POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Momen Berburu THR

Rosadi JamaniOleh Rosadi Jamani
March 10, 2025
Tags: #Tradisi
Momen Berburu THR

Ilustrasi

🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Menjelang Lebaran, suasana berubah jadi medan pertempuran. Bukan perang fisik, bukan juga perang dingin, ini adalah perburuan THR. Sebuah ajang survival tingkat tinggi yang menentukan apakah seseorang bisa menyantap ketupat dengan gulai kambing atau hanya mampu menelan ludah sambil nonton tetangga pesta opor ayam.

Bagi ASN dan pegawai BUMN, urusan THR mah gampang. Tinggal nunggu notifikasi transfer dari pemerintah, dan cling! saldo bertambah. Pegawai swasta pun, meski kadang THR datangnya telat kayak sinyal di hutan, setidaknya ada harapan. Tapi gimana nasib mereka yang hidupnya serba abu-abu, yang penghasilannya kayak ilusi, ada tapi nggak jelas bentuknya?

Selamat datang di dunia para pejuang THR non-formal! Level 1, Ormas (tidak semua), master strategi proposal. Ormas itu kalau soal kreativitas, jangan ditanya. Mereka bisa bikin proposal kayak bikin puisi cinta, manis di awal, penuh janji di tengah, dan ambigu di akhir. Proposal dibuat rapi, kop surat resmi, tanda tangan basah, stempel ormas, pokoknya terkesan serius banget. Sasarannya? Siapa saja yang kelihatan tebal kantongnya.

Perusahaan besar? Kirim proposal. Toko kelontong? Kirim proposal. Warung kopi? Kirim proposal. Pejabat? Jangan sampai kelewat.

Yang lebih menarik adalah bagian follow-up-nya. Kalau proposal sudah dikirim dan belum ada tanggapan dalam 24 jam, langsung lanjut ke strategi lanjutan, serangan telepon dan WhatsApp. Isi pesannya biasanya ramah tapi penuh tekanan psikologis, “Selamat siang, Pak/Bu. Mohon maaf mengganggu, ini soal proposal kami untuk acara halal bihalal… Semoga berkenan ya. Salam sukses dan sehat selalu!”

Terjemahannya? “Ayo, kapan THR kami cair?”

Yang dapet respons baik biasanya langsung dibalas dengan kiriman air kaleng atau amplop isi 50 ribu. Tapi kalau hoki, bisa dapat 100 ribu atau bahkan 500 ribu. Kalau dapatnya lebih dari lima orang? Wah, sudah cukup buat beli baju baru dan bayar tukang cukur.

Level 2, Wartawan (tidak semua), Elite Hunter. Ini level lebih tinggi. Wartawan yang punya kantor resmi sih aman, biasanya THR sudah diurus manajemen. Tapi yang statusnya “wartawan lepas” atau “media independen” nah, ini yang bikin panas dingin.

Modal mereka? Kartu pers yang entah terdaftar atau tidak, dan kemampuan berbasa-basi tingkat dewa. Sasarannya? Pejabat, kepala dinas, kepala desa, kepala sekolah, bahkan tukang parkir kalau kelihatan punya dompet tebal.

📚 Artikel Terkait

BERSEPEDA BUKAN SEKEDAR OLAH RAGA

Friendship Karina and Dianda

Mengenal Marcella Santoso, Pengacara Penyuap Hakim 60M

Memaknai Kata Anjing dalam Pidato Prabowo di PBB

Strateginya simpel tapi efektif; datang dengan wajah ramah, Basa-basi sedikit soal berita atau isu terkini. Ujung-ujungnya kasih kode halus, “Oh iya Pak, ini THR-nya gimana?”

Kalau pejabatnya peka, langsung keluar amplop. Tapi kalau pejabatnya cuek, tinggal tambah tekanan psikologis, “Wah, katanya Pak X ngasih THR 500 ribu loh, Pak…”

Biasanya langsung ter-trigger. Kalau nggak dikasih amplop, minimal dapat air kaleng satu krat. Ya, siapa tahu itu bisa bikin hati adem.

Pejabat yang cerdas pasti sudah hafal pola ini. Makanya, menjelang Lebaran, ponsel pejabat mendadak kayak masuk dead zone. Kalau ditelpon, nada sambungnya, “Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan.”

Kalau kebetulan kepepet dan terpaksa harus angkat telepon, jawabannya diplomatis, “Wah, saya lagi banyak pengeluaran nih. Tapi nanti ya, kita atur.”

Kalau terus ditekan? Strategi pamungkas keluar: Ghosting Total. WA dibaca tapi nggak dibalas.
Ditelepon, nggak diangkat. Kalau ketemu langsung di jalan? Senyum tipis sambil bilang, “Nanti ya, nanti.”

Puncaknya? Tiga hari sebelum Lebaran.
Suasana makin panas. Ada yang berani ngetuk rumah pejabat subuh-subuh. Ada yang sampai berbaris di depan kantor kepala dinas kayak antre sembako. Ada juga yang bawa sanak saudara buat nambah efek dramatis. Kalau sudah begini, pejabat yang nggak kuat mental biasanya langsung ngalah dan kasih amplop. Tapi kalau pejabatnya tipe keras kepala, ya… siap-siap aja lihat orang pulang dengan muka penuh dendam.

Kalau semua strategi gagal, masih ada cara terakhir, nebeng makan di rumah orang kaya.
Biasanya dimulai dari basa-basi WhatsApp, “Assalamu’alaikum, selamat Idulfitri ya. Kapan nih bisa silaturahmi?”

Kalau dijawab, berarti ada peluang. Begitu datang, langsung duduk manis di ruang tamu, ngobrol ngalor-ngidul, dan saat hidangan dikeluarkan… langsung pajoh dengan taktik ninja. Pajoh ketupat, pajoh rendang, pajoh opor, pajoh es buah semua dimakan dengan elegan.

Kalau beruntung, pas pamit pulang bisa dapat oleh-oleh THR juga. Tapi kalau nggak? Setidaknya perut kenyang, hati senang, dan semangat bertahan hidup tetap terjaga.

Berburu THR bukan soal uang semata. Ini soal harga diri, gengsi, dan kemampuan bertahan hidup di tengah kerasnya kehidupan sosial. Jadi, kalau tahun ini THR nggak cair juga, tenang… Masih ada solusi terakhir, datang ke open house rumah pejabat, pajoh sepuasnya, dan pulang dengan wajah penuh kemenangan!

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 69x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Tags: #Tradisi
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya
Kontribusi Umat Islam Terhadap Peradaban Dunia

Pahlawan Nasional Teungku Chik Di Tiro Muhammad Saman dan Syekh Ahmad Khatib. 

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00