Dengarkan Artikel
Ya, sambil menunggu jawaban darinya, yang ia pun membuka HP untuk mencari pertolongan jawaban di Google, dan penulis pun melanjutkan percakapan itu dengan bertanya lagi, Aceh itu di mana? Ia pun menjawab, di Indonesia. Ya, benar, tetapi lebih spesifik lagi, di pulau apa? Kembali ia bingung. Lalu, penulis jawab sendiri. Aceh berada di pulau Sumatera. Ya, di ujung barat Sumetara. Ia mengangguk-angguk. Entah, mengerti, entah pula merasa malu karena tidak bisa menjawab pertanyaan itu
Ternyata memang, kedua pertanyaan ini semakin sulit dan tidak bisa dijawabnya. Lalu, sebagai orang tua yang bukan dari kalangan milenial, atau generasi X, tetapi generasi baby boomers, merasakan langsung perbedaan generasi dulu dengan sekarang, di mana generasi dahulu yang hanya bisa mengakses sedikit informasi, namun tidak buta geografi atau pun sejarah. Jangankan menceritakan tentang Aceh dan kabupaten /kotanya, seluruh Provinsi dan kota di Indonesia bisa dijelaskannya. Bisa jadi, ini dianggap kasuistik, karena tidak melakukan survei atau penelitian yang menggunakan sampling yang besar. Namun demikian, ini adalah hal yang seharusnya diteliti oleh pihak yang memiliki otoritas melakukan penelitian, seperti perguruan tinggi. Dikatakan demikian, karena banyak fakta bahwa kondisi semacam ini banyak ditemukan juga di dunia pendidikan tinggi.
Oleh sebab itu, ini bukan hanya satu kasus satu anak penulis sendiri yang mengalami buta geografi dan sejarah, ia masih kelas 3 MTsN setingkat SMP. Bisa jadi itu wajar. Nah, di level mahasiswa jenjang S1 dan bahkan juga sudah S2 mengalami buta geografi dan sejarah tersebut. Penulis sebagai seorang pegiat literasi sering menemukan kenyataan ini.
📚 Artikel Terkait
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini





