POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Tradisi Mudik Produk Budaya Masyarakat Urban

RedaksiOleh Redaksi
March 26, 2025
Benturan Peradaban Barat Dengan Agama Akan Membuat Islam Semakin Berjaya dan Berkembang Pesat di Masa Mendatang
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Jacob Ereste

Tradisi mudik pada hari raya keagamaan, merupakan produk budaya masyarakat urban dari suatu desa atau daerah ke daerah lain atau yang umumnya berada di kota besar untuk menjenguk keluarga dan sanak familinya yang masih setia menunggu kampung halaman atau tempat berkumpul awal dari keluarga besar sebelumnya di tempat tersebut.

Fenomena urbanisasi ini — masyarakat desa atau daerah yang umumnya bermukim di kota–kota besar, tidak hanya menandai banyaknya warga desa atau masyarakat daerah yang meninggalkan desa atau daerahnya untuk mencari nafkah di kota, tetapi juga menandai tiadanya pekerjaan di desa atau di daerah yang tidak bisa diandalkan untuk memenuhi kebutuhan hidup dirinya atau bersama keluarganya yang ikut serta pindah ke kota. Meski kondisi ekonomi dari pekerjaan yang dapat dijadikan sebagai sumber penghasilan untuk dirinya, maupun bersama keluarga, tidak juga dapat memenuhi hasrat yang diidealkan.

Namun peluang kerja secara serabutan memberi banyak peluang untuk dilakukan, tidak seperti yang dapat diperoleh di desa atau daerah yang terpaksa ditinggalkan itu.

Dari sisi yang lain, memang jelas di desa atau daerah asal yang bersangkutan tidak memberi banyak peluang untuk dijadikan tumpuan hidup, sehingga pilihan terbaik adalah melakukan urbanisasi yang berujung merananya desa atau daerah asal sang urbanisasi semakin mengukuhkan kondisi kemiskinan, lantaran tidak sedikit sumber daya alam setempat semakin tidak dapat maksimal untuk dimanfaatkan. Atau bahkan, tidak sedikit yang berpindah tangan kepada kaum urban dari daerah lain yang mampu memanfaatkan peluang dan kesempatan di daerah tersebut.

📚 Artikel Terkait

Danantara Diresmikan, Indonesia Cerah?

Taty Westhoff, Diaspora Minang di Belanda Menggugat Artis yang Melecehkan Budaya Minangkabau

IMBASAN CAHAYA REMBULAN

Rakerwil KKG MI Se-Aceh Lahirkan Sejumlah Rekomendasi

Secara sosiologis, perpindahan penduduk dari satu daerah ke daerah lain memang akan membuat pergerakan yang dinamis semakin bertumbuh dan berkembang lantaran pengaruh psikologis untuk lebih gigih dan kuat berjuang untuk hidup lebih baik — yang dirasa lebih bebas dan merdeka — karena untuk meraih kesuksesan seperti terlepas dari berbagai beban — karena relatif tidak lagi memiliki rasa sefan dan sungkan — untuk melakukan pekerjaan apa saja bentuknya, sebab yang utama ialah hasil raihan yang maksimal dapat dicapai.

Karena itu pun sifat dan sikap materialistik jadi cenderung menguat dan mewarnai cara dan pola hidup mewah sebagai takaran umum dari apa yang dipahami sebagai kesuksesan. Meski begitu, tetap saja ada sedikit diantaranya yang idealis untuk tidak menempatkan keberhasilan secara material, tetapi lebih mengedepankan bagi hal-hal bersifat intelektual atau bahkan spiritual wujudnya.

Demikian juga untuk kaum muda di desa atau di daerah, lebih yakin dan percaya untuk lebih maju — utamanya untuk memperoleh kualitas pendidikan yang baik dan unggul — lebih memiliki peluang bisa diperoleh dari pendidikan yang ada di kota besar hingga di negara maju yang terkemuka di dunia.

Jadi warna pemudik pada waktu-waktu tertentu dalam arus yang sangat besar, juga cukup dominan diwarnai oleh para pelajar serta mahasiswa yang sedang menempuh studi dalam berbagai bidang maupun tingkat. Hanya saja sayangnya, setelah lulus pun dari lembaga pendidikan formal itu, sangat dominan yang enggan untuk kembali hidup dan menetap di tempat asalnya. Jadi mereka ini pula — setelah menyelesaikan studinya dan mendapat pekerjaan di kota karena enggan bekerja di desa atau di tempat asalnya — kini ikut menyemarakkan acara pulang mudik pada saat hari raya keagamaan, seperti Idul Fitri tahun ini.

Jakarta, 26 Maret 2025

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 74x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 74x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 61x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 58x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 53x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
Negara yang Kembali ke Fitrah

Negara yang Kembali ke Fitrah

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00