• Latest

Dunia Terus Berubah, Kita Mau Kemana?

Maret 20, 2018
Mahasiswa duduk sendiri di lingkungan kampus dengan ekspresi cemas sementara mahasiswa lain berlalu di belakangnya

Bukan Sekadar Malu: Kecemasan Sosial yang Menggerus Percaya Diri Mahasiswa

April 11, 2026
db5df19e-a49a-4379-86f9-5e88076f4172

Harap-harap Cemas Menunggu Hasil Perundingan Iran vs AS

April 11, 2026
2fc46e4c-99ca-4bd5-8807-7ae4e054e3db

Rekor MURI, Pameran Lukisan, Menghias Telur, dan Makna Kemanusiaan dalam Keberagaman

April 11, 2026

🚩🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

April 11, 2026
IMG_0733

Berjuang Hingga Akhir

April 11, 2026
9edda383-f515-49a9-9938-8d5b8ebcf730

Sastra sebagai Cermin Kehidupan: Refleksi Perjalanan dari Panggung Teater ke Dunia Penelitian

April 11, 2026
29e05edd-7320-4d1e-bee4-7bd4496720de

Bahaya “Self-Diagnosis” di Balik Layar TikTok: Mengapa Remaja Aceh Butuh Validasi Profesional?

April 10, 2026
Ilustrasi dua kelompok manusia yang terpisah dengan perbedaan warna, menggambarkan prasangka, bias sosial, dan pengelompokan in-group dan out-group.”

Memahami Prasangka: Mengapa Kita Mudah Menilai Orang Lain Secara Keliru

April 10, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Sabtu, April 11, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
  • Sastra
  • Buku
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
  • Sastra
  • Buku
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Dunia Terus Berubah, Kita Mau Kemana?

Redaksi by Redaksi
Maret 20, 2018
in Membaca, Menulis, Pendidikan, Sekolah, sosial, Teknologi
Reading Time: 5 mins read
0
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Tabrani Yunis

Akhir-akhir ini, ruang publik bagi masyarakat dunia untuk berekspresi, berkreasi dan berinovasi secara sangat produktif di dunia maya tampaknya semakin banyak dan terbuka luas. Bukan hanya itu, bahkan tidak ada batas waktu. Kita bisa mengisinya dengan berbagai macam isi atau content.  Pokoknya, berbagai macam ruang di dunia maya dibuka tanpa ada batas ruang dan waktu.
Dahulu, ketika email belum ada, kita berkirim surat lewat jasa pos atau jasa pengiriman yang memakan waktu cukup lama. Untuk mengirim surat di dalam wilayah satu Negara saja, seperto halnya, di dalam negeri Indonesia, untuk mengirimkan surat ke Jakarta saja, bisa menghabiskan waktu satu minggu. Namun kini dengan electronic mail atau yang sering kita sebut dengan singkatannya email, surat kita bisa sampai ke tujuan hanya dalam satu klik dan bisa langsung diterima antar benua dan sebagainya. Tentu saja, bukan kiriman dalam bentuk fisik, seperti lembaran kertas yang dimasukan dalam amplop, tetapi semua dalam bentuk elektronik, yang bisa dicetak ( bila diinginkan) oleh si penerima. Kecuali dokumen –dokumen yang sudah dicetak, masih membutuhkan tenaga kurir atau jasa ekspedisi. Jasa ekspedisi berubah begitu cepat.
Anda masih ingat dengan pesawat telepon? Tentu saja masih ingat, apalagi mainan-mainan berbentuk telepon yang memnggunakan kabel tersebut masih bisa kita dapatkan di toko-toko mainan. Nah, telepon  yang dahulu serba kabel dan mahal, setelah adanya telepon Selular yang kita namakan dengan handphone atau mobile phone itu, telepon pun berubah dan bahkan ditinggalkan orang. Telepon kabel sudah tidak layak digunakan, karena hanya diletakkan di rumah, atau tidak bisa dibawa ke mana-mana. Telepon yang kemudian dilengkapi dengan facsimile, printer dan lainnya, kini juga sudah ketinggalan zaman. Semuanya sudah digantikan dengan hadirnya berbagai macam gadgets yang semua ada di dalam satu alat, termasuk kamera dan lain-lain. Ya, tidak dapat dipungkiri, semua bentuk komunikasi menjadi semakin cepat, murah dan masif.
Pokoknya, saat ini, yang kita sebut era digital, era kemajuan pertumbuhan dan perkembangan teknologi komunikasi dan innformasi, hidup kita penuh dan serba digital. Buktinya, alat-alat atau teknologi informasi dan komunikasi itu hadir semakin canggih atawa sophisticated dilengkapi dengan berbagai macam aplikasi dan semakin semarak dengan adanya berbagai macam bentuk media social seperti Facebook, instagram, twitter, Line, linkedin dan lain-lain. Semua ini membuat dunia semakin sempit. Komunikasi pun semakin membuat mudah dan bahkan jauh lebih murah dibandingkan pada masa lalu atau zaman old.

