POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Dua Ekor Ayam dan Darah yang Mengering

Gunawan TrihantoroOleh Gunawan Trihantoro
April 8, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Gunawan Trihantoro

Pelaku pencurian ayam berinisial T (37) tewas dikeroyok warga di Desa Rancamanggung, Kecamatan Tanjungsiang, Subang, Jawa Barat, Selasa (1/4/2025) malam sekitar pukul 23.30 WIB. [1]


Malam itu bersuara seperti gerimis yang jatuh di atas genting,
sepi, tapi berisik.
Lalu ada langkah-langkah tergesa,
bayangan yang merangkak di antara kandang ayam,
dan tangan-tangan yang menggapgap dalam kegelapan.

“Siapa?!” teriak seseorang dari dalam rumah.
Tapi maling itu sudah lari,
membawa dua ekor ayam yang terjaga,
kaki mereka diikat, paruh mereka ternganga.

Tapi desa ini bukan tempat untuk lari.
Desa ini punya mata di setiap pojok,
punya telinga di balik jendela,
punya pentungan dan bambu runcing
yang sudah lama tak dipakai.

-000-

Mereka kejar dia seperti kejar tikus yang masuk lumbung.
“Tangkap! Maling!”
Suara itu bergulung-gulung di jalan tanah,
menggulung lehernya seperti tali.

Dia lari,
ke kiri, ke kanan,
ke dalam selokan,
ke bawah jembatan.
Tapi desa ini terlalu sempit untuk dosa.

Sampai akhirnya dia terjatuh,
dan kerumunan itu datang:
“Ini dia! Hajar!”

-000-

Pentung pertama mengenai punggungnya.
Pentung kedua pecahkan kepalanya.
Pentung ketiga, keempat, kelima,
tidak ada yang berhenti menghitung.

📚 Artikel Terkait

PAGAR LAUT PUN TERTAWA

Kepala dan Guru SLBN Langsa Raih Juara Satu dan Dua Jambore GTK Hebat 2024

Burung Balam Kami

Al Ghazali: Sang Hujjatul Islam

Dia berteriak,
tapi suaranya tenggelam dalam dengus nafas massa.
Dia merangkak,
tapi kakinya patah seperti ranting kering.

“Bunuh saja! Maling!”
“Dia sudah maling sejak lama!”
“Kasihan? Dia tidak kasihan waktu mengambil ayam kita!”
Dan darahnya mengalir ke selokan,
bercampur dengan air kotor dan bulu ayam yang rontok.

-000-

Polisi datang ketika tubuhnya sudah dingin.
Delapan orang mereka tangkap,
bukan delapan pentung,
bukan delapan amarah,
tapi delapan nama yang kebetulan ada di tempat salah,
di waktu yang salah.

“Kami hanya warga,” kata mereka.
“Kami hanya membela hak.”
“Dia maling, Pak. Sudah sering.”

Tapi siapa yang menghitung ayam-ayam yang hilang
sebelum darah ini tumpah?
Siapa yang menimbang:
berapa nilai nyawa
untuk dua ekor ayam?

-000-

Kini kandang ayam itu kosong lagi.
Tidak ada yang berani mencuri,
tidak ada yang berani berteriak.

Hanya ada bau anyir yang menempel di tanah,
dan daftar nama delapan orang
yang harus menjawab di pengadilan.

Di sudut desa, seorang ibu menggumam:
“Dia memang maling, tapi anaknya masih kecil…”


Rumah Kayu Cepu, 4 April 2025

CATATAN KAKI:
[1] Puisi esai ini terinspirasi dari peristiwa penangkapan delapan warga Subang atas dugaan penganiayaan hingga tewas terhadap pencuri ayam,
https://lampung.tribunnews.com/2025/04/04/maling-ayam-di-subang-tewas-dikeroyok-warga-polisi-tangkap-8-orang?page=2 dan Polres Subang menangkap pelaku penganiayaan setelah viralnya video kejadian tersebut https://www.tintahijau.com/megapolitan/aniaya-maling-ayam-hingga-tewas-polres-subang-tangkap-8-orang-pelaku/

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 85x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 64x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share4SendShareScanShare
Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro adalah seorang penulis kelahiran Purwodadi tahun 1974. Ia merupakan alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang mulai aktif menulis sejak masa kuliahnya. Karya-karyanya telah terbit di berbagai media cetak dan online. Gunawan aktif dalam berbagai komunitas kepenulisan, termasuk Satupena, Kreator Era AI, dan Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah. Selain itu, ia juga berkontribusi sebagai penulis buku-buku naskah umum keagamaan dan moderasi beragama di Kementerian Agama RI selama periode 2022–2024. Hingga kini, Gunawan telah menghasilkan puluhan buku, baik sebagai penulis tunggal maupun penulis bersama, yang memperkuat reputasinya sebagai salah satu penulis produktif di bidangnya.

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00