POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Judol Makin Menggurita, Selamatkan Keluarga!

Rosadi JamaniOleh Rosadi Jamani
April 8, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Ssttt… jangan ribut dulu. Tarik napas. Coba dengarkan baik-baik. Ada suara lirih dari arah utara, dari gedung-gedung tinggi di Phnom Penh. Suara anak-anak muda Indonesia yang dikurung di balik monitor, mengetik iklan slot selama 14 jam sehari. Mereka bukan pekerja formal, bukan juga relawan. Mereka budak digital. Budak-budak modern yang bekerja untuk “raja-raja judi online” yang, konon katanya, tak cuma orang Kamboja. Tapi, juga ada pengusaha dan politisi Indonesia di belakangnya. Sambil menunggu grand final Red Sparks vs Pink Spider sore ini pukul 17.00 WIB, mari kita bahas judul yang sudah sangat emergency di negeri ini.

“Benar ada politisi dan pengusaha terlibat judul, bang?”  Iya. Politisi. Pengusaha. Bukan rumor murahan dari grup WhatsApp emak-emak. Tapi bisik-bisik yang makin lama makin keras. Katanya, ada nama-nama besar yang nongol di balik layar. Mereka bukan sekadar tahu, tapi terlibat. Bukan hanya bermain, tapi mendanai. Bukan cuma menonton, tapi mengatur. Mereka duduk nyaman di ruang ber-AC, sambil tertawa melihat rakyatnya menekan tombol “deposit” tiap jam. Logika sederhana, kalau tak ada keterlibatan pesohor, sudah dari dulu judol itu hilang. Nyata, malah makin menggurita.

Bayangkan, wak! Uang negara mengalir keluar lewat tangan rakyatnya sendiri, sambil mereka yang “di atas” menikmati komisi. Judi online ini bukan lagi bisnis haram. Ia sudah menjadi industri. Lengkap dengan ekosistemnya, investor, operator, kurir pulsa, dan yang paling menyedihkan, rakyat biasa yang dikirim jadi tenaga kerja ilegal ke Kamboja.

Ada yang dari Riau, ada yang dari Jawa, ada juga yang dari pelosok Sumatera. Direkrut lewat janji-janji manis, “kerja digital, gaji dolar, makan gratis, tempat tinggal disediakan.” Tahu-tahu sampai di sana, paspor disita, kerja paksa, dan tak bisa pulang. Ada yang sakit, ada yang stres, ada yang hilang tanpa kabar. Tapi siapa yang peduli? Siapa yang berani menyelamatkan? Yang bisa pulang hanya mereka yang viral duluan di TikTok.

Negara? Ya, negara sedang sibuk. Sedang mengurus revisi undang-undang. Sedang membentuk satgas baru. Tapi tidak sibuk bertanya, siapa yang merekrut mereka? Siapa yang biayai pengiriman mereka lewat pelabuhan-pelabuhan “bodong”? Yang lebih penting, siapa yang punya bisnis besar di balik semua ini?

Karena judi online ini tidak berdiri sendiri. Ia beranak-pinak dengan tenang karena ada pagar yang diam. Ada institusi yang tutup mata. Ada elite yang tersenyum puas. Sebab, siapa sangka, mesin slot bisa lebih menghasilkan daripada pabrik semen?

📚 Artikel Terkait

Hidupkan Sarana Publik Dengan Kegiatan Literasi Kreatif

PENDARATAN DARURAT

Belajar Mensyukuri Hidup dari Kang Saptho

Menunggu Mega, Red Sparks Melangkah ke Final

Kita ini sedang kehilangan arah. Bukan karena kurang guru, tapi karena muridnya lebih percaya pada “trik bocoran jackpot”. Bukan karena kurang pekerjaan, tapi karena jadi admin slot lebih cepat bikin kaya, asal tahan mental, tahan disiksa.

Uang yang berputar? Rp 600 triliun sejak 2017.  Rp 100 triliun dalam enam bulan terakhir saja.  

Coba tebak, berapa persen dari itu yang kembali ke negara? Nol. N.O.L. Karena semua dikirim ke server luar negeri. Karena semua dimasukkan ke sistem digital yang licin seperti belut, dan kebal seperti hantu. Kita bahkan tidak tahu siapa yang tertawa paling keras di balik semua ini. Yang jelas, dia bukan rakyat jelata.

Jangan salahkan pemainnya. Mereka korban. Jangan salahkan pekerjanya. Mereka ditipu.  Yang harus kita tanya adalah, siapa yang bisa mengatur semuanya, dari rekrutmen, pengiriman, hingga pembayaran lintas negara? Jawaban yang paling menyeramkan, bisa jadi mereka sedang duduk di kursi kekuasaan. Atau baru saja dapat tender proyek. Atau sedang kampanye.

Kalau kamu berpikir ini lebay, silakan. Tapi nanti, kalau anak kamu sendiri datang minta uang buat “top up chip slot”, jangan bilang kamu tak diperingatkan. Karena ini bukan sekadar darurat. Ini adalah “pengambilalihan diam-diam” negara oleh sindikat maya. Dengan rakyat sebagai pelanggan, dan elite sebagai pemilik saham.

Selamat datang di Indonesia versi baru, tempat di mana “kedaulatan rakyat perlahan-lahan dikalahkan oleh algoritma judi online. 

#camanewak

Rosadi Jamani

Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

HABA Si PATok

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00