Ya, semuanya tidak ada batas (borderless) dalam semua strata kehidupan. Semakin sejahtera hidup kita, maka semaki tinggi kualitas dan kecanggihan alat komunikasi yang kita miliki. Bukan hanya itu, yang jelas saat ini, kita pun secara bersama-sama sudah membangun tenpat di dunia maya yang nyata. Lihatlah apa yang sedang terjadi, dunia maya atau yang juga kita sebut dengan cyber itu, semakin disesaki dengan berbagai aktivitas dan orang. Sehingga tidak ada lagi batasan yang disebabkan adanya batas waktu dan tempat. Kapan saja, dimana saja dan dalam suasana apa saja, bisa secara aktif mengekspresikan sesuatu dan juga mengakses sesuatu, informasi dan juga komunikasi langsung serta tidak langsung. Yang penting ada gadget dan tersedia internet.
Terbukti bahwa zaman berubah begitu cepat, sejalan dengan cepatnya pergantian waktu. Dalam kondisi semmacam ini seakan semua hal bisa dilakukan. Semua berubah dengan begitu cepat. Kita bahkan dibuat terkejut-kejut, tanpa pernah bisa kompromi. Yang bisa berfikir dan bertindak cepat dan sigap serta memiliki kapasitas yang proma, mereka akan mampu menyesuaikan diri dengan cepatnya perubahan zaman tersebut. Sementara orang-orang yang tidak memiliki kapasitas seperti yang diharapkan di era digital ini, maka percayalah bahwa mereka akan tergilas dan menjadi korban kemajuan zaman.

Sudah sangat jelas bahwa zaman terus berubah. Tidak ada yang mampu menghambat perubahan itu. Tidak ada yang bisa lari dari perubahan itu. Apalagi perubahan yang sedang berlangsung begitu pesat. Bila ingin diam, maka akan tergilas. Lalu kalau ingin lari, maka akan tertinggal dan bahkan tidak akan mampu mengejar nanti. Pilihan yang tepat adalah harus terus mengikuti perubahan dengan cerdas dan bijak. Menjadi pengikut zaman yang cerdas dan bijak, caranya adalah dengan meningkatkan kesadaran dan kemauan untuk terus belajar. Bila hingga sekarang kita tidak sadar dan tidak mau belajar beradaptasi atau bahkan menjadi ahli dalam bidang digital, kita hanya akan menjadi korban yang dikorbankan dan akan terus dijaga menjadi korban. Oleh sebab itu, kita harus sadari dan fahami bahwa kita saat ini sedang mengarungi arus deras. Maka, dalam kondisi semacam ini, kita harus mampu selamat dalam mengarungi arus perkembangan teknologi informasi dan komunikasi tersebut dengan cerdas dan bijak. Bila kita cerdas dan bijak, Insya Allah akan mampu mengarungi arus deras tersebut.
Nah, apa yang harus kita lakukan ketika kita sekarang sedang menikmati perubahan zaman itu. Jawabannya tetap saja pada sector pendidikan. Pendidikan yang dimaksud, bukan hanya pendidika formal atau pendidikan sekolah. Akan tetapi jauh lebih banyak bisa dilakukan d luar jalur lembaga pendidikan formal. Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa sekolah memiliki peranan penting untuk menyiapkan generasi bangsa ini selamat dari terjangan arus globalisasi, dan dekadensi  oral yang terus melanda. Kita selayaknya sadar bahwa pendidikan itu bukan hanya sekolah. Masa bersekolah memang diakui dan disebut sebagai masa belajar dalam jenjang pendidikan formal yang maksimal secara mayoritas kita bekajat selama 12 tahun. Namun, sering kali setelah itu proses belajar terputus.Maka idealnya, kita menjalankan prinsip pendidikan sepanjang hayat ( Life long learning.

Kemudian, agar kita mampu menghadapi ancaman atau tantangan perubahan teknologi informasi dan komunikasi tersebut, hal yang harus kita lakukan adalah tetaplah terus belajar, meningkatkan daya literasi, termasuk literasi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masa kini. Sekali lagi, kita memang harus belajar dari kemajuan teknologi komunikasi dan informasi yang sedang berubah dengan pesat ini. Jadi, camkanlah bahwa dunia terus berubah, maka kini semua orang harus belajar lebih cepat dan lebih maju. Insya Allah kita akan bisa hidup aman.


Baca Juga:
  • Membaca Bisa Mempengaruhi Kehidupan Kita Sehari-hari
  • Perspektif Budaya Membaca dan Menulis di Indonesia
  • Kutempuh Jalan Menulis, Kurasakan Jiwa dan Badan Sehat

Baca Juga

Dunia Terus Berubah, Kita Mau Kemana? - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Membaca | Potret Online

Dari Instrumen ke Otoritas: Ketika Algoritma Menggeser Kedaulatan Keputusan Manusia

April 10, 2026
Ilustrasi korban perempuan mengalami tekanan dan diskriminasi akibat pelecehan seksual di media sosial

Diskriminasi terhadap Korban Pelecehan Seksual di Media Sosial

April 10, 2026
Mahasiswa terlihat lelah di depan laptop akibat tekanan akademik dan burnout

Mengapa Mahasiswa Mudah Burnout? Ini Penyebab dan Solusinya

April 9, 2026
SummarizeShare234Tweet147
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Related Posts

Mahasiswa duduk sendiri di lingkungan kampus dengan ekspresi cemas sementara mahasiswa lain berlalu di belakangnya
Psikologi

Bukan Sekadar Malu: Kecemasan Sosial yang Menggerus Percaya Diri Mahasiswa

April 11, 2026
db5df19e-a49a-4379-86f9-5e88076f4172
Iran

Harap-harap Cemas Menunggu Hasil Perundingan Iran vs AS

April 11, 2026
2fc46e4c-99ca-4bd5-8807-7ae4e054e3db
Esai

Rekor MURI, Pameran Lukisan, Menghias Telur, dan Makna Kemanusiaan dalam Keberagaman

April 11, 2026
# Ironi

🚩🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

April 11, 2026
Next Post

Sepeda Untuk Siti Julaiha dan Fitriani

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com