POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Mengenal Kampung Pembuat Senjata Ilegal, Darra Adam Khel

Rosadi JamaniOleh Rosadi Jamani
April 1, 2025
Mengenal Kampung Pembuat Senjata Ilegal, Darra Adam Khel
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Saya ingin membawa followers saya ke luar negeri lagi. Kali ini ke Pakistan. Ada sebuah kampung dikenal sebagai pembuat senjata illegal terkenal di dunia, Darra Adam Khel. Dengan barang bekas, penduduknya bisa membuat segala jenis senjata. Menarik ya, wak! Yok, kita berkunjung ke sana.

Darra Adam Khel, sebuah kampung kecil di Pakistan. Kampung ini telah menjadi legenda tak tertandingi dalam dunia industri persenjataan bawah tanah. Ini bukan sekadar desa, ini adalah Hollywood-nya senjata ilegal. Para pengrajin bisa membuat replika senjata hanya dengan menggunakan peralatan seadanya dan, mungkin, doa.

Bayangkan sebuah tempat di mana deru mesin bubut lebih merdu dari simfoni Mozart, di mana aroma besi panas dan minyak pelumas menggantikan bau kopi pagi. Di sini, tidak ada taman hiburan, tidak ada pusat perbelanjaan mewah, hanya deretan bengkel kecil yang menghasilkan sesuatu yang bisa mengubah nasib seseorang dalam hitungan detik. Satu tarikan pelatuk, satu keputusan, dan voila! Sejarah baru tertulis.

Darra Adam Khel telah menjadi pusat produksi senjata selama lebih dari satu abad. Para pengrajinnya mampu menciptakan AK-47 dengan ketepatan nyaris sempurna hanya dari besi tua dan sejumput keberanian. Tidak ada pelatihan resmi, tidak ada sekolah teknik, hanya warisa turun-temurun yang diajarkan dari generasi ke generasi. Bocah-bocah di sini mungkin tidak bisa menyelesaikan persamaan matematika tingkat lanjut, tetapi beri mereka sepotong logam, dan mereka bisa menyulapnya menjadi pistol yang bisa menembak dengan akurasi yang mengejutkan.

Jika dunia ini adalah pasar bebas, maka Darra Adam Khel adalah surganya senjata murah. Sebuah pistol Beretta yang di tempat lain berharga 600 dolar bisa ente dapatkan dengan harga 100 dolar di sini. Mau yang lebih garang? AK-47 buatan Rusia yang seharusnya bernilai 1.500 dolar bisa ente beli dengan hanya 200 dolar! Ini lebih murah dari beberapa smartphone terbaru di pasaran. Kenapa beli gadget kalau bisa beli alat pertahanan diri, bukan? (Harap dicatat: kami tidak menyarankan hal ini, kecuali ente sedang hidup di dunia Mad Max.)

📚 Artikel Terkait

Perempuan Berjuang Melawan Bau Busuk

Puisi- Puisi Riska Yunisyah Imilda

Tantangan dan Peluang Akademisi Indonesia di Era Digital

Pameran Tunggal Sketsa Batu Nisan Aceh: Menguak Jejak Sejarah Lewat Batee Jeurat

Pelanggan Darra Adam Khel datang dari berbagai latar belakang. Ada yang mencari perlindungan, ada yang mencari kekuatan, ada pula yang hanya ingin punya koleksi senjata karena hobi mereka lebih ekstrem dibanding orang normal. Bahkan, konon, ada turis aneh yang datang ke sini hanya untuk “mencicipi pengalaman”. Bayangkan mereka kembali ke negara asal dan dengan santai berkata, “Oh ya, aku baru pulang dari Pakistan, beli pistol di pasar, tapi nggak jadi beli karena terlalu murah.”

Namun, tidak semua kisah di Darra Adam Khel penuh dengan romansa persenjataan. Pemerintah Pakistan beberapa kali mencoba menertibkan kawasan ini, meskipun hasilnya lebih mirip usaha menegakkan benang basah. Hukum? Peraturan? Di sini, semua itu hanya sekadar saran. Pernah suatu kali aparat datang untuk melakukan razia, tetapi mereka justru ditawari AK-47 dengan harga diskon. Beberapa orang bilang, kalau ada pengusaha di dunia yang bisa menjual es ke suku Eskimo, maka di Darra Adam Khel, mereka bisa menjual RPG ke pasukan anti-senjata.

Tentu saja, masa depan Darra Adam Khel tidak pasti. Ada tekanan internasional, ada upaya modernisasi, dan ada keinginan untuk mengubah tempat ini menjadi lebih “legal”. Tapi pertanyaannya, apakah mungkin sebuah kampung yang telah hidup selama ratusan tahun dengan DNA industri senjata tiba-tiba beralih menjadi desa pengrajin kerajinan tangan? Mungkinkah mereka yang terbiasa membuat revolver beralih menjadi pengrajin pot bunga?

Darra Adam Khel bukan sekadar tempat. Ini adalah simbol. Simbol dari kegigihan, kreativitas, dan… yah, mungkin sedikit nihilisme. Jika ada satu tempat di dunia ini yang bisa membuat James Bond, John Wick, dan Rambo merasa kecil hati karena kalah inovatif, maka tempat itu adalah di sini. Jika ente mencari destinasi wisata yang “berbeda” dan tidak ingin pulang dengan sekadar kaos bertuliskan “I Love Pakistan”, ente mungkin ingin mempertimbangkan Darra Adam Khel. Hanya saja, pastikan asuransi perjalanan ente mencakup hal-hal yang tidak terduga.

Ingin rasanya ke sana. “Mau ngapain, Bang? Mau beli Beretta, Glock, dan Colt.” Bukan, mau jualan kopi, ups..

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 84x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 64x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share4SendShareScanShare
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
Malam Katupek

Malam Katupek

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00