• Latest
Tradisi Mudik Produk Budaya Masyarakat Urban - 96702e2a 05af 4cbb 87f6 21959e7921a5 | #Urbanisasi | Potret Online

Tradisi Mudik Produk Budaya Masyarakat Urban

Maret 26, 2025

Di Antara Wahyu dan Rasio: Menyatukan Jalan Pendidikan Aceh

April 22, 2026
aef171bb-b3d2-4814-9a54-7d09b7b9f971

Perempuan Ganda;Kartini Dulu Hingga Kini

April 22, 2026
9fdb3c1c-1879-4f8c-9aa8-02113678bceb

Warisan Musik Aceh dari Gampong Padang Manggeng

April 21, 2026
Ilustrasi siluet pasangan dengan hati retak melambangkan cemburu, konflik emosional, dan hubungan yang rapuh

Cemburu Membunuh Perempuan

April 21, 2026
Tradisi Mudik Produk Budaya Masyarakat Urban - 1001348646_11zon | #Urbanisasi | Potret Online

Kisah Perempuan – Lubna dari Córdoba

April 21, 2026
Tradisi Mudik Produk Budaya Masyarakat Urban - 1001353319_11zon | #Urbanisasi | Potret Online

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

April 21, 2026
3753a9dd-0c43-46a6-9577-711a7479d4d5

Misogini Genital (Di) Kartini Digital

April 21, 2026
IMG_0878

Perempuan di Titik Klimaks

April 21, 2026
Rabu, April 22, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Tradisi Mudik Produk Budaya Masyarakat Urban

Redaksi by Redaksi
Maret 26, 2025
in #Urbanisasi, sosial, Sosialita
Reading Time: 3 mins read
0
Tradisi Mudik Produk Budaya Masyarakat Urban - 96702e2a 05af 4cbb 87f6 21959e7921a5 | #Urbanisasi | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh Jacob Ereste

Tradisi mudik pada hari raya keagamaan, merupakan produk budaya masyarakat urban dari suatu desa atau daerah ke daerah lain atau yang umumnya berada di kota besar untuk menjenguk keluarga dan sanak familinya yang masih setia menunggu kampung halaman atau tempat berkumpul awal dari keluarga besar sebelumnya di tempat tersebut.

Fenomena urbanisasi ini — masyarakat desa atau daerah yang umumnya bermukim di kota–kota besar, tidak hanya menandai banyaknya warga desa atau masyarakat daerah yang meninggalkan desa atau daerahnya untuk mencari nafkah di kota, tetapi juga menandai tiadanya pekerjaan di desa atau di daerah yang tidak bisa diandalkan untuk memenuhi kebutuhan hidup dirinya atau bersama keluarganya yang ikut serta pindah ke kota. Meski kondisi ekonomi dari pekerjaan yang dapat dijadikan sebagai sumber penghasilan untuk dirinya, maupun bersama keluarga, tidak juga dapat memenuhi hasrat yang diidealkan.

Baca Juga
  • Dunia Terus Berubah, Kita Mau Kemana?
  • Diskriminasi terhadap Korban Pelecehan Seksual di Media Sosial

Namun peluang kerja secara serabutan memberi banyak peluang untuk dilakukan, tidak seperti yang dapat diperoleh di desa atau daerah yang terpaksa ditinggalkan itu.

Dari sisi yang lain, memang jelas di desa atau daerah asal yang bersangkutan tidak memberi banyak peluang untuk dijadikan tumpuan hidup, sehingga pilihan terbaik adalah melakukan urbanisasi yang berujung merananya desa atau daerah asal sang urbanisasi semakin mengukuhkan kondisi kemiskinan, lantaran tidak sedikit sumber daya alam setempat semakin tidak dapat maksimal untuk dimanfaatkan. Atau bahkan, tidak sedikit yang berpindah tangan kepada kaum urban dari daerah lain yang mampu memanfaatkan peluang dan kesempatan di daerah tersebut.

Baca Juga
  • Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
  • Negara yang Mendidik dan atau Negara yang Menghukum

Secara sosiologis, perpindahan penduduk dari satu daerah ke daerah lain memang akan membuat pergerakan yang dinamis semakin bertumbuh dan berkembang lantaran pengaruh psikologis untuk lebih gigih dan kuat berjuang untuk hidup lebih baik — yang dirasa lebih bebas dan merdeka — karena untuk meraih kesuksesan seperti terlepas dari berbagai beban — karena relatif tidak lagi memiliki rasa sefan dan sungkan — untuk melakukan pekerjaan apa saja bentuknya, sebab yang utama ialah hasil raihan yang maksimal dapat dicapai.

Karena itu pun sifat dan sikap materialistik jadi cenderung menguat dan mewarnai cara dan pola hidup mewah sebagai takaran umum dari apa yang dipahami sebagai kesuksesan. Meski begitu, tetap saja ada sedikit diantaranya yang idealis untuk tidak menempatkan keberhasilan secara material, tetapi lebih mengedepankan bagi hal-hal bersifat intelektual atau bahkan spiritual wujudnya.

Baca Juga
  • Benarkah Orang Aceh Kasar? Tinjauan Psikologi dan Budaya
  • Negara Kita Pernah Lho Menjadi Negara Judi, Simak Sejarahnya!

Demikian juga untuk kaum muda di desa atau di daerah, lebih yakin dan percaya untuk lebih maju — utamanya untuk memperoleh kualitas pendidikan yang baik dan unggul — lebih memiliki peluang bisa diperoleh dari pendidikan yang ada di kota besar hingga di negara maju yang terkemuka di dunia.

Jadi warna pemudik pada waktu-waktu tertentu dalam arus yang sangat besar, juga cukup dominan diwarnai oleh para pelajar serta mahasiswa yang sedang menempuh studi dalam berbagai bidang maupun tingkat. Hanya saja sayangnya, setelah lulus pun dari lembaga pendidikan formal itu, sangat dominan yang enggan untuk kembali hidup dan menetap di tempat asalnya. Jadi mereka ini pula — setelah menyelesaikan studinya dan mendapat pekerjaan di kota karena enggan bekerja di desa atau di tempat asalnya — kini ikut menyemarakkan acara pulang mudik pada saat hari raya keagamaan, seperti Idul Fitri tahun ini.

Jakarta, 26 Maret 2025

Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post
Tradisi Mudik Produk Budaya Masyarakat Urban - IMG_3708 | #Urbanisasi | Potret Online

Negara yang Kembali ke Fitrah

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com