Kala Makna Kuliah Saja Tak Dimengerti

Membaca Akar Masalah
Kala Makna Kuliah Saja Tak Dimengerti - ksla | Artikel | Potret Online
Ilustrasi: Kala Makna Kuliah Saja Tak Dimengerti
WA FB X

Sebenarnya sudah banyak data mengenai kemampuan literasi generasi bangsa Indonesia yang dipublikasikan oleh lembaga-lembaga International seperti OECD, PISA dan lain-lain, yang tidak perlu kita sebutkan lagi angka-angka presentasinya. Silakan saja search di Google dan bahkan kini di AI.

Yang jelas, secara empiris di lapangan, penulis menemukan banyak fakta memilukan terkait rendahnya pengetahuan para mahasiswa terhadap ilmu-ilmu yang masih penting diketahui seperti pengetahuan agama, sejarah, geografi dan lain-lain. Rendahnya pengetahuan yang disebabkan oleh terjadi perubahan pola belajar generasi sekarang yang semuanya bertumpu pada penggunaan alat komunikasi dan informasi berupa gadgets yang sangat memudahkan mereka menyimpan dan mengakses informasi atau pengetahuan. Gadgets sebagai alat untuk mengakses semua informasi dan pengetahuan yang diakses dengan adanya fasilitas internet, sudah sangat memanjakan generasi ini. Sehingga dalam mudah dan membanjirnya informasi dan pengetahuan di alat komunikasi dan informasi yang canggih itu, otak tidak lagi sebagai tempat menyimpan informasi dan pengetahuan mereka. Kalau ada yang bertanya sesuatu, jawabannya tinggal tanya pada uncle Google. Jadi sebenarnya di sini, otak mahasiswa bisa digudangkan, lalu gunakan saja gadgets. Ironis bukan?

Baca Juga

Kita mau bilang apa? Ini memang sudah zamannya. Sebab kalau kita katakan mahasiswa sudah tidak mau membaca, mereka menjawab bahwa mereka membaca. Baca apa? Ya baca HP, walau yang dibaca adalah penggalan -penggalan saja di WhatsApp. Jadi, wajar saja kalau yang terjadi saat ini, seharusnya dengan semakin banyaknya pengetahuan dan mudahnya cara mengakses informasi dan pengetahuan tersebut, semakin cerdas generasi ini. Namun, faktanya? Kita pasti akan merasakan sesuatu yang membuat kita bertanya-tanya.

ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Penulis
Tabrani Yunis

Bio Narasi

Tabrani Yunis, kelahiran Manggeng, Aceh Barat Daya, Aceh berlatarbelakang profesi seorang guru bahasa Inggris, mulai  aktif menulis di media sejak pada medio Juni 1989. Aktif mengisi ruang atau rubrik opini di sejumlah media lokal dan hingga nasional. Menulis artikel, opini, essay dan puisi pilihan hidup yang  kebutuhan hidup sehari-hari.

Telah menulis, lebih 1000 tulisan berupa opini, esası dan puisi yang telah publikasikan di berbagai media.Menerbitkan 2 buku, yang merupakan kumpupan tulisan dalam buku Membumikan Literasi dan buku antologi puisi “ Kulukis Namamu di Awan”

Aktif terlibat dalam  membangun gerakan literasi anak negeri sejak tahun 1990 terutama di kalangan perempuan dan anak.

Bersama mendirikan LP2SM ( Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sumber daya Manusia) dan di tahun 1993 mendirikan Center for Community Development and Education (CCDE). Lalu, sebagai Direktur CCDE membidani terbitnya Majalah POTRET (2003) dan majalah Anak Cerdas (2013). Kini aktif mengelola Potretonline.com dan majalahanakcerdas.com, sambil mempraktikkan kemampuan entreneurship di POTRET Gallery, Banda Aceh

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.