Dengarkan Artikel
Sebenarnya sudah banyak data mengenai kemampuan literasi generasi bangsa Indonesia yang dipublikasikan oleh lembaga-lembaga International seperti OECD, PISA dan lain-lain, yang tidak perlu kita sebutkan lagi angka-angka presentasinya. Silakan saja search di Google dan bahkan kini di AI.
Yang jelas, secara empiris di lapangan, penulis menemukan banyak fakta memilukan terkait rendahnya pengetahuan para mahasiswa terhadap ilmu-ilmu yang masih penting diketahui seperti pengetahuan agama, sejarah, geografi dan lain-lain. Rendahnya pengetahuan yang disebabkan oleh terjadi perubahan pola belajar generasi sekarang yang semuanya bertumpu pada penggunaan alat komunikasi dan informasi berupa gadgets yang sangat memudahkan mereka menyimpan dan mengakses informasi atau pengetahuan. Gadgets sebagai alat untuk mengakses semua informasi dan pengetahuan yang diakses dengan adanya fasilitas internet, sudah sangat memanjakan generasi ini. Sehingga dalam mudah dan membanjirnya informasi dan pengetahuan di alat komunikasi dan informasi yang canggih itu, otak tidak lagi sebagai tempat menyimpan informasi dan pengetahuan mereka. Kalau ada yang bertanya sesuatu, jawabannya tinggal tanya pada uncle Google. Jadi sebenarnya di sini, otak mahasiswa bisa digudangkan, lalu gunakan saja gadgets. Ironis bukan?
Kita mau bilang apa? Ini memang sudah zamannya. Sebab kalau kita katakan mahasiswa sudah tidak mau membaca, mereka menjawab bahwa mereka membaca. Baca apa? Ya baca HP, walau yang dibaca adalah penggalan -penggalan saja di WhatsApp. Jadi, wajar saja kalau yang terjadi saat ini, seharusnya dengan semakin banyaknya pengetahuan dan mudahnya cara mengakses informasi dan pengetahuan tersebut, semakin cerdas generasi ini. Namun, faktanya? Kita pasti akan merasakan sesuatu yang membuat kita bertanya-tanya.
📚 Artikel Terkait
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini





