indah jika ditelaah.

2/
Abu Bakar adalah sahabat terdekat Nabi. Seorang pedagang sukses, kaya raya, dan luar biasa dalam berderma. Tak ada sahabat Nabi lain yang mampu melampaui kedermawanannya. Salah seorang yang selalu mendapat bantuan rutinnya adalah Misthah bin Utsatsah, sepupunya yang hidup pas-pasan. Ibu Misthah adalah bibi Abu Bakar.

Saat api fitnah Haditsul Ifki berkobar, sayangnya Misthah termasuk yang ikut meniup-niupkan gunjingan keji itu karena termakan agitasi Abdullah bin Ubay bin Salul. Ini membuat Abu Bakar murka kepada Misthah dan menghentikan bantuan rutinnya. “Demi Allah, aku tidak akan memberi nafkah kepadanya lagi untuk selamanya setelah apa yang ia katakan kepada Aisyah.”

Apakah tindakan Abu Bakar benar? Dalam struktur logika dan nalar umum: tentu saja!

Misthah sebagai sepupu Abu Bakar sekaligus berarti sebagai paman Aisyah. Maka, bagaimana mungkin seorang paman ikut menyebarluaskan kabar dusta tentang kemenakannya sendiri? Tak ada orang waras yang akan melakukan itu.

Faktor lainnya, Misthah rutin menerima bantuan dari Abu Bakar. Mengapa dia justru ikut aktif memperbesar kobaran api fitnah kepada keluarga orang yang membantunya selama ini? Tak ada orang dengan pikiran normal yang mau bersikap begitu.

Akan tetapi persis di tahap inilah plot twist terjadi: Allah justru menegur sikap Abu Bakar.

Pada surat An Nuur ayat 22–masih dalam rangkaian ayat penjelas haditsul ifki—Allah berfirman, “Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka tidak akan memberi bantuan kepada kaum kerabat, orang-orang yang miskin, dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah. Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Begitu mendengar ayat ini dibacakan Nabi, hati Abu Bakar yang lembut dan peka tergetar mengetahui konteks ayat itu diturunkan.

Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Al Qur’anul Azhim menjelaskan bahwa Abu Bakar kemudian berkata, “Benar. Demi Allah, sungguh kami suka, wahai Tuhan kami, bila Engkau mengampuni kami. Demi Allah, aku tidak akan mencabut bantuanku lagi (kepada Misthah bin Utsatsah) selama-lamanya.”

Maka Abu Bakar pun kembali melanjutkan derma rutinnya kepada Misthah dengan menaklukkan ego seorang ayah yang terluka hatinya tersebab putrinya menjadi sasaran fitnah.

Ini perbuatan agung yang tak akan bisa diterapkan kecuali oleh mereka dengan hati ikhlas seluas semesta seperti Abu Bakar. Bayangkan saja dua elemen yang berkelindan di dalamnya: memaafkan penyebar fitnah dan meneruskan derma kepadanya karena mengharapkan ridha Allah dan ampunan-Nya semata seperti tersurat dalam penggalan akhir Surat An Nuur ayat 22: “Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu?”

Dalam konteks membantu orang lain, ternyata Allah menghendaki manusia untuk melihat kondisi orang yang meminta bantuan. Bukan menakar dari kesalahan yang pernah mereka perbuat. Bahkan kalau pun mereka pernah bersalah, Allah memerintahkan untuk berlapang dada memaafkan kesalahan mereka.

3/
Kini, 14 abad setelah peristiwa Haditsul Ifki, tak sedikit aghniya (kalangan berada) yang memiliki kemampuan berderma, namun membatasi diri. Mereka memutuskan berhenti membantu orang lain jika merasa merasa sudah cukup mengulurkan tangan, meringankan beban, sampai pada tahap tertentu saja yang ukurannya ditetapkan sendiri bukan berdasarkan petunjuk kalam Ilahi.

Seyogyanya kisah turunnya ayat 22 Surat An Nuur menjadi pedoman utama bahwa untuk membantu orang lain ternyata tak pernah ada batasnya. Bahkan terhadap orang yang pernah menyakiti perasaan kita dan keluarga sekalipun seperti dilakukan Misthah bin Utsatsah kepada Abu Bakar dan Aisyah r.a., Allah tetap mengharuskan kedermawan tetap dilanjutkan.

Apalagi jika yang butuh bantuan adalah orang-orang yang tak pernah memfitnah, menggunjing, menyebarkan kabar dusta. Mereka mengharapkan uluran tangan semata-mata akibat beban hidup yang sedang mereka hadapi.

Dalam Tafsir Al Azhar, Buya Hamka menjelaskan Surat An Nuur ayat 22 ini sebagai “perintah yang jelas dari Allah untuk membantu atau menolong orang yang kesulitan tanpa adanya alasan atau penundaan yang tidak masuk akal, karena penolakan untuk membantu orang yang sedang kesulitan dapat menimbulkan konsekuensi baik di dunia maupun di akhirat.”

ADVERTISEMENT

Ketua MUI pertama (1975-1981) itu juga menjelaskan, “Jika ada alasan yang diberikan untuk tidak membantu orang yang sedang kesulitan, maka alasan itu harus dipertanyakan. Alasan yang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip agama dapat diterima. Namun alasan yang hanya menjadi pembenar untuk tidak menolong harus ditolak, karena bisa jadi itu merupakan bentuk godaan setan.” ( Tafsir Al Azhar, juz 18).

Wallahu a’lam bi shawab.

Baca Juga

b25b943e-f0d2-47df-bd75-ad0c643a8322

Gara-gara Tahanan Rumah Gus Yaqut, Akhirnya KPK Minta Maaf

Maret 27, 2026

BENGKEL OPINI RAKyat

Maret 27, 2026
Simbol di Tubuh, Makna di Pikiran

Simbol di Tubuh, Makna di Pikiran

Maret 24, 2026

Jakarta, 14 Syawal 1446/
13 April 2025

*Penulis dwilogi roman biografi kehidupan Buya Hamka Setangkai Pena di Taman Pujangga dan Serangkai Makna di Mihrab Ulama (Republika Penerbit).

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 337x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 298x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 248x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 238x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 192x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare235Tweet147
Akmal Nasery Basral

Akmal Nasery Basral

Akmal Nasery Basral adalah mantan redaktur film _Tempo_ (2004 – 2010) dan _Gatra_ (1994 – 1998), penulis 26 buku, termasuk novel _Nagabonar Jadi 2_ (2007) dan _Sang Pencerah_ (2010) Penerima Anugerah Sastra Andalas 2022 kategori Sastrawan/Budayawan Nasional, penerima Anugerah Penulis Nasional SATUPENA 2021 kategori fiksi

Baca Juga

0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5
Puisi

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff
# Kebijakan Trump

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542
Artikel

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518
Artikel

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
Next Post

RERASAN

HABA Mangat

Responden Terpilih

Maret 14, 2025

Tema Lomba Menulis November 2025

November 10, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    886 shares
    Share 354 Tweet 222
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    872 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com